Analisis PEARLS: Ukuran Tingkat Kesehatan Koperasi Kredit (Credit Union)

image_print

PEARLS merupakan alat monitoring yang dinamis yang secara terus-menerus akan disesuaikan oleh World Council of Credit Unions (WOCCU) untuk memenuhi kebutuhan Credit Union. Dari sudut pandang manfaat, PEARLS adalah sistem pemantauan tingkat kesehatan Credit Union yang terdiri dari 41 indikator  keuangan kuantitatif. Tiap-tiap indikator mengacu pada prinsip kehati-hatian. Semua indikator diarahkan untuk saling berhubungan dan dapat digunakan sebagai dasar analisis yang cepat, mudah, akurat dan lengkap terhadap kekuatan dan kelemahan keuangan Credit Union. Semua rasio keuangan PEARLS dapat disarikan ke dalam satu halaman informasi.

Beberapa fungsi PEARLS antara lain.

  1. Alat pantau yang dapat membandingkan antar koperasi.
  2. Alat ukur standar kinerja usaha koperasi.
  3. Suatu sarana manajemen
  4. Evaluasi stabilisasi keuangan koperasi.
  5. Merupakan alat manajemen kehati-hatian sebelum merugikan.
  6. Alat untuk mengetahui kelemahan yang perlu diperbaiki.
  7. Merupakan seperangkat rasio/indikator keuangan yang membantu standarisasi.
  8. Secara jelas mendemonstrasikan dimana masalah tersebut berada
  9. Alat yang dapat digunakan untuk membandingkan dan merangking Credit Union dengan berbagai cara, antara lain Kelompok Credit Union, Wilayah Geografi, dan/atau Nasional

Secara khusus, masing-masing komponen PEARLS ditunjukkan pada bagian berikut.

P =      Protection (Perlindungan)

  1. Cadangan Risiko Pinjaman merupakan sumber utama perlindungan. Dana Cadangan Umum dipakai sebagai usaha terakhir.
  2. Tingkat kelalaian kredit berhubungan langsung dengan cadangan risiko pinjaman.
  3. Tiap 3 bulan semua kredit lalai di atas 12 bulan dihapus-bukukan (charge-off).
  4. Pengembalian kredit yang telah dicharge-off dipakai untuk menambah cadangan risiko pinjaman..

E =      Effective Financial Structure (Struktur Keuangan Efektif)

  1. Struktur keuangan merupakan variabel yang sangat penting yang akan mempengaruhi pertumbuhan, tingkat keuntungan, dan efisiensi.
  2. Struktur keuangan secara konstan berubah dan harus dikelola secara cermat, khususnya pada kondisi pertumbuhan yang cepat.
  3. Pola kebijakan harus diterapkan secara ketat.

A =      Asets Quality (Kualitas Aset)

  1. Kualitas aset merupakan variabel utama yang mempengaruhi keuntungan Credit Union.
  2. Tingkat kelalaian kredit harus dihitung dengan tepat dan ditagih dengan tekun.
  3. Simpanan saham, simpanan non-saham, atau hutang tidak boleh dipakai untuk membayar aset yang tidak menghasilkan..

R =      Rates of Return and Costs (Tingkat Pendapatan dan Biaya)

  1. Pendapatan dan biaya berpengaruh langsung pada tingkat pertumbuhan credit union.
  2. SHU terbagi dianggap sebagai biaya berbunga dan pengurangan laba bersih.
  3. Penyisihan Penghapusan Piutang dianggap sebagai bagian biaya operasional.

L =      Liquidity (Dana Likuid)

  1. Kecukupan likuiditas diperlukan untuk menanggulangi penarikan permintaan anggota.
  2. Pemeliharaan tingkat likuiditas memerlukan biaya sehingga perlu ditekan seminimal mungkin.
  3. Induk dan Pusat Koperasi perlu mengatur dan mengelola sistem likuiditas ini.

S =       Signs of Growth (Tanda-tanda Pertumbuhan)

  1. Pertumbuhan mempengaruhi struktur keuangan koperasi sehingga harus dipantau dengan cermat.
  2. Pertumbuhan total aset adalah indikator sangat penting karena mempengaruhi rasio PEARLS lain.
  3. Informasi ekonomi makro dapat dipakai sebagai acuan tingkat pertumbuhan.

Sumber:

http://puskopditbag.org/wp-content/uploads/2014/06/ANALISIS-PEARLS.ppt

http://tentangcreditunion.blogspot.co.id/2012/08/analisis-pearls.html

 

 

About Nicodemus Simu

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *