Density Based Methods

Density Based Methods

Merupakan metode yang dikembangkan berdasarkan density (kepadatan) tertentu.  Metode ini menganggap cluster sebagai suatu area yang berisi objek-objek yang padat/sesak, yang dipisahkan oleh area yang memiliki kepadatan rendah (merepresentasikan noise).

1.      DBSCAN : A Density-Based Clustering Method Based on Connected Regions with Sufficiently High Density

DBSCAN (Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise), algoritma menumbuhkan area-area dengan kepadatan yang cukup tinggi ke dalam clustercluster and menemukan clustercluster dalam bentuk yang sembarang dalam suatu database spatial yang memuat noise. DBSCAN mendefinisikan cluster sebagai himpunan maksimum dari titik-titik kepadatan yang terkoneksi (density-connected). Semua objek yang tidak masuk ke dalam cluster manapun dianggap sebagai noise.

Prinsip-prinsip dasar dari metode density based clustering adalah sebagai berikut :

  • Neighborhood yang terletak di dalam radius Ө disebut –neighorhood dari objek data.
  • Jika –neighborhood dari suatu objek berisi paling sedikit suatu angka yang minimum, MinPts dari suatu objek, objek tersebut disebut core objek.
  • Suatu objek p adalah density reachable dari objek q dengan respek ke dan MinPts dalam suatu set objek D jika terdapat suatu rantai objek p1, p2,…,pn, dimana p1 = q dan pn = p, di mana pi+1 density reachable secara langsung dari pi dengan respek ke dan MinPts, untuk 1 £ i £ n, pi anggota D.
  • Suatu objek p adalah density connected ke objek q dengan respek ke dan MinPts dalam suatu set objek D jika terdapat suatu objek o anggota D di mana ke dua p dan q adalah density reachable dari o dengan respek ke dan MinPts.

DBSCAN menemukan clustercluster dengan cara :

  • DBSCAN menelusuri clustercluster dengan memeriksa –neighborhood dari tiap-tiap point dalam database. Jika –neighborhood dari point p mengandung lebih dari MinPts, cluster baru dengan p sebagai core object
  • Kemudian DBSCAN secara iteratif mengumpulkan secara langsung objek-objek density reachable dari core object tersebut, di mana mungkin melibatkan penggabungan dari beberapa cluster-cluster density reachable.

 

2.      DENCLUE : Clustering Based on Density Distribution Functions

DENCLUE (Density Based Clustering) adalah merupakan metode clustering yang berdasarkan suatu set fungsi distribusi density. Metode ini dibangun dengan beberapa ide antara lain :

  • Pengaruh tiap-tiap data point dapat secara formal dimodelkan dengan menggunakan fungsi matematika, yang disebut influence function, yang menyatakan pengaruh dari data point terhadap neighborhood-nya.
  • Keseluruhan density dari space data dapat dimodelkan secara analitik sebagai jumlah influence function dari semua data point.
  • Cluster-cluster kemudian dapat ditentukan secara matematik dengan mengidentifikasi density atractor (penarik), yang mana density atractor adalah maksimum lokal dari seluruh density function.

 

Fitur – Fitur Utama Metode DENCLUE :

  • Secara total berdasarkan matematika
  • Baik untuk sekumpulan data yang mmuat banyak noise
  • Selalu mengikuti deskripsi matematik untuk sembarang bentuk cluster dalam data berdimensi tinggi
  • Lebih cepat dibandingkan metode yang lain (DBSCAN)
  • Membutuhkan banyak parameter

 

Referensi:

  • Han, Jiawei & Kamber, Micheline, Data Mining – Consepts and Techniques, Simon Fraser University, USA : Morgan Kaufmann, 2001.
  • jbptunikompp-gdl-selvialore-23379-14-14.perte-s

 




PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI…

Kontribusi Utama Kemristekdikti yang Diharapkan Pemerintah dan Kondisi Pendidikan Tinggi Sekarang menjadikan  Prioritas Sasaran Strategis Kemristekdikti untuk :

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI

Tahun 2015 – 2019

 

Sumber : Ristekdikti Maret 2017




Parts of Speech in English language

Since I already wrote once about sentence pattern or sentence structure, I think it’s going to be interesting to discuss the continuation of it or at least things related with it.

So Folks, many times we hear the word sentences mentioned in our world of languages. Then we should have known that sentences consist of many words, yup! Words! In English language the word classes or categories are well known as Parts of Speech.
In English, there are 8 Parts of Speech that we usually learn or know.
1. Verb
2. Noun
3. Adjective
4. Adverb
5. Pronoun
6. Preposition
7. Conjunction
8. Interjection

Knowing those parts of speech well is really important since each of them has different function when we use them in our sentences. Therefore when we learn grammar, not only English I believe, also other languages even our own mother tongue, if we know the parts of speech well then we will be better in using languages we learn.

How well do you know English parts of speech? Dictionary will help you a lot an in understanding them and practicing using them or reading a lot will help us get familiar with the functions of those parts of speech. Later in my other writings I will try to discuss some very important parts of speech, but if you are curious you can just read the material on many sources on the Internet or books.




Membuat Aplikasi Peta Wisata Bandung berbasis Android menggunakan AppInventor

Hello World …

Mari kita membuat aplikasi “Peta Wisata Bandung” dengan menggunakan AppInventor

Ketik ai2.appinventor.mit.edu di browser untuk membuka aplikasi app inventor.
Klik “Create” button pada App Inventor website.
Log in to App Inventor dengan gmail (atau google) user name dan password.
Klik “Continue” untuk menutup splash screen.
Start new project.
Beri nama project dengan “Peta Wisata Bandung”.
Sekarang kita berada pada layar Designer.

Buat tampilan seperti di bawah ini pada layar Designer :

 

Buat Code Blocks:

 

Jika sudah selesai, connect dengan menggunakan AI Companion, Emulator atau USB untuk melihat hasil output aplikasi yang telah kita buat.

Jika sudah selesai dan tidak ada error klik build aplikasi untuk install file apk ke device smartphone atau tablet android.

Aplikasi Peta Wisata Bandung sudah terinstall dan dapat digunakan di smartphone atau tablet kita.

 

 

Happy Coding ..




MENYIAPKAN TANGGA MERAIH SUKSES

MC. Oetami Prasadjaningsih*

Dosen FEB  ABFII Perbanas Jakarta, Psikolog interest Psikologi Positif.

 

 

Setiap orang selalu memimpikan hidup sukses. Ketika seseorang ditanyakan kepadanya perihal  suskes itu seperti apa? Beragam respon pasti keluar: kelak bisa berguna bagi orang lain, bisa membeli sebuah rumah, bisa punya keluarga yang sakinah, bisa menuntaskan anak-anak yang dititipkan, bisa jalan-jalan keliling negara,   dan pasti banyak ungkapan akan dipaparkan.

Ada banyak cara mengajarkan untuk berhasil, tapi tidak banyak cara mengajarkan untuk bahagia. Manakah yang akan dipilih menyiapkan tangga sukses kita dan keluarga ?

Sesungguhnya faktor apa yang bisa berkontribusi untuk mendapatkan arah kuat meraih mimpi kesuksesan kita?.  Sekolah dengan gigih dan usaha keras selalu ditanamkan sejak kecil, dan tak jemu-jemunya selalu diingatkan oleh orang tua dan guru atau lingkungan saat itu untuk tidak menyontek, belajar yang rajin, tekun, tidak mengakali teman. Kata jujur dan disiplin, selalu belajar keras, harus fokus, semangat,  aktif, perlu luwes, harus siap bersaing adalah kata yang akrab terdengar di telinga saat kita menempuh pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.  Jika kita flash back, apa yang didengungkan orang tua dan guru-guru zaman lima-enam puluhan ternyata masih up date dengan kekinian di era digital , sekalipun sudah silih berganti generasi. Sebuah penelitian yang dilakukan  yang dilakukan tahun 2012, Thomas J Stanley, di USA, secara kualitatif dimana awalnya mendapatkan 200 ribu milliorner sukses, lalu disaring lebih ketat kadar kebahagiaannya melalui beberapa parameter bisnis dan keluarganya  (: yakni yang kaya, bisnisnya luar biasa, menikmati hidup dan keluarganya beres), selanjutnya hanya terpilih dan dilakukan wawancara secara mendalam terhadap 200 millioner saja.  Mereka adalah  yang rata-rata telah berumur dan kaya bukan dari warisan tetapi dari modal zero,  diperoleh gambaran gaya hidupnya  sebagai berikut: ( ditulis dalam buku Millioner Mind)

  1. Bergaya hidup hemat
  2. Anti hutang
  3. Loyal terhadap pasangan
  4. Hidup dalam damai sejahtera Tuhan
  5. Berpikir man of production (mencari peluang)
  6. Berintegritas, disiplin
  7. Bisa membagi aktivitas untuk urusan profan dan Tuhan
  8. Percaya akan Tuhan, tekun ibadah
  9. Religius ( Belajar mendengarkan suara Tuhan, minta bimbingan Tuhan dalam berbisnis)
  10. Tuhan adalah mentornya.

Selanjutnya, Thomas J Stanley  menelaah lebih seksama di tahun 2016 meyampaikan urutan utama faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan orang ternyata kecerdasan intelektual menempati urutan ke 21, bersekolah di dekolah favorit urutan ke 23, dan IPK pada urutan ke 30. Sepuluh faktor utama sukses adalah:

  1. Kejujuran
  2. Disiplin
  3. Gaul, mempunyai good interpersonal skill
  4. Dukungan dari pasangan hidup
  5. Bekerja lebih keras dari yang lain
  6. Mencintai apa yang dikerjakan
  7. Good and strong leadership
  8. Semangat dan berkepribadian kompetitif
  9. Good life management
  10. Ability to sell idea & product

Disinilah kita diyakinkan bahwa konsep” pinter”/pandai bermakna luas, tidak cukup di kelas namun keluasan dan keluwesan berteman menjadi modal penting untuk survive. Tongkrongan dan ngobrol dengan kalangan beragam yang kadang dipandang sebelah mata dan sering dianggap  tidak berfaedah, pada suatu waktu  memberi sumbangan pada pandangan atau kemunculan  gagasan dalam berpikir, mematangkan cara memilih pasangan hidup, belajar memimpin dan dipimpin orang lain, mempunyai “mirror” dari banyak pengalaman teman-teman.

Makna belajar saat ini juga tak dapat diabaikan dari teknologi, belajar dapat diperoleh  dari dunia bumi dan maya. Perubahan yang amat cepat harus disikapi dengan pengelolaan diri yang semakin kuat, kapan harus tekun tugas, bersantai, dan kapan berselancar di alam maya yang bermakna. Kebiasaan mengelola diri tidak selalu tiba-tiba “menjadi” baik tetapi berproses, kadang harus terbentur dan jatuh bangun, butuh sahabat/orang lain yang kadang menjadi reminder kita, bahkan ada kalanya  terhimpit karena keadaan. Jadi jangan terlalu khawatir kalau kita tidak menjadi 10 besar di kelas, atau IPKnya tidak hebat bahkan tidak cum laude, tetaplah berjuang karena  anak tangga  sukses dapat dipilih.

Ubahlah Madesu: Masa Depan Susah menjadi Madesu: Masa Depan Sukses. Salam perjuangan, tetap optimis.

 




LOGICAL FRAME APPROACH ( L F A )

Log Frame Approach  adalah suatu pendekatan perencanaan program / proyek yang disusun secara logis dengan menggunakan indicator yang jelas.  LFA pertama kali dikembangkan oleh Konsep Praktis Didirikan pada tahun 1969 untuk Badan Amerika Serikat untuk Pembangunan Internasional (USAID) untuk membantu desain dan penilaian proyek. 

Dalam hal ini diberikan suatu contoh program penyaluran kredit bank oleh Bank Pembangunan Daerah XYZ. Log Frame mengikuti konsep Monev, dimana penyusunannya secara matriks. Terlebih dulu dibuat logika IF, AND THEN. Hal itu dapat dijelaskan sebagai berikut :

IF Menerima berkas PermohonanKredit, AND asumsi Ada berkas permohanan kredit,

THEN buat Laporan Permohonaan Kredit

IF Laporan kredit sudah dibuat, AND Berkas dan kelengakapan dokumen memenuhi,

THEN Bertambahnya permohonan kredit yang diterima

IF Permohonan Kredit bisa diterima, AND Proses Permohonan Kredit Selesai,

THEN Melakukan Analisa kredit.

 

IF Melaksanakan Analisa Kredit, AND Berkas permohonan yang akan di analisa,

THEN Hasil Analisa kredit diselesaikan.

IF Hasil Analisa Kredit diselesaikan, AND Verifikasi dan checking sudah dilakukan,

THEN Bertambahnya jumlah hasil analisa kredit.

IF Jumlah Hasil Analisa kredit bertambah,  AND Proses Analisa Kredit Selesai,

THEN Melaksanakan Persetujuan Kredit

 

IF Melaksanakan Persetujuan Kredit,  AND Ada hasil Analisa Kredit,

THEN Membuat Persetujuan Kredit

IF Membuat Persetujuan Kredit,  AND Pemenuhan kelengkapan dokumen

THEN Bertambahnya jumlah Persetujuan Kredit

IF Bertambahnya Persetujuan Kredit,  AND Proses persetujuan Kredit selesai,

THEN Melaksanakan Pemantauan Kredit

 

 

IF Melaksanakan Pemantauan Kredit,  AND Persetujuan kredit sudahdilakukan

THEN Dilakukannya pemantauan kredit

IF Melakukan Pemantauan Kredit,  AND Pembukuan kredit sudah dilakukan

THEN Bertambahnya jumlah pelaksanaan pemantauan kredit

IF Bertambahnya jumalh hasil pemantaunkredit,  AND Proses Pemantauan Kredit selesai,

THEN Melaksanakan Pelunasan Kredit

 

IF Melaksanakan Pelunasan Kredit,  AND Bukti hasil pemantauan Kredit,

THEN Membuat Persetujuan Kredit

IF Diselesaikannya Pelunasan  Kredit,  AND Pemantauan kredit sudah dilaksnakan

THEN Bertambahnya jumlah Pelunasan Kredit

IF Bertambahnya hasil pelunasan kredit,  AND Proses Pelusanan Kredit diselesaikan,

THEN  Tujuan Bisnis Pemberian kredit tercapai (Meningkatnya kualitas pemberian kredit Bank dengan NPL < 5%)

 

Selanjutnya berdasarkan logika diatas, maka  matriks monitoring dan evaluasi kredit perbankan pada Bank XYZ, dibuat seperti yang ditunjukan pada gambar dibawah ini :

 

 

Structure

 

 

Objectively  Verifiable Indicator ( OVI )

 

      Means of Verification          ( MOV)

 

Assumptions

GOAL / IMPACT

Meningkatnya Kualitas Pemberian Kredit Bank   ( NPL < 5% ) Terselesaikannya pelunasan kredit nasabah sehingga berpengaruh terhadap NPL  

Rasio NPL

PURPOSER / OUTCOME

Bertambahnya jumlah kredit yang dilunasi Jumlah pelunasan kredit Laporan  Pelunasan Kredit Proses Pelunasan Kredit terselesaikan
Bertambahnya pelaksanaan pemantauan kredit Jumlah  pelaksanaan pemantauan kredit yang baik dan lancar Laporan  Pelunasan Kredit Proses Pemantauan Kredit diselesaikan dengan baik
Bertambahnya jumlah Persetujuan Kredit Jumlah Persetujuan Kredit Laporan  Pelunasan Kredit Proses Persetujuan Kredit terselesaikan
Bertambahnya hasil analisa kredit yang selesai Jumlah  Hasil Analisa kredit yang selesai Laporan  Pelunasan Kredit Proses Analisa Kredit terselesaikan
Bertambahnya permohonan kredit yang bisa diterima Jumlah Permohonan Kredit Laporan  Permohonan Kredit Proses permohonan kredit terselesaikan

OUTPUT

Diselesaikannya pelunasan kredit 100 % Pembayaran kredit Dokumentasi Pelunasan Pemantauan Kredit sudah dilaksanakan
Dilakukannya pemamtauan kredit Pembukuan kredit berjalan lancar Dokumentasi pembukuan kredit Pembukuan Kredit sudah dibuat
Dibuatnya Surat persetujuan kredit Terpenuhinya kelengkapan dokumen Surat persetujuan Kredit Pemenuhan kelengkapan dokumen
Selesainya hasil analisa kredit Hasil verifikasi dan cheking Dokumentasi hasil analisa kredit Verifikasi dan checking sudah dilakukan
Laporan berkas permohonan kredit Pemenuhan berkas permohonan selesai Dokumentasi kelengkapan dokumen Berkas dan kelengakapan dokumen memenuhi

ACTIVITY

Menerima Pelunasan Kredit Pembayaran akhir kredit selesai Dokentasi Hasil Pemantauan Bukti Hasil Pemantauan Kredit
Melaksanakaan Pemantauan Kredit Pembukuan Kredit lengkap Pembukuan Kredit lengkap Surat Persetujuan Kredit sudah dibuat
Melaksanakan Persetujuan Kredit Peryaratan Analisa Kredit Bukti Analisis Kredit Adanya Hasil Analisa kredit
Melakukan Analisa kredit Verifikasi data dan dokumen OTS, BI Checking, Trade Checking Berkas permohonan yang akan di analisa
Menerima berkas PermohonanKredit Persyatan Pemberian Kredit Identitas Debitur, Perizinan, Keuangan, Copy Agunan Ada berkas permohanan kredit bank

 




Information economics

Information economics atau Ekonomika Informasi adalah cabang dari Ekonomi Mikro yang mempelajari bagaimana informasi dan sistem informasi mempengaruhi ekonomi dan keputusan ekonomi. Informasi memiliki kharakteristik khusus: sangat mudah untuk menciptakan tetapi sulit untuk percaya. Sangat mudah untuk menyebarkan tetapi sulit untuk dikontrol. Ini mempengaruhi banyak keputusan.Ciri-ciri khusus ( seperti membandingkan jenis barang lain ) sangatlah “complicated” dengan banyak teori standard ekonomi (Allen, 1990)

Subjek ” information economics ” diperlakukan bawah Journal of Economic Literature kode klasifikasi JEL D8 – Information, Knowledge, and Uncertainty. Arikel terkini ini mencerminkan topik yang termasuk dalam kode tersebut. Ada beberapa subbidang ekonomi informasi. Informasi sebagai sinyal telah digambarkan sebagai semacam ukuran negatif dari ketidakpastian (Arrow, J.K., 1996) . Ini mencakup pengetahuan yang lengkap dan ilmiah sebagai kasus khusus. Wawasan pertama di bidang ekonomi informasi yang berkaitan dengan ekonomi barang informasi.

Dalam beberapa dekade terakhir, telah ada kemajuan berpengaruh dalam studi asimetri informasi (Wilson, 2008) dan implikasinya terhadap teori kontrak, termasuk kegagalan pasar sebagai suatu kemungkinan (Ledyard, 2008)

Ekonomi informasi secara resmi terkait dengan teori permainan sebagai dua jenis yang berbeda dari permainan yang mungkin berlaku, termasuk game dengan informasi sempurna (Mycielski, 1992), informasi yang lengkap (Brandenburger, 2008) dan informasi yang tidak lengkap (2008 Heifetz.) metode eksperimental dan teori permainan telah dikembangkan untuk model dan menguji teori-teori ekonomi informasi, (Lippman, dan call, 2001) termasuk aplikasi kebijakan publik yang potensial seperti desain mekanisme untuk memperoleh informasi-sharing dan perilaku sebaliknya meningkatkan kesejahteraan (Myerson, 2008)

Titik awal untuk analisis ekonomi adalah pengamatan bahwa informasi memiliki nilai ekonomi karena memungkinkan individu untuk membuat pilihan yang menghasilkan hadiah yang diharapkan lebih tinggi atau utilitas yang diharapkan dari mereka akan mendapatkan dari pilihan yang dibuat dengan tidak adanya informasi




KNOW YOUR CUSTOMER (KYC)

Pengertian Know Your Customer

Know Your Customer Principles (KYCP) adalah prinsip yang diterapkan bank untuk mengetahui identitas nasabah, memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan dan sudah menjadi kewajiban bank untuk menerapkannya. (Sitompul, 2004, hlm. 29.)

Menurut PBI No.3/10/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles), PBI No.3/23/PBI/2001 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia No.3/1/PBI/2001 tentang tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles) dan PBI No. 5/21/PBI/2003 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bank Indonesia No.3/1/PBI/2001 tentang tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles), yang dimaksud dengan Prinsip Mengenal Nasabah adalah prinsip yang diterapkan bank untuk mengetahui identitas nasabah, memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan. Nasabah dalam pengertian di sini adalah nasabah yang menggunakan jasa bank.

Sanksi Bagi Bank

Sesuai PBI tentang KYC dalam hal bank tidak menetapkan dan menyampaikan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah kepada Bank Indonesiadan tidak melaporkan perubahan Pedoman Pelaksanaan Prinsip Mengenal Nasabah selambat-lambatnya 7 hari kerja sejak ditetapkannya perubahan tersebut serta tidak melaporkan kepada Bank Indonesia transaksi yang mencurigakan yang terjadi di bank yang bersangkutan selamba tlambatnya 7 hari kerja sejak transaksi tersebut diketahui oleh bank, dikenakan sanksiberupa kewajiban membayar sebesar Rp.1 juta per hari keterlambatan dan setinggi-tingginyaRp.30 juta.

Disamping sanksi tersebut diatas, terhadap anggota Dewan Komisaris, Direksi atau pegawai bank yang dengan sengaja tidak melaksanakan langkah-langkahyang diperlukan untuk memastikan ketaatan bank terhadap ketentuan dalam Undang-undang Perbankan dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku bagi bank (termasuk PBI KYC), diancam dengan pidana penjara minimal 3 tahun dan maksimal 8 tahun serta denda minimal Rp. 5 miliar dan maksimal Rp.100 miliar (Pasal 49ayat (2) huruf b Undang-undang No.7 tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telahdiubah dengan Undang-undang No.10 tahun 1998).

Apa Yang Hendak dicapai dengan KYC ?

Prinsip mengenal nasabah, tidak sekadar berarti mengenal nasabah secara harfiah tetapi prinsip mengenal nasabah ini menginginkan informasi yang lebih menyeluruh di samping identitas nasabah, yaitu hal-halyang berkaitan dengan profil dan karakter transaksi nasabah yangdilakukan melalui jasa perbankan. Oleh sebab itu, dari segi operasionalperbankan bukan pekerjaan yang mudah untuk melaksanakanprinsip mengenal nasabah ini. Untuk melakukan due diligence atau proses penilaian terhadap nasabah, baik kepada nasabah baru maupun lama tentang asaldana atau sumber dana yang dimilikinya yang disimpan atau akan disimpan di bank tertentu, tanpa membuat dia tersinggung atau tergangguprivacy-nya, bukan pekerjaan mudah. Hal tersebut bisa membuat nasabahtersinggung dan memindahkan dananya ke lembaga investasi yang lain. Dengan demikian, penerapan prinsip mengenal nasabah memerlukan etika dan kebijakan dan prosedur khusus karena pekerjaan ini telah memasuki privacy seorang nasabah atau calon nasabah bank.

Disamping melakukan KYC, salah satu elemen penting dalam mengantisipasi kejahatan pencucian uang (Anti Money Laundering) dan pencegahan internal fraud di dalam dunia perbankan adalah penerapan Know Your Employee. Kebijakan Know Your Employee sebaiknya diterapkan dengan meliputi kebijakan-kebijakan proses rekrutmen, rotasi dan mutasi karyawan, pengaturan cuti karyawan serta kebijakan yang terkait dengan pemberian hadiah dan/atau sumbangan kepada karyawan. Pemantauan perilaku dan gaya hidup karyawan pun diperlukan untuk memastikan bahwa tidak terjadi perubahan yang tidak wajar sehubungan dengan jenis pekerjaan yang dilakukan seorang karyawan

 

Referensi

PBI No.3/10/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles), PBI No.3/23/PBI/2001 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia No.3/1/PBI/2001 tentang tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles) dan PBI No. 5/21/PBI/2003 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bank Indonesia No.3/1/PBI/2001 tentang tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles)

Undang-undang No.7 tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telahdiubah dengan Undang-undang No.10 tahun

Zulkarnain Sitompul (2004). Upaya Mencegah dan  Pemberatas Tindak Pidana Pencucian Uang, Sinar Grafika, Jakarta.




PENGELOLAAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI PERGURUAN TINGGI TAHUN 2017 (EDISI XI)

PENGELOLAAN  PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
DI PERGURUAN TINGGI TAHUN 2017 (EDISI XI)

Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat

 

SEMOGA BERMANFAAT…

 

Sumber : Ristek Dikti




Bank-bank Besar Rusia Diserang Hacker pada November 2016, Ujar : Rusia Cyber Security Service Bank

Bank-bank komersial utama mendapat serangan cyber pada bulan November 2016, kata Dinas Keamanan negara itu, di kantor berita Interfax.

Pemberi pinjaman seperti Sberbank, Rosbank, Alfa Bank, Bank of Moscow, serta Exchange Moskow dan lembaga lainnya merupakan target dari “serangan besar-besaran” oleh hacker antara November 8 dan 14 November kata Wakil Kepala Dinas Keamanan Dmitry Shalkov.

“Analisis menunjukkan bahwa jumlah serangan informasi di sumber informasi resmi Rusia meningkat. Ada 70 juta serangan cyber pada 2016” kata Shalkov dan menambahkan bahwa itu meningkat tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.

Serangan itu dimentahkan oleh layanan cybersecurity bank yang di koordinasikan dengan Dinas Keamanan, kata Shalkov.

Selanjutnya dapat dibaca di :
http://www.news18.com/news/tech/major-banks-attacked-by-hackers-in-2016-says-russian-security-service-1341502.html