Moderasi & Mediasi

Sumber: Scholarzone2




access to justice

Salah satu tujuan hukum adalah keadilan dan negara sebagai entitas yang membentuk hukum tujuannya adalah menegakkan keadilan dengan jalan memberikan perlindungan bagi masyarakat agar hak-haknya terpenuhi. Bentuk perlindungan hukum dapat berupa pembelaan saat proses didalam pengadilan atapun diluar pengadilan dengan berbagai cara seperti konsultasi, penyuluhan, pendidikan hukum dan pelatihan bahkan sampai pada tahap mediasi, dan arbitrase.

Salah satu bentuk pelayanan hukum untuk membantu masyarakat dalam memperoleh keadilan antara lain adalah melalui jasa advokat atau pengacara, kesempatan pendampingan ini sering dikenal dengan istilah access to justice.

Istilah access to justice mestinya bukan hanya dikenal tapi juga dipahami maknanya dan yang terpenting diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Access to justice (akses pada keadilan) diartikan sebagai kesempatan untuk mendapatkan keadilan—ini berlaku bagi semua kalangan atau sering disebut dengan istilah justice for all.

Namun dalam kenyataannya, access to justice tidaklah mudah diperoleh khususnya bagi kalangan tertentu misalnya masyarakat miskin atau orang yang tidak memiliki dana dibandingkan dengan orang yang memiliki dana dan memiliki jabatan tertentu. Padahal negara telah memberikan jaminan kesempatan untuk memperoleh keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat sebagaimana disebutkan didalam UUD 45, dan tekad pemerintah untuk memberikan akses kepada keadilan bagi semua pihak secara jelas terlihat dengan terbitnya Inpres Nomor 3 Tahun 2010 bertangal 21 April 2010 tentang program pembangunan berkeadilan yang memberikan penekanan pada pentingnya “keadilan bagi semua”. Inpres ini ditindaklanjuti dengan blue print (2010-2035) yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung dimana salah satu komponen utama reformasi pengadilan di Indonesia untuk sepuluh tahun mendatang adalah akses terhadap keadilan. Demikian juga dengan lahirnya UU Nomor 16 Tahun 2011 tentang bantuan hukum, mengisyaratkan bahwa akses untuk memperoleh keadilan secara struktural dijamin karena adanyanya jaminan pemberian layanan bantuan hukum bagi mereka yang tidak mampu—UU ini ditindaklanjuti oleh Mahkamah Agung dengan terbitnya
Peraturan Mahkaman Agung Nomor 1 Tahun 2014 tentang pedoman pemberian layanan hukum bagi masyarakat tidak mampu di pengadilan.

Berkaitan dengan hal tersebut, menurut team peneliti yang diketuai oleh Ro’fah Setyowati, Ph.D dalam penelitiannya tentang access to justice bagi nasabah bank syariah, menyatakan bahwa setidaknya ada enam syarat yang harus dipenuhi agar negara dapat menunaikan kewajibannya dalam mengenalkan perlindungan maupun pemenuhan akses pada keadilan bagi semua orang, yaitu:
1. Adanya profesionalisme para penegak hukum;
2. Adanya sistem informasi terpadu yang dapat diakses secara mudah oleh masyarakat;
3. Adaya transparansi pada institusi para penegak hukum;
4. Adanya penegak hukum yang bertanggungjawab (akuntabel) dalam melaksanakan tugas dan layanan kepada masyarakat;
5. Adanya kesadaran bahwa profesi penegak hukum (polisi, pengacara, dan hakim) merupakan profesi yang mulia (nobile);
6. Adanya jaminan perlindungan dan penghargaan yang layak bagi para penegak hukum

Team peneliti ini juga mengutip pernyataan Adnan Buyung Nasution bahwa peraturan perundangan yang menjamin akses masyarakat terhadap keadilan sangat diperlukan, dan keperluan atas akses tersebut bukan hanya akses pada keadilan dalam arti sempit tetapi keadilan dalam makna yang luas yaitu mencakup semua bidang kehidupan termasuk akses pada keadilan bagi sumber daya alam, akses keadilan dalam hubungan kerja formal dan informal, bahkan akses keadilan dan kesamaan gender.

