Mari belajar aplikasi Mendeley

Mari belajar aplikasi Mendeley

Petunjuk Mendeley

 

Mendeley

Hindari_Plagiat_dengan_Mendeley-Edited-libre

SK Gaya Selingkung 005-SK.P-III-IKPIA-2015

Mendeley training, 07.30 am Thursday 9th April 2015 – Room 3202 – Perbanas Institute, Jakarta

Mendeley 7.30April2015b Mendeley 7.30April2015a Mendeley 7.30 9April2015

Mendeley training, 10.30 am Thursday 9th April 2015 – Room 3202 – Perbanas Institute, Jakarta

Mendeley 10.30April2015 Mendeley 10.30April2015a




Pentingnya transformasi organisasi untuk keberlangsungan hidup perusahaan (Studi kasus PT. SIDOMUNCUL) oleh Abdul Latief (UAS Seminar Sistem Informasi)

Pentingnya Transformasi Organisasi untuk keberlangsungan hidup Perusahaan

(Studi kasus PT. SIDOMUNCUL)

 

Abdul Latief[1]

111000501

Email : Abdullatief009@gmailcom

 

 

Abstrak

Di zaman seperti sekarang perusahaan dituntut untuk melakukan perubahan-perubahan dalam organisasinya atau melakukan transformasi organisasi agar dapat bertahan di tengah persaingan yang ketat, dan salah satu perusahaan yang dapat bertransformasi mengikuti perkembangan zaman adalah PT SIDOMUNCUL dari perjalanannya menjadi Homeindustry hingga sekarang menjadi perusahaan besar bahkan sampai ke Singapore[2], hal ini dapat terjadi karena mereka melakukan transdormais organisasi mereka itulah efek positif jika perusahaan melakukan tranformasi organisasi sehingga mereka bisa terus berproduksi, jika mereka tidak melakukan ini mereka tidak akan berkebang bahkan mungkin tegerus oleh para kompetitornya seperti yang di alami oleh Nokia, oleh karena pentingnya transformasi organisasi ini bagi perusahaan, perusahaan yang ingin melakukan tranformasi dapat menggunakan 4 pendekatan yaitu 4R (Reframing,Restructure, Revitaliztion dan Renewal dan didukung dengan sistem informasi yang baik.

 

Prolog

Dewasa ini sudah banyak perusahaan-perusahaan yang telah melakukan transformasi organisasi tentunya hal ini dilakukan oleh pihak perusahaan khusus para pemegang keputusan (Decision maker) agar perusahaan dapat terus berkembang dan menyesuaikan diri agar dapat tetap bersaing di pasarnya, jika perusahaan tidak melakukan perubahan dengan cepat maka kemungkinan perusahaan itu akan kalah saing dan tentunya dapat berakhir dengan gulung tikar atau bangkrut beberapa perusahaan gulung tikar seperti Batavia Air, Adam Air, dll. Ditambah dengan kebijakan luar perusahaan seperti kebijakan pemerintah yang baru-baru ini dikeluarkan prihal kenaikan TDL (Tarif Dasar Listrik) dan juga kebijakan UMR (Upah Minimum Regional), keadaan-keadaan ini menuntut perusahaan yang ada untuk melakukan transformasi organisasi agarperusahaan dapat terus berjalan. Nur saiydah mengatakan dalam jurnalnya “Perubahan organisasi merupakan hal yang esensial untuk persaingan jangka pendek dan keberlangsungan jangka panjang, yang menjadi tantangan manajerial.”[3]

