5 Kriteria Kualitas Kajian Pustaka

Ada lima kriteria dalam menilai kualitas kajian pustaka (literature review)

  1. Ruang lingkup
  2. Sintesis
  3. Metodologi
  4. Signifikansi
  5. Rethorik




Believed or Not

*Di Jepang, seseorang lebih ditentukan oleh golongan darah daripada zodiak atau shio.*

*Kenapa,..?*
Krn golongan darah itu ditentukan oleh protein-protein tertentu yang membangun semua sel di tubuh kita dan oleh karenanya juga menentukan psikologi

*SIFAT ORANG dari Gol Darah SECARA UMUM*

A : terorganisir, konsisten, jiwa kerja-sama tinggi, tapi selalu cemas karena sifatnya yang perfeksionis.
B : Santai, easy going, bebas, dan paling menikmati hidup.
O : berjiwa besar, supel, gak mau ngalah, alergi pada yg detil.
AB : unik, suka hal aneh, banyak akal, berkepribadian

*Yang paling susah mentolerir kesalahan orang :*
1. A (karena perfeksionis dan narsismenya terlalu besar)
2. B (karena easy going tapi juga easy judging/gampang menghakimi)
3. AB (karena asal beda)
4. O (karena judging tapi juga easy pardoning/gampang memaafkan)

*Yang paling bisa dipercaya :*
1. A (krn konsisten dan taat hukum)
2. O (demi menjaga balance)
3. B (demi menjaga kenikmatan hidup)
4. AB (mudah ganti frame of reference)

*Yang paling disukai utk jadi teman :*
1. O (orangnya sportif)
2. A (selalu tepat waktu)
3. AB (kreatif)
4. B (tergantung mood)

*MENYANGKUT OTAK DAN KEMAMPUAN*
*Yang paling mudah kesasar/ tersesat :*
1. B
2. A
3. O
4. AB

*Yang paling banyak meraih medali di olimpiade olah raga:*
1. O (jago olah raga)
2. A (matematis)
3. B (tak terpengaruh pressure dari sekitar. Hampir seluruh atlet judo, renang dan gulat jepang bergolongan darah B)
4. AB (alergi pada setiap jenis olah raga)

*Yang paling banyak jadi direktur dan pemimpin :*
1. O (karena berjiwa leadership dan problem-solver)
2. A (karena menghargai waktu dan teliti)
3. B (karena sensitif dan mudah ambil keputusan)
4. AB (karena kreatif dan suka ambil resiko)

*Yang paling gampang menabung :*
1. A (suka menghitung bunga bank)
2. O (suka melihat prospek)
3. AB (menabung krn punya proyek)
4. B (baru menabung kalau punya uang banyak)

*Yg paling kuat ingatannya :*
1. O 2. AB 3. A 4. B

*MENYANGKUT KESEHATAN*
*Yang paling panjang umur :*
1. O (gak gampang stress, antibodynya paling kuat)
2. A (hidup teratur)
3. B (mudah cari kompensasi stress)
4. AB (amburadul)

*Yang paling gampang gendut :*
1. O (nafsu makan besar, makannya cepet lagi)
2. B (makannya lama, nambah terus, dan lagi suka makanan enak)
3. A (hanya makan apa yg ada di piring, terpengaruh program diet)
4. AB (Makan tergantung mood, mudah kena anoressia)

*Paling gampang digigit nyamuk :*
O (darahnya manis)

*Yg paling gampang flu/demam/batuk/pilek :*
1. A (lemah terhadap virus dan pernyakit menular)
2. AB (lemah thd kebersihan)
3. O (makan apa saja enak atau nggak enak)
4. B (makan, tidur nggak teratur)

*Apa yg dimakan pada acara makan di sebuah pesta :*
1.O (ambil protein hewani, pokoknya segala jenis daging)
2.A (ambil yg berimbang. 4 sehat 5 sempurna)
3.B (suka ambil makanan yg banyak kandungan airnya spt soup, soto, bakso dsb)
4.AB (hobby mencicipi semua masakan, mumpung gratis)

*Yg paling cepat botak :*
1. O
2. B
3. A
4. AB

*Yang tidurnya paling nyenyak dan susah dibangunin :*
1. B (tetap mendengkur meski ada Tsunami)
2. AB (jika lagi mood, sleeping is everything)
3. A (tidur harus 8 jam sehari, sesuai hukum)
4. O (baru tidur kalau benar2 capek dan membutuhkan)

*Yang paling cepet tertidur :*
1. B (paling mudah ngantuk, bahkan sambil berdiripun bisa tertidur)
2. O (Kalau lagi capek dan gak ada kerjaan mudah ngantuk)
3. AB (tergantung kehendak)
4. A (tergantung aturan)

*Penyakit yang mudah menyerang :*
1.A (stress, gila/linglung)
2.B (lemah terhadap virus influenza, paru-paru)
3.O (gangguan pencernaan dan mudah kena sakit perut)
4.AB (kanker dan serangan jantung, mudah kaget)

*Apa yg perlu dianjurkan agar tetap sehat :*
1. A (Krn terlalu perfeksionis maka santailah sesekali, tidak usah terlalu tegang dan serius)
2. B (Krn terlalu susah berkonsentrasi, sekali-kali perlu serius sedikit, meditasi, main catur)
3. O (Krn daya konsentrasi tinggi, maka perlu juga mengobrol santai, jalan-jalan)
4. AB (Krn gampang capek, maka perlu cari kegiatan yg menyenangkan dan bikin lega).

*Yang paling sering kecelakaan lalu lintas (berdasarkan data kepolisian)*
1. A
2. B
3. O
4. AB

 

Sumber :

NN

 

 




Alat Bantu Penulisan Ilmiah Gratis

Academic writing online free tools

Membantu mencek apakah penulisan kalimat kita dalam bahasa Inggris sudah benar dengan merujuk pada artikel ilmiah atau media massa yang terpercaya
https://ludwig.guru/

Membantu mem-parafrasa  dalam bahasa Inggris
https://spinbot.com/

Mencari persamaan kata atau lawan kata dalam bahasa Inggris
https://www.powerthesaurus.org/

 

 

 

 




Bagaimana Meningkatkan Sitasi Artikel

 

Impact dari para peneliti dapat diukur sebagai berikut.

  • Jumlah publikasi menunjukkan produktivitas peneliti
  • Jumlah sitasi menunjukkan kualitas riset
  • h-index mengukur produktivitas dan pengaruh dari sang peneliti.

Ada 23 cara untuk meningkatkan sitasi.  Selengkapnya, Klik Increase citation 2017




International Conference Terindeks Scopus

Ini merupakan daftar konferensi internasional terindeks Scopus yang diadakan di Indonesia. Tujuan membuat daftar ini adalah membudayakan gerakan riset atau publikasi dengan biaya rendah. Semoga bermanfaat.

Sila klik. Copy of Scopus/WoS Conference Database

Sumber: Dasapta Erwin. 2017. TERINDEKS SCOPUS BAGUS, TAPI …




10 Mitos IT Security di benak Pelaku IT Enterprise, Mitos #2

Oleh : *IGN Mantra

IT Security tepatnya sebagai keamanan teknologi informasi saat ini didengungkan oleh semua kalangan, baik pemerintahan, swasta dan dunia akademis, 3 aspek ini seperti segitiga emas keterkaitan antara pemerintah-swasta-akademis. Saat ini semua aspek kehidupan menggunakan IT sebagai infrastruktur baik prasarana dan sarana untuk menunjang bisnis, selain itu proteksi terhadap IT (IT security) digunakan juga oleh beberapa pelaku industri, ada yang serius ada yang sekedarnya saja, sebagai pelengkap di permukaan saja.

Berikut ini Penulis akan mengungkapkan 10 Mitos tentang IT Security di benak para pelaku IT di perusahaan. Kita akan melihat benar tidaknya mitos tersebut, bisa jadi ada beberapa mitos masih ada di kepala kita masing-masing, karena sudah bertahun-tahun kita lakukan tanpa sadar seperti gerakan reflek di dalam olahraga. Begitu juga dengan mitos, ada yang telah kita kerjakan bertahun-tahun bahkan mungkin belasan tahun. Seyogyanya kita akan benahi pelan-pelan mana yang benar dan mana yang salah. Kecenderungan user/karyawan kita masih perlu diawasi oleh atasan agar tidak melenceng dari berbagai hal dalam penerapan IT Security policy di dalam pekerjaannya, berikut 10 mitos IT security tersebut.

Mitos #2 : Enterprise memiliki Physical Security yang kokoh dan kita aman di dalamnya.

Enterprise telah melakukan investasi secukupnya untuk membuat perimeter keamanan atau yang disebut dengan physical security, semakin tinggi dan sulit perimeter akan semakin menyulitkan penyusup masuk ke dalam area yang kita amankan, penjagaan yang ketat, menambah tenaga keamanan yang banyak dan tersebar, penambahan perimeter, peralatan CCTV, door access card dsbnya akan menambah kekuatan physical security di dalam enterprise.

Fakta #2 : Masih ada celah keamanan (vulnerability) walaupun sedikit akan dimanfaatkan oleh para penyusup untuk masuk ke dalam area steril, para penyusup berusaha keras dengan berbagai cara baik teori maupun praktek keamanan dengan mempelajari system keamanan yang sedang dipakai oleh para desainer keamanan enterprise, kata kuncinya adalah waktu dan kesempatan, masih ingat adanya penyusup membawa “senpi” ke dalam white house, walaupun akhirnya tertangkap juga, semata-mata masih ada kelengahan di dalam system keamanan. Sebaiknya para pelaksana keamanan terus-menerus peduli (aware) dan melakukan evaluasi terhadap perkembangan system keamanan mereka, seperti menambah sensor yang canggih terhadap para penyusup, sehingga system akan mengeluarkan alert bila ada yang mencoba menyusup ke dalam system.

Reference:
The Basics of Information Security, Second Edition: Understanding the Fundamentals of InfoSec in Theory and Practice 2nd Edition by Jason Andress  (Author)




Diskusi Permenristekdikti No. 20 tahun 2017

Permenristekdikti No. 20 tahun 2017  Pasal 4:
(1) Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah di Indonesia, bagi Dosen yang memiliki jabatan
akademik Lektor Kepala harus menghasilkan:
a. paling sedikit 3 (tiga) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal nasional terakreditasi; atau
b. paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional, paten, atau karya seni monumental/desain monumental,

dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun.

Besar kemungkinan waktu tiga tahun adalah waktu terlama yang diperlukan untuk menghasilkan sejumlah karya seperti yang disebut di atas.

Ada beberapa hal yang dapat didiskusikan berdasarkan Permen tersebut.

1. Apakah yg dimaksud dengan “menulis makalah” harus jadi penulis pertama?
Jawabnya adalah ​tidak​​, karena status sebagai penulis perannya bisa salah satu (atau lebih dari satu) dari beberapa peran sebagai berikut (icmje.org, erwinirawansblog)
● Perumus ide dan disain riset atau
● Tim pengambil data atau
● Interpreter data atau
● Membuat draft manuskrip atau
● Menguji manuskrip dan menyetujui versi finalnya.
Artinya, tidak perlu risau mengenai posisi seorang penulis, selama ia berkontribusi di dalamnya. Karya tersebut akan tetap dapat diklaim seseorang walaupun bukan sebagai penulis pertama. Kolaborasi sangatlah
penting.
Laman ini juga dapat dijadikan rujukan: Penentuan Hak Kepengarangan 

2. Apakah satu riset harus dikerjakan sendiri?
Jawabnya adalah ​tidak​​. Penelitian selayaknya adalah kerja tim. Jadi saat membuat publikasinya pun, dalam bentuk makalah ilmiah atau buku, adalah kerja tim. Tidak pernah ada larangan untuk meletakkan lima nama penulis bahkan lebih dalam suatu karya. Selama para penulis tersebut memang berkontribusi dalam penulisannya.

3. Bagaimana ekuivalensinya dengan SKS penelitian yang nilainya 3 SKS?
Menurut Pedoman BKD Kopertis 3 2015/2016 dalam Unsur Pelaksanaan Penelitian perhitungannya sebagai berikut.
Hasil penelitian atau hasil pemikiran yang dipublikasikan dalam bentuk Majalah Ilmiah:
a. Jurnal internasional 5 SKS
b. Jurnal Nasional terakreditasi 3 SKS
c. Jurnal Nasional Tidak terakreditasi 1 SKS

Maka, 3 SKS =
a. Penulis pertama jurnal internasional (60% X 5 SKS)
b. Penulis tunggal 1 jurnal terakreditasi
c. Penulis tunggal 3 jurnal nasional

Referensi:
http://dasaptaerwin.net/wp/2017/02/hiruk-pikuk-permenristekdikti2017.html
http://kopertis3.or.id/v2/2016/08/25/laporan-beban-kerja-dosen-bkd-genap-20152016/
icmje.org
http://erwinirawansblog.blogspot.co.id/2014/03/scientific-writing-one-with-writer-1.html

Penentuan Hak Kepengarangan Bersama dalam Penulisan Karya Ilmiah

 




Variabel Moderator dan Mediator

Variabel mediator adalah variabel perantara antara variabel independen (IV) dengan varibel dependen (DV). Tujuan variabel mediator adalah menjelaskan hubungan antara IV dan DV; IV berpengaruh tidak langsung terhadap DV melalui variabel mediator. Gambarnya:
IV -> Mediator variable -> DV

Misalnya, gaji (IV) berpengaruh positif terhadap pendidikan (variabel mediator) dan kemudian pendidikan berpengaruh positif terhadap biaya pemeriksaan kesehata. Bila pengaruh pendidikan dihilangkan, maka hibungan antara gaji dengan biaya pemeriksaan kesehatan tidak ada.

Variabel moderator adalah variabel pihak ketiga yang memoifikasi hubungan antara IV dan DV. Tujuan variabel moderator adalah mengukur kekuatan hubungan antara IV dan DV. Contohnya, bila umur merupakan variabel moderator antara gaji (IV) dan biaya pemeriksaan kesehatan (DV), maka hubungan antara gaji dan biaya pemeriksaan kesehatan akan lebih besar untuk orang yang tua ketimbang yang muda.

Sumber: ResearchGate




Perencanaan Strategis Perusahaan menjadi mudah dengan Bisnis Intelligence

Business Intelligence adalah sekumpulan teknik dan alat untuk mentransformasikan dari data mentah menjadi informasi yang berguna dan bermakna dan dapat digunakan untuk tujuan analisis bisnis yang lebih focus pada sasaran bisnis. Teknologi BI dapat menangani data yang tak terstruktur dalam jumlah yang sangat besar untuk membantu mengidentifikasi, mengembangkan, dan selain itu membuat kesempatan strategi bisnis yang baru. Tujuan dari BI yaitu untuk memudahkan interpretasi dari jumlah data yang besar tersebut. Mengidentifikasi kesempatan yang baru dan mengimplementasikan suatu strategi yang efektif berdasarkan wawasan dapat menyediakan bisnis suatu keuntungan pasar yang kompetitif dan stabilitas jangka panjang.

Teknologi BI menyediakan riwayat, pandangan sekarang dan prediksi dari operasi bisnis. Fungsi-fungsi umum dari teknologi inteligensi bisnis adalah pelaporan, pemrosesan analisis daring, analitis, penggalian data, penggalian proses, pemrosesan kejadian kompleks, manajemen performansi bisnis, pengukuran, penggalian teks, analitis prediktif dan analitis preskriptif.

BI dapat digunakan untuk mendukung sejumlah besar keputusan bisnis mulai dari operasi sampai strategis. Keputusan operasi termasuk penempatan dan harga produk. Keputusan strategis termasuk prioritas, tujuan dan arah pada tingkat yang lebih luas. Pada semua kasus, BI lebih efektif bila digabungkan dengan data yang didapat dari pasar tempat perusahaan beroperasi (data eksternal) dengan data dari sumber internal bisnis perusahaan seperti data operasi dan finansial (data internal). Bila digabungkan, data eksternal dan internal bisa menyediakan gambaran yang lebih lengkap, yang efeknya, menciptakan “inteligensi” yang tidak dapat diturunkan dari kumpulan data tunggal manapun, tapi bagaimana membangun sebuah database yang siap digunakan untuk menampilkan berbagai macam informasi daam satu tampilan, pada penulisan berikutnya akan penulis paparkan

Referensi :

http://vischaarrofiv.blogspot.co.id/2015/03/definisi-business-intelligence.html

http://sis.binus.ac.id/2017/05/15/sekilas-tentang-business-intelligence/

 




Materi Workshop Riset

Materi Workshop Riset bidang Sistem Informasi.
1. Selecting A Topic for Information Systems Research
2. Systematic Review dengan PRISMA
3. Research Plan And Design
4. Quantitative Research
5. Writing A Scientific Paper for Publication