Adnan Buyung Nasional adalah pakar hukum yang pemikiran-pemikirannya selalu konsisten tentang access to justice dan penghormatan terhadap hak asasi manusia khususnya bagi fakir miskin dan orang tidak berdaya, beliau menyatakan bahwa keadilan erat kaitannya dengan hak asasi manusia dan hak untuk memperoleh keadilan merupakan hak pencari keadilan untuk mendapatkan proses peradilan yang adil dan fair (due process of law) dan keadilan itu sendiri hanya bisa diperoleh jika ada fair trial yaitu hak untuk diadili oleh pengadilan yang kompeten, jujur dan terbuka namun fair trial belum sepenuhnya bisa dijalankan di Indonesia khususnya bagi pencari keadilan yang tidak mampu dan terpinggirkan (pendapat ini dikutip oleh Prof. Dr. Frans H. Winarta, MH. Pada 30 November 2015).




10 Ancaman Keamanan dalam Financial Technology

 

Internet dan Perbankan Online saat ini memiliki dampak yang sangat dramatis pada industri keuangan. Sebelum web digunakan sebagai media informasi, organisasi keuangan mudah untuk mengamankan informasi yang dimilikinya tetapi sangat sulit untuk menjangkau nasabahnya.

Saat ini kemudahan dalam hal penggunaan web merupakan factor kompetitif utama dalam bisnis, dan organisasi melihat hal ini ke depan bahwa pertumbuhan financial dengan technology merupakan tantangan tersendiri dalam transaksi yang dilakukan oleh pelanggan termasuk keterlibatan web dalam distribusi informasi tersebut.

Organisasi Keuangan memiliki infrastruktur yang terhubung ke internet dan mitra atau pihak ke tiga yang juga saling terhubung oleh internet. Perlu dicermati bahwa infrastruktur yang terhubung ke internet memiliki risiko sangat besar. Seperti industry lainnya, system keuangan merupakan sebuah perimeter untuk dapat menjangkau informasi lebih ke dalam, dengan risiko yang begitu tinggi, industry mencari cara baru yang proaktif untuk melindungi system mereka dan informasi yang terkandung di dalamnya

Untuk lebih jelasnya dapat dilanjutkan ke link berikut :

10 Threat Intelligence Goals for Financial Institutions




Sistem Akreditasi Pendidikan Tinggi Online – SAPTO mulai Mei 2017

Diambil dari www.kopertis12.or.id/…/sistemakreditasi-pendidikan-tinggi-online

26 Des 2016
Dalam pembukaan Raker Tahunan BAN-PT 2016 di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta tanggal 9 Desember 2016, Menristekdikti meresmikan pelaksanaan Sistem Akreditasi Pendidikan Tinggi Online (SAPTO). BAN-PT mengakui bahwa fasilitas yang tersebut bisa menekan biaya proses akreditasi hingga 20 persen itu akan dioperasikan pada Mei 2017. Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, Tcan Basaruddin mengatakan, SAPTO akan memudahkan perguruan tinggi dalam menyampaikan dokumen akreditasi untuk mendapat asesmen kecukupan yang dilakukan asesor di tempat asal asesor. Menurut dia, terobosan itu sebagai bentuk dukungan pada pemerintah yang berkomitmen untuk secara sistematis dan terprogram meningkatkan mutu sektor pendidikan tinggi di Indonesia.

“Kami juga tengah mengembangan Sistem Akreditasi Nasional (SAN) yang akan menjadi pijakan baru untuk proses akreditasi BAN-PT. SAPTO dan SAN ini akan menjadi pijakan dalam mengembangkan instrumen akreditasi baru sesuai amanat Permenristekdikti No 32/2016,” ujar Tcan, melalui rilis yang diterima “PR” di Jakarta, Jumat, 9 Desember 2016.

Ia menjelaskan, dalam Permen tersebut BAN-PT berfungsi sebagai organ penyusun kebijakan akreditasi dan menjalankan kebijakan serta proses akreditasi. “Untuk menentukan kelayakan program studi dan perguruan tinggi berdasarkan kriteria yang mengacu pada standar nasional pendidikan tinggi. Dan menjamin mutu Program Studi dan Perguruan Tinggi secara eksternal baik bidang akademik maupun nonakademik untuk melindungi kepentingan mahasiswa dan masyarakat,” katanya. “Sesuai amanat Permenristekdikti No 32/2016 bahwa SAPTO dan SAN ini akan menjadi pijakan dalam mengembangkan instrumen akreditasi baru.” ujar Tcan. Ia menjelaskan, dalam Permen tersebut BAN-PT berfungsi sebagai organ penyusun kebijakan akreditasi dan menjalankan kebijakan serta proses akreditasi. Untuk menentukan kelayakan program studi dan perguruan tinggi berdasarkan kriteria yang mengacu pada standar nasional pendidikan tinggi. Dan menjamin mutu Program Studi dan Perguruan Tinggi secara eksternal baik bidang akademik maupun nonakademik untuk melindungi kepentingan mahasiswa dan masyarakat.

Hingga 8 Desember 2016, BAN-PT telah mengakreditasi 1.044 perguruan tinggi dan 19.011 program studi. Penyelenggaraan proses akreditasi sepenuhnya menggunakan dana APBN. Rata-rata satuan biaya untuk proses akreditasi per institusi sebesar Rp 64.300.000, sedangkan untuk per program studi senilai Rp 30.800.000.

Menristekdikti mengungkapkan bahwa permasalahan yang sering mendera perguruan tinggi masih seputar keberadaan dosen yang mumpuni dan jumlah publikasi yang dikeluarkan. “Saat ini capaian publikasi mencapai 9000 lebih. Menurut saya belum signifikan dengan jumlah dosen dan guru besar kita. Lalu apa yang harus dilakukan? Regulasi telah kami lakukan yaitu riset berbasis output. Para peneliti sudah harus berbasis hasil atau keluaran bukan aktifitas. Karena kualitas dosen sangat penting untuk menjamin mutu pendidikan yang baik dan terakreditasi. Dengan demikian, mahasiswa akan mendapatkan proses pembelajaran yang baik.

Untuk merealisasikan hal itu, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dan pengaturan tentang pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan tinggi. Di antaranya, Permenristekdikti No 44/2015tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Permenristekdikti No 32/2016 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi, serta Permenristekdikti No 62/2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.




KECILNYA MARKET SHARE PEMBIAYAAN MUDHARABAH DI INDONESIA

Kinerja Pembiayaan (Financing) bank syariah selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun (year on  year/yoy). Berdasarkan data Statistik Perbankan Syariah yang dikeluarkan oleh OJK periode bulan Juni 2016, terlihat bahwa meningkatnya kinerja pada sisi Lending perbankan syariah mencapai total Pembiayaan (Financing) secara nasional sebesar Rp.223.311 milyar, dibanding bulan Desember 2015 sebesar Rp. 213,988 milyar jumlah tersebut mengalami kenaikan. Telah terjadi kenaikan yang cukup signifikan selama periode 1 semester  (Desember 2015 s/d Juni 2016/6 bulan) yaitu sebesar Rp.9,323 milyar atau  4%.

Kenaikan tersebut tersebar pada beberapa jenis skema pembiayaan yang diberikan oelh bank syariah  diantaranya:

  1. Skema bagi hasil(Mudharabah dan Musyarakah) memberikan porsi tertinggi yaitu sebesar Rp.6.200 milyar atau 7%.
  2. Skema Piutang (Murabahah, Istisna, Qardh) mengalami kenaikan sebesar Rp.4.219 milyar atau 3%.
  3. Skema sewa (Ijarah) mengalami penurunan angka sebesar Rp.1.096 milyar atau 11% 1.096 Milyar.

Namun jika dilihat secara keseluruhan (bankwide) ternyata Skema Piutang (Murabahah, Istisna dan Qardh) memiliki porsi paling dominan pada sisi pembiayaan (Financing) bank syariah di indonesia yaitu sebesar Rp.131.058 milyar atau 59%, ini berarti bahwa lebih dari separuh pembiayaan yang diberikan bank syariah pada sektor rill masih di dominasi oleh skema Piutang (Murabahah, Istisna dan Qardh). Porsi Financing pada skema bagi hasil (Mudharabah dan Musyarakah) hanya tercatat sebesar Rp.82.715 milyar atau 39%. Sedangkan Skema Piutang Sewa (Ijarah) hanya sebesar Rp.9.539 milyar  atau  4%.

Rendahnya financing bagi hasil (Mudharabah) atau dominasi pembiayaan nonbagi hasil pada portfolio pembiayaan bank syariah ternyata merupakan suatu fenomena global yang terjadi tidak hanya di perbankan syariah di Indonesia, melainkan juga terjadi di perbankan syariah di seluruh dunia. Lebih jauh lagi, fenomena ini terjadi tidak hanya di bank syariah yang baru atau belum lama berdiri (yang masih dalam masa transisi), melainkan juga terjadi di bank syariah yang sudah cukup lama berdiri (yang sudah dianggap established).

Berdasarkan data tersebut hampir lebih dari separuh pendapatan bank syariah pada financing didapat dari skema piutang (Murabahah, Istisna dan Qardh). Sehingga dapat di jelaskan secara eksplisit bahwa pendapatan bank syariah akan selalu bersipat tetap (karena secara konsep dan implementasi dilapangan bahwa akad piutang Murabahah, Qardh dan Istisna merupakan suatu transaksi dimana keutungan akan ditentukan pihak bank syariah didepan) dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan waktu yang tertera pada masing-masing akad.

Jika hal demikian terus terjadi bank syariah akan mengalami kesulitan untuk berkembang dan bersaing hal tersebut dikarenakan operational cost akan selalu meningkat. Skema bagi hasil (Mudharabah dan Musyarakah) merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan pendapatan bank syariah dalam menjalankan aktifitas bisnisnya. Karena keuntungan yang didapat bank sangat ditentukan pada keberhasil usaha nasabah yang di berikan modal artinya jika usaha nasabah mendapatkan laba besar maka bank syariah akan mendapatkan keuntungan yang sama sesuai porsi yang telah ditentukan. Dalam hal ini bank syariah dituntut untuk lebih selektif dan melakukan analisa mendalam terhadap sektor rill yang diberikan modal usaha.

Namun pada pelaksanaanya porsi skema bagi hasil pada bank syariah di Indonesia belum menunjukan angka yang besar jika dibandingkan dengan skema Piutang, kendala terhadap perkembangan skema bagi hasil (Mudharabah) inilah yang perlu mendapat perhatian kalangan industri perbankan syariah.

Konsep Mudharabah

Mudharabah (Antonio, 2009) berasal dari kata Dharb yang berarti memukul atau berjalan. Pengertian memukul atau berjalan ini lebih tepatnya adalah proses seseorang memukulkan kakinya dalam menjalankan usaha. Mudharabah (As-Shami dan Al-Muslihlih, 2008) atau penanaman modal di sini artinya adalah menyerahkan modal uang kepada orang yang berniaga sehingga ia mendapatkan prosentase keuntungan. Bentuk usaha ini melibatkan dua pihak, pihak yang memiliki modal namun tidak bisa berbisnis, dan pihak yang pandai berbisnis namun tidak memiliki modal. Melalui usaha ini, keduanya saling melengkapi.

Transaksi  penanaman dana (Tarmizi, 2016) oleh pemilik dana (Shahibul Maal) kepada pengelola (mudharib) untuk melakukan usaha tertentu dengan pembagian hasil berdasarkan nisbah yang dispakati oleh kedua pihak, sedangkan kerugian modal hanya ditanggung oleh pemilik dana. Transaksi Mudharabah dimana para pemilik dana terdiri dari jumlah orang banyak yang memberikan dananya untuk dikembangkan oleh pihak kedua (bank) pada sektor yang dianggap mendatangkan laba, terkadang sektornya tertentu. Para pemilik dana memberikan izin kepada pengelola untuk mengembangkan dana mereka mmenjadi satu, termasuk dana pengelola. Dan pengelola memberikan izin kepada para pemilik dana menarik seluruh dana mereka atau sebagainya berdasarkan persyaratan tertentu.

Praktik mudharabah (Jaribah, 2010) adalah bila seseorang menyerahkan harta kepada orang lain untuk dikelolanya, dan keuntungan dibagi di antara keduanya sesuai kesepakatan berdua. Dalam mudharabah modal (Rodhoni dan Hamid, 2008) hanya berasal dari satu pihak, karenanya masing-masing pihak harus menjaga kejujuran untuk kepentingan bersama dan harus disadari betul oleh masing-masing pihak bahwa setiap bentuk kecurangan dan ketidakadilan pembagian pendapatan dapat menimbulkan kerusakan pada ajaran Islam.

Kesimpulan dan rekomendasi

Kecilnya jenis pembiayaan mudharabah dan musyarakah dibanding dengan pembiayaan jual beli (piutang), disebabkan karena 2 hal, pertama terbatasnya manajer investasi di bank syariah, kedua memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi. Untuk mengatasi kondisi seperti ini diperlukan sumber daya insani yang memadai yang dapat menangani pembiayaan mudharabah dan musyarakah secara menyeluruh sehingga dapat mengeliminir risiko yang ditimbulkan dan memberikan keyakinan kepada bank bahwa pembiayaan yang disalurkannya dapat dikembalikan sesuai dengan akad yang telah disetujui bersama.




WHEN IS THE BEST TIME FOR YOU TO WRITE? By Ignatius Septo Pramesworo

WHEN IS THE BEST TIME FOR YOU TO WRITE?

By Ignatius Septo Pramesworo

 

Some people have been forcing themselves to have time for writing. I think if a person is used to have his own schedule for his activity he will then know his rhythm day by day. It is amazing, isn’t it? I think we should have our own time to write. It will be good if it can be a habit for us. We will be forced by ourselves to write. Yap, motivation is needed when we have to face something that we want to do or to get. Although it is something that you like, and especially the one that you do not like.

 

Good times for writing for me are in the hours, for example:

  • When I do not have a class to teach in the morning,
  • When I finish my class in the evening,
  • When I am in the weekend, and
  • When I wake up and, finish take a bath, and have my breakfast.

Ya, my time for writing is still for now and then, I have not specific time for writing.

 

However, I think all my writing activity can increase my energy and my motivation. I can share my emotion and problems through writing. Sometimes when I write my creativity comes continuously. I never think that my writing time is time consuming, because it really helps me,

 

Writing is like praying for me. If I do not pray in my day, I feel that there is something empty in me. I can even write in my late time, after all my daily activity is completed. May be while my neighbors are asleep I try to keep on writing.

 

Good luck. God bless us always.




WHAT DO I HAVE TO PERFORM WHEN I WRITE? By Ignatius Septo Pramesworo

WHAT DO I HAVE TO PERFORM WHEN I WRITE?

By Ignatius Septo Pramesworo

 

When I start writing simple thing, I must push myself that I write something unimportant. However, it seems unimportant but it may be difficult because when you write your mind goes around the world. No, your mind or my mind can go everywhere. Therefore I should focus on one thing. It is better because it helps me. I can be helped because my idea can be explained orderly.

 

Many people think, just because they’ve read a lot of writing-they sure write they can write an easy. May be this idea can be right for some people but for others this idea cannot be applied. The problem of writing is on you. If you have the idea and you do want to write. Let’s get a piece of paper, a laptop, or a computer to write. If you do not do that, your idea can go away and you will forget. Yah, the motivation and effort for writing are needed fully if you want to be a writer, at least memo writer.

 

As stated in my previous writings, there are many points to consider in starting a creative writing. The structure of the writing, the “spirit”, the groove, and the grammar are a set of components that cannot simply be obtained without the practice. You can read a lot of books, writing, or other reliable sources, but if you do not practice, your writing will not become better.

 

As a writer myself, I should be able to actively turn on my soul, thoughts, feelings, following the imagination and sensitivity in a variety of circumstances. Not only that, a writer must also have extensive knowledge and viewpoints. Yes, in the first time I should start to practice my skills by writing from the outset. Anything. I start from simple things. The topic can be in written form as simple as diaries, notes, blogs, poems, and so forth. Do it and make it a habit to write every day, though no more than ten minutes.

 

Sometimes I let my inspiration and imagination run wild. This is what makes a writer still “alive”. I think if I am short of ideas, I can look for inspiration by reading, going out, traveling, following community events, concerts, art exhibitions, anything! Do not forget I like eating. My ideas are related to the culinary places that I have ever visited. Yah I like eating. Do you want to treat me.

 

I have an experience that can be useful. When we have problems to formulate our ideas, we can outsmart by carrying pocket notes. Take note of it wherever we go. Make a note in there, everything that I think is interesting.




What’s that creative writing? How do I get started? By Ignatius Septo Pramesworo

What’s that creative writing? How do I get started?

By Ignatius Septo Pramesworo

 

They have already been out in the world of authorship certainly familiar with this term. Not just giving information, creative writing process itself is intended to reveal the thoughts, feelings, and emotions of the author in a way that is unique, imaginative, poetic even. Therefore, creative writing is more suitable for use in fiction short stories, novels, poetry, and nonfiction writing such a biography.

 

In the process, creative writing often become the scourge of many people. Writing for some people, as an scientific activity, is difficult, really. Moreover, but, if it is peformed in a leisure time, it should be coupled with creativity. However, when living, creative writing is a fun job. There is always a satisfaction that will come, when a finished article, and especially, if it is certainly appreciated by others. Then how to start a creative writing?

 

Exercise and Exercise

 

It seems that writing is a trivial activity but it is difficult when it is done. Many people think, just because they’ve read a lot of writing-they sure write just easy. If we read Denny Siregar’s writing, we are going to be amazed how and what article he writes.

 

We also must understand, there are many points to consider in starting a creative writing. The structure of the writing, “spirit” and a groove, The grammar is another point.  Grammar is a set of components that can not simply be obtained without the practice. You can read a lot of books, or a lot of writings from other reliable sources. But if you do not practice, your writing will not become better.

 

The author himself should be able to actively turn on the soul, thoughts, feelings, following the imagination and sensitivity in a variety of circumstances. Not only that, the writer must also have extensive knowledge, expereince and viewpoints. However, we should not discourage ourselves. Keep on writing. Begin to practice your skills by writing from the outset. Anything. Can be in written form as simple as diaries, comments, notes, blogs, poems, and so forth. Do it and make it a habit to write every day, though no more than ten minutes.

 

I have tried my own. I have been writing for tripadvisor club. You could see and understand how and why I write this idea. Can you imagine? I just write one paragraph and they (readers) or even the management of the restaurants will also give the comments. I am full of spirits because I KNOW that my writings are read and appreciated. Let’s write.

 

God bless us always.




HOW COULD YOU PERFORM SIMPLE AND CREATIVE WRITING? By Ignatius Septo Pramesworo

HOW COULD YOU PERFORM SIMPLE AND CREATIVE WRITING?

By Ignatius Septo Pramesworo

 

As written in my previous articles related to not be afraid to write, you could read my simple articles. I say they are simple because they are only a less than 100 word paragraph. The main point of writing simple paragraph is you must do, you must practice, and you must exercise. I do not care about my writings. I do not care whether the sentences have typo mistakes, grammar and vocabulary problems. Or I do not think my problems related to the content. As I mentioned, I write when I want to write, and I finally I could push myself to write. Let’s write.

 

The ideas below are my simple creative and simple writings. I create , write and send my writings to tripadvisor. According to https://www.tripadvisor.com/PressCenter-c6-About_Us.htmlTripAdvisor® is the world’s largest travel site**, enabling travelers to unleash the potential of every trip. TripAdvisor offers advice from millions of travelers and a wide variety of travel choices and planning features with seamless links to booking tools that check hundreds of websites to find the best hotel prices. TripAdvisor branded sites make up the largest travel community in the world, reaching 390 million average monthly unique visitors*, and reached 435 million reviews and opinions covering 6.8 million accommodations, restaurants and attractions. The sites operate in 49 markets worldwide. TripAdvisor: Know better. Book better. Go better.

TripAdvisor, Inc. (NASDAQ:TRIP), through its subsidiaries, manages and operates websites under 24 other travel media brands: www.airfarewatchdog.com, www.bookingbuddy.com, www.citymaps.com, www.cruisecritic.com, www.familyvacationcritic.com, www.flipkey.com, www.thefork.com (including www.lafourchette.com, www.eltenedor.com, www.iens.nl, www.besttables.com and www.dimmi.com.au), www.gateguru.com, www.holidaylettings.co.uk, www.holidaywatchdog.com, www.housetrip.com, www.independenttraveler.com, www.jetsetter.com, www.niumba.com, www.onetime.com, www.oyster.com, www.seatguru.com, www.smartertravel.com, www.tingo.com, www.travelpod.com, www.tripbod.com, www.vacationhomerentals.com, www.viator.com, and www.virtualtourist.com.

*Source: TripAdvisor log files, average monthly unique visitors, Q3 2016

**Source: comScore Media Metrix for TripAdvisor Sites, worldwide, July 2016

Septo, terima kasih telah meluangkan waktu untuk menulis ulasan

TripAdvisor members@e.tripadvisor.com

Jutaan ulasan untuk membantu Anda

merencanakan dan memesan perjalanan impian

Terima kasih atas kontribusi terbaru Anda, Septo Pramesworo! Kami akan memberi tahu Anda setelah kontribusi tersebut dipublikasikan.

Come read what you wrote on TripAdvisor
Congratulations! Your review has just been published and travelers are already taking advantage of your insight. Have a look.
Satoo
Surprise Surprise
  10/03/2016
Yesterday on Monday I was So Surprised with the idea of Satoo
Satoo has a crazy Monday. We got discount for eating at Satoo
Hopefully as the customer of Satoo I ws quite disappointed, Satoo never showed and published this excellent idea to its fanatic customers. Please Satoo, be friendlier and be more closer with your own customer. Inform us your attractive offer to us. Your beloved customers.

  • Mengunjungi pada April 2016

Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.

Lihat semua ulasan Anda

SLJDMM, General Manager di Satoo, merespons ulasan ini, Oktober 5, 2016

Dear Septo P,

Thank you your continuous support.
SATOO Crazy Monday is indeed one of our most popular program and we have previously communicate it through our social media.
Your feedback is valuable to us. Please be assured that your feedback has been shared with our Communications team for improvement in the future.
Meanwhile, I encourage you to follow our social media on Facebook, Instagram, Twitter and also LINE messenger @shangrilaid to be updated with our latest programs.
We look forward to welcoming you back to SATOO in the future.

With Best Regards,

Juergen Doerr
General Manager

Laporkan tanggapan sebagai tidak patut

Tanggapan ini adalah opini subjektif dari perwakilan manajemen, bukan dari TripAdvisor LLC.
https://www.tripadvisor.co.id/ShowUserReviews-g294229-d798449-r424865680-Satoo-Jakarta_Java.html#

“Ta Wan Gandaria City Mall needs improvement in services”

Diulas 1 minggu yang lalu

I really love Ta Wan. At least I bring my family there twice in a month, whereas with my friend I eat there also once in a month. Ta Wan has been spread out all over my “places” and it usually connects with my life. Ha3x, a little bit lebay ya, but yes. Ta Wan in Gandaria City Mall is near with my sister’s house therefore we always eat there. We are 6 of us usually go there and order minimum 8 different kinds of food. Therefore I know mostly their food. Last Sunday, 11 December we went there unfortunately we ate there at there busy time, and we found the staff needed being helped and became slower. One of the food we ordered was seafood friend rice. It came the last and the condition was cold, so the taste was not so nice when it was hot. Ya, I think Ta Wan in every place, at the busy hour, needs improvement. Good luck Ta Wan.

Mengunjungi pada Desember 2016

Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
https://www.tripadvisor.co.id/ShowUserReviews-g294229-d3844488-r443921440-Gandaria_City_Mall-Jakarta_Java.html#

 

Hai Septo
Berikut informasi terbaru bulanan Anda. Lihat pertambahan kontribusi Anda dan manfaatnya bagi wisatawan lain. Selain itu, dengan TripCollective, Anda dapat mengumpulkan poin untuk meraih tingkat baru sekaligus mendapatkan lencana!
15
ulasan
2.237
pembaca
1
penilaian bermanfaat
1.555
Poin total
tingkat
Pembaca Anda berasal dari
  60% Indonesia  
  6% Malaysia  
  5% Singapura  
  28% negara lain  
Ulasan Anda yang terpopuler
“Jalan jalan ke Surabaya Fle…”
Pasar Loak di Jalan Surabaya
1,082
pembaca
Diulas 26/8/2016

 

 

Selamat! Berikut yang baru saja Anda peroleh:

Master Restoran Level 4

Skor total Anda

1.560 poin

Pertahankan prestasi Anda

Hanya perlu 3 ulasan restoran untuk mendapatkan lencana Anda yang berikutnya: Master Restoran Level 5

Tambah Ulasan Baru

Selamat, Septo!
Anda masuk dalam 25% besar
Dengan 2.994 pembaca, Anda adalah salah satu pengulas terpopuler di Jakarta. Terus sampaikan opini Anda. Selain itu, setiap ulasan akan dihitung untuk meraih tingkat berikutnya di TripCollective, yakni program pengakuan kami untuk kontributor.



Pertumbuhan Publikasi Indonesia (1949-2015)

Buku Kekuatan 50 Institusi Ilmiah Indonesia. Unduh di Kopertis 12 atau dropboxnya