Perencanaan Diri

image_print

Perencanaan diri terutama dalam hal keuangan dewasa ini mulai menjadi topik yang menarik, pasalnya di jaman moderen ini tuntutan pergaulan dan gaya hidup terkadang menjadi suatu hal yang utama sehingga mengabaikan unsur yang lain seperti kebutuhan, pemasukan, dan lain sebagainya. Banyak orang yang pada akhirnya terlilit hutang dan dikejar2 debt collector karena hutangnya. untuk mengatasi hal tersebut ada baiknya kita membuat perencanaan keuangan diri.

Perencanaan yang bagus tidak dapat terwujud jika tidak diawali dengan niat yang baik, sebagai diajarkan dalam agama islam bawasanya amalan itu tergantung dari niatnya. jadi sebelum melakukan perencanaan kita harus melakukan niatan sebagaimana telah disebutkan sebelumnya yaitu terhindar dari hutang dan kejaran debt collector yang pada akhirnya membuat hidup kita tidak nyaman. sehingga ketika kita sudah berniat demikian otomatis ada pengorbanan yang harus dilakukan yaitu mengurangi gairah dalam berkonsumtif dan pengaruh gaya hidup.

adapun tips dalam membeli barang adalah sebagai berikut:

1. Pertimbangkan unsur prioritas, dimana prioritas yang paling utama dalam hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan utama kita, seperti sandang, papan dan pangan.

2. Pertimbangkan unsur barang konsumtif atau produktif. utamakan membeli barang produktif atau yang dapat menghasilkan seperti investasi dalam emas, saham dll ketimbang barang konsumtif demi pemenuhan kebutuhan gaya hidup seperti HP dss.

3. pertimbangkan cost dan benefit. hindari biaya/pengorbanan yang kita dapat dari membeli suatu barang lebih kecil daripada manfaat yang kita dapat atau membeli barang mubazir. ingat kata pak ustat, mubazir itu temennya setan.

nah pertimbangkan ke tiga hal di atas dalam membeli barang, sedangkan tips perencanaan keuangan yang dapt saya bagi yaitu:

1. apabila anda berhutang usahakan segera lunasi ketika anda mendapat bonus. hal ini guna menghindari supaya kita tidak terjebak dalam hutang-hutang berikutnya.

2. kelola hutang anda, baiknya hutang yang kita miliki tidak lebih dari 50% penghasilan kita tiap bulan dan usahakan hutang anda merupakan hutang dari barang-barang produktif atau kebutuhan utama seperti rumah.

3. Menabunglah dan berinvestasilah. Menabung sebaiknya bukan dari uang sisa, melainkan menyisihkan uang diawal periode untuk ditabungkan sebagai dana cadangan atau keperluan yang mubgkin tidak terduga.

banyak cara dalam peruntukan tabungan, seperti menabung di bank dalam bentuk simpanan, deposito atau berinvestasi dalam bentuk saham. selain itu kita juga dapat menabung atau berinvestasi dalam asuransi dengan bentuk Investasi Pendidikan untuk rencana pendidikan anak atau dalam bentuk unit link dimana seperti kita melakukan investasi.

Manfaatkan uang yang anda miliki, perhitungkan dana tak tertuga di masa yang akan datang demi kenyamanan hidup kita. Demikian tips yang bisa saya bagi, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca dan penulis khususnya.

 

Taufiq Akbar About Taufiq Akbar

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *