I have no ipad, iphone, or even Mac, I just need more memories to keep my journey :D

  • RA8
  • RA1
  • RA2
  • RA3
  • RA4
  • RA5
  • RA6
image_print

Ini adalah cerita lanjutan perjalanan saya ke Indonesia bagian Timur, yaitu Misool, Raja Ampat, Papua Barat. Klo dilihat dari peta, posisi Misool ada di Semenanjung Kepala Burung yang berdekatan dengan Ora, Pulau Seram, Maluku. Berhubung belum ada operator yang menyediakan moda transportasi dari Ora langsung ke Misool, jadilah saya balik dulu ke Ambon. Dari Ambon kami terbang ke Sorong, pelabuhan terdekat menuju Raja Ampat. Penerbangan dari Ambon ke Sorong hanya ada 1x sehari pagi pukul 07.45 WIT menggunakan Wing Air, yang ditempuh kurang lebih 1 jam. Sampai di Sorong, bersama dengan 4 orang teman, kami menginap semalam di hotel Guardian Family dengan lokasi dekat bandara Dominique Edward Osok. Hotelnya bersih bisa jalan kaki dari bandara, cm sayang gak ada liftnya :D.

Hari 1. Keesokan hari kami bertemu dengan rombongan lain di pelabuhan Sorong, dan bertolak ke Misool, menggunakan kapal boat dengan kapasitas 25 penumpang, kapal lebih besar daripada yang biasa kita gunakan di Ora, Maluku. Perjalanan dari Sorong ke Misool ditempuh dengan waktu kurang lebih 4 jam. Berhubung posisi Misool ada di selatan dan berbatasan dengan laut bebas, lumayan deh gelombangnya, berasa banget kayak naik kora2, di tengah2 laut, dan gak ketemu kapal lain satupun. Yaakk…, our adventure start form today….:D

Pulau pertama yang kami kunjungi adalah Pulau Banos, pulau yang memiliki pantai landai ini menjadi tempat makan siang kami. Pulau kecil ini juga memiliki tebing karang, khas pulau2 di Raja Ampat. Dari pulau Banos lanjut ke sebuah pulau dengan gua karst yang masih sangat alami. Trekking dimulai, harus hati2 karena kepala bisa nyenggol stalagtit. Dalam gua ini ada batu yang menyerupai seorang putri yang sedang termenung, maka disebutlah gua ini Gua Putri Termenung.

Dari gua perjalanan dilanjutkan ke Kampung Harapan Jaya, tempat kami menginap. Karena di Misool penginapan sangat terbatas, kami menyewa rumah penduduk selama 5 hari 4 malam. Sampai di dermaga, kami disambut oleh rombongan anak2 yang keren (saya bilang keren karena mereka spt atlit loncat indah semua hihihi….). Setelah bebersih plus menikmati cemilan dari ibu pemilik rumah yang kami tempati, kami balik ke dermaga. Menunggu sunset, sambil menikmati suguhan loncat indah alami…, wah bener2 bikin sirik gaya renangnya :D. Disini listrik hanya nyala dari 6pm-6am saja. Jadi siapkanlah power bank yg cukup agar gadget tetap eksis selama trip. Operator satu2nya yang sampai di wilayah ini hanya Telkomsel, walaupun kadang agak lambat tetapi bisa digunakan untuk akses internet.

Hari 2. Yang membedakan trip ke Misool dari trip yang lain adalah, kemana kita akan pergi tergantung dari cuaca dan ombak laut hari ini. Excited deh pokoknya. Kami menuju gua peninggalan kerajaan Misool (Gua Keramat), menyusuri gua dengan berenang (bagi yang bisa berenang), klo saya sih sdh pasti dengan live jacket dong, menuju danau air tawar yang ada di tengah pulau dengan sedikit trekking. Setelah gua keramat ini kami kami menuju gua Tengkorak, wah gak ada pantainya, kapal merapat ke tebing dan langsung meloncat ke gua. Cuma jumlah sisa2 tulang belulang manusia purba ini makin berkurang karena ada aja yang bawa pulang. Ini bagian yang menyebalkan dari pariwisata di Indonesia. Kemudian lanjut ke pulau2 batu yang memiliki bekas2 jaman prasejarah, ada gambar telapak tangan, burung, dan benda2 lainnya. Tapi trekking yang berkesan hari ini adalah menuju danau ubur2 yang tidak menyengat seperti di Derawan. Danau air tawar yang penuh ubur2 ini luar biasa deh, dari permukaan saja sudah sangat kliatan. Begitu kami masuk dan snorkeling waahh.., keren banget dalamnya. Berenang di danau ini dilarang pakai fin karena bisa melukai ubur2. Dan disinilah saya menorehkan tanda mata, krn kaki lecet2 kena karang ketika trekking. Menurut teman yg sdh pernah ke Derawan, jumlah ubur2 di Misool ini jauh lbh banyak dan lebih cantik.