Dalam kasus kasus PT SIDOMUNCUL ini kita bisa lihat beberapa kali tranformasi organisasi dimulai 1940 merintis usaha jamu dengan hanya tiga karyawannya awal produksi pada tahun 1941 dan pada 1950 diberi nama SIDOMUNCUL pada tahun 1970 di buat CV Industri Jamu & Farmasi  dan 1975 menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul karena tidak mampu memenuhi produktivitas perusahaan pada 1984 dipindahkan di Jalan Kaligawe Semarang dan juga meremajakan alat-alat menjadi alat-alat yang lebih modern, 1997 mendirikan pabrik baru, tahun 2004 dibuat divisi “food” seperti produksi permen dan produk lainnya dan pada tahun 2013 masuk pada Bursa efek[1]. Dari kisah diatas kita melihat kesungguhan SIDOMUNCUL untuk terus berkembang dan beberapa kali kebijakan dibuat seperti perusahaan menjadi CV lalu menjadi Perseroan samapai pemindahan lokasi pabrik, membuat produksi lain dengan mendirikan divisi “food” dan juga masuk ke pasar saham, dengan jumlah 1.500.000.000 saham baru atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, Irwan hidayat selaku Direktur utama mengatakan mengalokasian dana dari IPO setelah dikurangi biaya emisi 56 % untuk modal kerja, 42% untuk investasi dan 2 % untuk pegembangan sistem teknologi informasi dan komputerisasi perseroan[2]. Para pemangku jabatan di SIDOMUNCUL telah melakukan banyak hal untuk melakukan transformasi organisasi yang mana untuk keberlangsungkan hidup perusahaan. Ada beberapa hal yang dapat dipelajari dari proses unit usaha kecil SIDOMUNCUL sampai menjadi Peseroan seperti terus berkembang dan berinovasi, memperbarui fasilitas perusahaan termasuk Sistem informasi.

[…………………………………………………………………………………………]

 

Selengkapnya di:

Transformasi Organisasi untuk keberlangsungan hidup




Menyatukan Public Relations dan Marketing dengan Social Media oleh Detti Apriliani Garniti (UAS Seminar Sistem Informasi)

Menyatukan Public Relations dan Marketing
dengan Social Media
Detti Apriliani Garniti
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Asean Banking Finance and Informatics Institute Perbanas
Jakarta, Indonesia
detti.1307@gmail.com
Abstrak : Tingginya persaingan di dunia bisnis membuat perusahaan berlomba-lomba menangkap hati para pelanggan dengan tujuan mempertahankan dan mencari pelanggan baru. Berbagai cara ditempuh oleh perusahaan tersebut agar mereka dapat lebih dekat dengan para pelanggan sehingga pelanggan dapat dengan mudah menikmati produk-produk mereka. Internet membuat dunia semakin tidak mengenal batas sehingga semua orang dapat terhubung walau dipisahkan oleh lautan dan benua. Pemanfaatan internet dalam menggapai
pelanggan menjadi solusi optimal bagi setiap perusahaan. Pemanfaatan social media oleh para pemain bisnis telah berhasil digunakan untuk mendekati pelanggan dengan cepat, dan efisien. Social media berhasil menyatukan fungsi public relations, dan marketing, sehingga mampu membuat perusahaan semakin dekat dengan pelanggan.
Prolog
Persaingan dalam dunia bisnis telah mencapai kondisi yang disebut sebagai red ocean dimana persaingan menjadi sangat ketat dan jenuh (Kim dan Mauborgne, 2004). Para pemain bisnis berlomba-lomba memperebutkan bagian paling besar dalam pasar permintaan yang tidak
bertambah banyak. Hal ini membuat prospek untuk mendapatkan profit dan growth menjadi lebih kecil. Recurring revenue menjadi satu-satunya cara bagi perusahaan untuk tetap bertahan dalam industri. Model bisnis kini lebih berfokus untuk mempertahankan loyalitas
pelanggan sehingga mereka akan tetap membeli produk yang dibuat oleh perusahaan berulang-ulang.

Ketika era industrialisasi di Inggris baru berlangsung, perusahaanlah yang menentukan keberhasilannya sendiri dengan hanya memproduksi barang sesuai dengan perhitungan untung-rugi yang sederhana dan pasar pasti akan menyerap semua produk tersebut . Namun, ada abad ini konsumen, yang membentuk pasar, seolah-olah menjadi pelaku tunggal penentu keberhasilan perusahaan. Konsumen atau pelanggan sekarang tidak sama dengan konsumen atau pelanggan di masa lalu. Konsumen masa kini memiliki karakteristik semakin
demanding, cenderung tidak cepat puas, sensitif terhadap perubahan harga, dan mengalami pergeseran nilai-nilai sosial dan budaya.

[………………………………………………….]

Selengkapnya di:

Menyatukan Public Relations dan Marketing dengan Social Media Detti oleh Apriliani Garniti




EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI DAN PERKEMBANGAN E-GOVERNMENT PROGRAM e-KTP DI INDONESIA oleh Mardiana (UAS Seminar Sistem Informasi)

EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI DAN PERKEMBANGAN E-GOVERNMENT PROGRAM e-KTP DI INDONESIA[1]

 

Mardiana 1111000490

Email: jayamardiana@gmail.com

Cell phone: +62-81511880-777[2]

 

Abstrak : Efektivitas implementasi dan perkembangan aplikasi teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dalam trasnformasi e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik. Implementasi e-Government dalam program e-KTP mengingat potensi pemanfaatan e-KTP yang demikian besar bagi bangsa. Diharapkan dengan mulai diperbaikinya pelayanan administrasi kependudukan tingkat kesadaran penduduk terhadap kepemilikan identitas menjadi meningkat dan menimbulkan dampak positif terhadap program nasional e-KTP ini sehingga tercapai keselarasan untuk mencapai Good Government.

Keyword : ICT, e-Government, e-KTP, Good Government

Prolog

Pemanfaatan penyelenggaraan pemeritahan berbasis ICT (Information and Communication Technology) menuntut transformasi e-Government untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparasi, inovasi dan partisipasi. e-Government harus dipersiapkan secara terintegrasi antara sistem dan kebijakan birokrasi, karena keselarasan diperlukan sebagai prasyarat untuk mencapai transformasi agar dapat menghindari terjadinya kegagalan dan penurunan kinerja layanan. Mencerminkan satu definisi yang dibuat oleh Bank Dunia ( The World Bank Group, 2001 ) : “e-Government refers to the use by government agencies of information technologies (such as Wide Area Network, the internet, and mobile computing) that have the ability to transform relations with citizens, business, and other arms of government”.[3]

[……………………………………………………..]

Selengkapnya di:

EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI DAN PERKEMBANGAN E-GOVERNMENT PROGRAM e-KTP DI INDONESIA Mardiana 1111000490




Transformasi organisasi: Studi kasus PT Pertamina oleh Made Yogeswara (UAS Seminar Sistem Informasi)

A. Transformasi Organisasi
Transformasi. Ya, transformasi. Kata itu agak familiar dengan telinga kita. Bila menyinggung transformasi, maka akan langsung teringat dengan film “Transformers”. Film yang menceritakan tentang sebuah kendaraan biasa yang dapat berubah menjadi suatu robot yang hebat dan kuat yang mampu menyelamatkan dunia dengan melawan robot-robot jahat. Dari kalimat tersebut sudah dapat ditafsirkan mengenai apa itu transformasi, yaitu berubah, yang tentunya dalam konteks berubah menuju ke arah yang lebih baik. Kemudian dari perubahan dari mobil ke robot tersebut terdapat suatu tujuan untuk mengalahkan robot-robot yang jahat menguasai dunia. Sama halnya dengan transformasi, yang memiliki tujuan untuk mencegah hal yang buruk terjadi atau paling tidak meminimalisir terjadinya hal yang buruk.

Pada proses transformasi diri dari remaja ke dewasa, tentunya ada proses dimana kita belajar akan hal-hal dalam kehidupan, termasuk diantaranya hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Misalnya, pada saat remaja, kita tidak boleh merokok, tidak boleh mengkonsumsi narkoba, tidak boleh mabuk-mabukkan.
Lalu untuk apakah larangan itu? Tentunya agar dalam masa transformasi fisik kita dari remaja beranjak ke dewasa tidak mengalami hal-hal buruk yang disebutkan tadi, atau normalnya tidak terkena penyakit dan kecacatan. Kemudian pada proses transformasi pola pikir menuju kedewasaan pikiran, kita juga mengalami proses pembelajaran yang bersifat menyesuaikan terhadap keadaan disekitar kita, sebagai contoh adalah, sebagai pelajar, mengingat dari jenjang ke jenjang kita akan menerima pelajaran atau pendidikan yang semakin kompleks, kita “dituntut” untuk menyesuaikan pola pikir dan pola belajar kita terhadap kompleksitas pelajaran yang diterima.

[……………………………]

Selengkapnya di:

TRANSFORMASI ORGANISASI (DENGAN CONTOH KASUS PT PERTAMINA) – Made Yogeswara




Studi kasus video Tom & Eddie’s




Bank Marketing