Hari 3. Cuaca lebih terang, kami menuju ke Yapap dan Balbulol (Xmas Tree). Disini spotnya luar biasa keren, batu2 karang menyerupai pohon natal, dan panorama underwater yang cantik. Mampir ke pulau Gamfi untuk makan siang, dan trekking sedikit untuk melihat danau diantara laut dari atas bukit. Perjalanan ditutup dengan trekking ke bukit Harfat Jaya. Trekking selama 30 menit ini telah menghabiskan sekian kalori deh, luar biasa lah. Apalagi buat kita yang biasa naik ojek kemana2, berasa boo…..:D. Sebenarnya saya sdh mau menyerah, tp Anis, salah satu kru kapal menyemangati saya dan menemani trekking sampe puncak. Tapi semua terbayar, pemandangan Raja Ampat Selatan terpapar sepanjang mata memandang. Cantik sekali…, 10 jempol deh buat kekayaan alam Indonesia.

Hari 4. Di Misool ini selain adventure, kami juga mampir ke SD Harapan Jaya, dan berbagi cerita serta buku dengan murid disana. Berinteraksi dengan mereka, mendengarkan apa yang menjadi cita2 mereka, diantara keterbatasan fasilitas, mereka tetap anak2 yang bersemangat.

Kami mendapat kesempatan mampir ke MER (Misool Eco Resort). Salah satu eco resort terbaik di dunia. Cuma mampir loh, karena biaya nginap disini selama 3 hari (minimal) sama dengan rate gaji LK di Perbanas. Resort ini bekerjasama dengan penduduk untuk menjadikan laut di sekitarnya menjadi sangat dilindungi. No smoking, no fishing, dan no no lain berlaku disini. Tapi lautnya keren deh, begitu ditabur ikan kecil, wooww…. hiu dan ikan2 besar lainnya betebaran. Makan siang kami bersantai di pulau Yele, snorkeling dan bermain dengan baby hiu. Pulang kita ktm dgn rombongan lumba2, keren ya. Gak sempat difoto saking takjubnya, tp terekam dengan indah di memori.

Sebelum sampai di penginapan kami mampir ke desa sebelah untuk menikmati kelapa muda. Memuaskan diri sebelum besok kembali ke Sorong. Yang seru adalah waktu guide lokal kami mengajari menggunakan panah, dan membuat lomba memanah amatiran, ternyata byk juga bakat terpendam dari peserta juga. Sebagian peserta ada juga yang belajar menggunakan perahu kayak, dan dilanjutkan dengan snorkeling. Akan tetapi karena ombak cukup besar rombongan lebih cepat kembali ke penginapan.

Malam harinya acara hiburan dengan membuat kuis buat anak2 disana dengan hadiah coklat dan permen. pertanyaan simpel seputar Misool dan Raja Ampat, supaya mereka kenal dan mencintai daerahnya, dan pasti mengingatkan mereka untuk tidak membuang sampah sembarangan. Yg paginya mereka malu2 di sekolah, malam ini byk yg mendekati saya dan bisik2 apa yg menjadi cita2 mereka besar nanti. Semoga Tuhan memberkati mereka semua.

Hari 5. Pagi jam 8 kami bersiap kembali ke Sorong, siap2 dengan perjalanan di laut selama 4 jam. Rombongan diantar oleh warga desa Misool terutama anak2 yg menjadi teman kami selama ini. Hampir 2,5 jam pertama perjalanan suasana ombak sangat aduhai. Kapten Akbar yang mengarahkan kapal terlihat santai dan sesekali berkelakar mengingat suasana kapal yg mulai sunyi senyap, antara mabuk laut, dan sibuk merapal doa :D. Mendekati pulau Salawati ombak cukup tenang sampailah siang kita di Sorong, makan siang, dan check in hotel.

Malam hari kita menikmati kota Sorong, mampir ke toko oleh2, yang didominasi dengan koteka, tas, dan asesoris. Lanjut ke toko batik dengan motif Papua, dan terakhir ke toko Icon Raja Ampat. Desainnya bagus, cm klo buat saya yg hidup di Jawa, harganya sih agak mahal ya :D>

Hari 6. Hari terakhir, kembali ke kota masing2, dengan oleh2 kenang2an yang indah selama di Misool, bersama dengan teman2 trip, guide, dan kru kapal yg luar biasa (Kapten Akbar, Amal, Anis, dkk)

Tambahan info buat yang berminat ke Raja Ampat, berapa biaya yang harus disiapkan.
– Open trip dengan biaya 5,85jt per orang utk 6 hari 5 malam, include kapal, makan, penginapan, pin Raja Ampat, dan alat snorkelling (tetapi disarankan untuk bawa sendiri)
– Sharing cost dgn estimasi biaya (saya kumpulkan dr bbrp sumber) sewa kapal (kapasitas 20 orang) selama 5 hari sekitar 45jt, penginapan sekitar 450rb sehari 3x makan per orang.
– biaya lain2: Pesawat PP Jakarta-Sorong 4-4,5jt, pin masuk Raja Ampat 500rb,plus tip buat kru dan guide lokal.

Dijamin gak nyesel, keren bingiit pokoknya.., salam Jelajah Indonesia :D.

Mardiana Sukardi About Mardiana Sukardi
I have several middle names, including: shopping and travelling 😀

Mardiana Sukardi

Mardiana Sukardi

I have several middle names, including: shopping and travelling :D

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *