Revolusi Mental Untuk Mitigation The Poverty

image_print

Berdasarkan AlQuran Surat Yasin ayat 36, Allah berfirman:”Mahasuci Allah yang menciptakan segala sesuatunya serba berpasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui (QS:36:36, Terjemah Robbani, 2012). Choudhury dalam mengemukakan konsep TSR (Tauhid String Relation) juga pernah mengutip ayat ini, dalam menjelaskan betapa tingginya Ilmu Allah sebagai Unity of Knowledge dari The Almighty Allah, menunjukkan fenomena berpasang-pasangan dalam setiap apa yang diciptakan Allah, sebagai suatu kenyataan yang tak terbantahkan. Dalam hal ini AlQuran mengungkapkan sesuatu yang belum pernah terungkapkan oleh kitab-kitab suci sebelumnya. Berkenaan dengan itu, fenomena berpasang-pasangannya antara segolongan orang-orang kaya dan ada segolongan orang miskin. Syariah tidak sekedar membedakan kaya miskin dalam arti fisik, tetapi dalam Syariah yang diturunkan Allah kepada kekasihnya Nabi Muhammad SAW, kaya miskin diartikan dalam arti yang sangat menyeluruh, detail dan lengkap sempurna. Maksudnya bahwa pengertian kaya disini, dalam arti baik fisik maupun bathin yaitu sikap mental. Begitu juga miskin bukan cuma dalam arti fisik tetapi juga dalam arti sikap mental. Sebagai ilustrasi, Nabi SAW pernah bersabda bahwa “yadul ulya khoiru min yadussufla” (artinya:tangan di atas /tangan yang memberi adalah lebih baik daripada tangan di bawah/yang menerima). Oleh karena itu jika kaya – miskin dalam arti luas maka para koruptor yang jabatan dan gajinya sudah sangat jauh di atas garis kemiskinan bukanlah termasuk kategori ke dalam kelompok orang-orang kaya yang diharapkan dapat untuk melakukan “mitigation the poverty”, karena dengan sikap mentalnya yang masih sangat miskin dia justru malah menjarah uang milik orang banyak terutamanya uang rakyat yang kebanyakan masih miskin lantas jika korupsi berdalih untuk dibagi-bagi ke orang miskin, yaitu seolah mengikuti jejak Robin Hud, dalam Syariah (Islam) tidak dibenarkan untuk tujuan yang mulia tetapi menggunakan cara-cara yang hina (korupsi, merampok, menipu, mencuri, dsb). Dalam tulisan singkat ini, ingin disampaikan suatu konsep mengatasi kemiskinan yang dimulai dari revolusi mental yang serba miskin kepada sikap mental yang serba kaya. Hal ini dimulai dari konsep infaq. Infaq adalah berbeda dengan zakat. Zakat harus memenuhi nisab dan haul. Jika belum mencapai nisab (kira-kira equal dengan 85 gram emas murni) dan haul 1 tahun, maka belum layak berzakat. Sedangkan infaq berlaku di waktu ringan dan berat serta sempit dan lapang. Jadi dengan revolusi mental dari sikap mental yang serba miskin ke sikap mental yang serba kaya, maka semua orang akan terselamat dari bahaya kemiskinan dan kemelaratan. Dengan revolusi mental seorang yang mentalnya serba miskin yaitu: miskin iman, miskin ibadah (mungkin tidak pernah sholat, kalaupun sholat, mungkin tidak mengikuti tertib sholatnya Nabi SAW yaitu tertib waktu, tempat dan cara), miskin zakat, infaq dan sedekah, kemudian juga miskin ilmu. (Orang ini secara fisik belum tentu miskin harta, sebagai contoh: para koruptor) akan direvolusi mentalnya menjadi mental yang serba kaya, yaitu kaya iman, kaya ibadah, kaya muamalah, kaya muasyarah, kaya ilmu, kaya akhlaq dan kasih sayang kepada ummat. Dalam revolusi mental maka orang miskin akan tidak ada lagi yang mengemis, bahkan mereka semua berlomba-lomba untuk berinfaq, karena mereka gemar berinfaq (tentu mengikuti kadar dari setiap jumlah nominal yang mereka terima). Dalam hal ini tidak ada sesuatu rizqi yang sekecil apa pun yang mereka terima yang tidak diinfaqkan sebagiannya (wa mimmaa roqnahum yunfiquun, QS: 2: 3). Hal ini diungkap dengan jelas dalam Al Baqoroh ayat 3, ketika Allah menjelaskan sifat-sifat orang-orang beriman yang mereka belum tentu kaya ataupun miskin dalam arti fisik. Dengan konsep revolusi mental ini setiap orang yang senantiasa berinfaq dan senantiasa berusaha secara terlatih dan bertahap meningkatkan jumlah proporsi yang diinfaqkan maka pasti dan pasti Allah meningkatkan kekayaan spiritual maupun fisiknya pula. Dengan revolusi mental diharapkan jumlah koruptor akan berkurang bahkan habis mencapai titik zero, Dengan revolusi mental maka orang akan berlomba-lomba menjadi tangan yang di atas, maka sikap mental pengemis-pengemis akan hilang sehingga jumlah para pengemis akan berkurang. Allah akan menambah nikmat dan kurnianya kepada mereka yang senantiasa bersyukur dengan cara senantiasa menambah proporsi jumlah yang diinfaqkannya dari setiap rizqi yang diterimanya (QS:14:7). Walhasil dengan revolusi mental ada keniscayaan jumlah mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan akan berkurang karena setiap mustahiq akan senantiasa berusaha untuk menjadi muzaki dengan menempuh sumber-sumber rizqi yang halal (Wallau a’lam bishowab)

Hidayat Sofyan Widjaya About Hidayat Sofyan Widjaya
PERSONAL DETAILS Full Name : Hidajat Sofyan City/Date of Birth : Jakarta/7 Maret 1959 Gender : Male Marital Status : Married Address : Pedurenan Masjid 5 RT/RW: 06/04 Karet Kuningan Setiabudi, Jaksel. Telp/fax : 021-7434913/ 0215228460, 0215222645 Mobile Phone : 08128228443 Email Address : sofyantabligh2001@yahoo.com sofyan@perbanas.id WORKING EXPERIENCE Position Company Periode English Teacher New York English Course March’85 – Nov’86 Lecturer Indonesian University Oct’90 – March 92 Lecturer Perbanas Business School Oct’87 – Now Executive Secretary Center of Research and Community Development Perbanas School of Economics 1994 - 1997 Manager Center of Research and Community Development Perbanas School of Economics 1997 - 2000 Chief of Committee Al Arief Masjid Building Construction 2002 - 2003 Guest Lecturer CISFED 2011-now Board of Advisor CISFED 2014-now Member of Board of Expert The Indonesian Association of Islamic Economist 2015-now Dean Faculty of Economics and Business 2015-now FORMAL EDUCATION School/University Faculty Discipline Degree Year Trisakti Economy Islamic Economics & Finance Doctor (S3) January 2008 –April 2014 Indonesian Pasca Sarjana International Management Master (S2) Oct 1988- Oct1989 Indonesian Economy Management Bachelor(S1) 1978 - 1986 ORGANIZATION EXPERIENCE Organization Dates From To Position Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) 2009 - now Member Pengajian Rutin Masyarakat Ekonomi Syariah Trisakti (MAESTRI) 2011 - now Coordinator Dewan Kemakmuran Masjid Al arief Perbanas 2003 - now Coordinator Campus Journal PQR 2008 - 2009 Writer Center of Research and Community Development Perbanas School of Economics 1994 - 1997 Executive Secretary Center of Research and Community Development Perbanas School of Economics 1997 - 2000 Manager Center of Research and Community Development Perbanas School of Economics 2014-2014 Secretary The Indonesian Association of Islamic Economist of Trisakti University 2011-2015 Chief of Board of Sharia Faculty of Postgraduate Program 2014 - 2015 Dean PT BPR Citra Artha Sedana 2014 - now Advisor Management The Indonesian Association of Islamic Economist 2015-now Member of Board of Expert Faculty of Economics and Business 2015-now Dean INTERNATIONAL CONFERENCE, SEMINAR AND COURSES Type of Courses Institution Periode Description Reflection Perbanas School of Economics 2001 Academic Staff Reflection Seminar Perbanas School of Economics 2002 Professionalism in Global Era Seminar Perbanas School of Economics 2004 STIE Perbanas Menghadapi Abad 21 Conference and Exhibition Perbanas School of Economics, etc 2006 Asia Pacific Conference & Exhibition on Banking Technology Seminar Masyarakat Ekonomi Syariah 2007 National Seminar of Sharia Management Panel Discussion Perbanas School of Economics 2007 Bankers’ Panel Discussion and Seminar Training Perbanas School Of Economics 2008 SEM Training Seminar Perbanas School Of Economics 2008 Finacial Crisis of Global Capital Market Conference Surabaya Perbanas School Of Economics 4th – 8th November 2008 SEAAIR Conference Conference International Islamic University Malaysia (IIUM) 2008 International Islamic University Malaysia (IIUM) International Accounting Conference IV Gathering Bank of Indonesia 2009 Inter-University Gathering Pelatihan LPPM Unika Atma Jaya 21 April 2010 Penulisan Jurnal Nasional Terakreditasi Kick –off the Program UGM and ABFII Perbanas 5-9 April 2010 Program of Strengthening The Finance Sector of Indonesia Short Course International Islamic University Malaysia (IIUM) 22nd-26th Nov. 2010 Islamic Capital Market, Islamic Banking Workshop TU Delft, UGM and ABFII Perbanas 16 – 25 June 2010 Mathematical Finance International seminar Trisakti University, etc. 7th-8th January 2011 Tauhidi Mthodology International Conference I S T E C, Paris 21st May 2015 Case Study of Indonesian Capaital Market PAPER Karakteristik SDM Syariah Menuju Perbankan Syariah Berstandar Internasional: Studi Komparatif The Subprime Mortgage Crisis: Islamic Economics Perspective Sejumlah Kendala dan Tantangan Fiqih Manajemen Risiko Perbankan Syariah dalam Rangka memenangkan Kompetisi Global Komposisi dan Struktur Penguasaan Pasar Modal Indonesia Inter-relationship Between Large Sectors And State-Owned Enterprises, Case Study of Indonesian Stock Market, Period of January 2007-December 2014. The Effect of Theta Variable Before and After of Screening Process to Every Changes of Price and Volume of Jakarta Composite Index, Application of TSR Method

Hidayat Sofyan Widjaya

Hidayat Sofyan Widjaya

PERSONAL DETAILS Full Name : Hidajat Sofyan City/Date of Birth : Jakarta/7 Maret 1959 Gender : Male Marital Status : Married Address : Pedurenan Masjid 5 RT/RW: 06/04 Karet Kuningan Setiabudi, Jaksel. Telp/fax : 021-7434913/ 0215228460, 0215222645 Mobile Phone : 08128228443 Email Address : sofyantabligh2001@yahoo.com sofyan@perbanas.id WORKING EXPERIENCE Position Company Periode English Teacher New York English Course March’85 – Nov’86 Lecturer Indonesian University Oct’90 – March 92 Lecturer Perbanas Business School Oct’87 – Now Executive Secretary Center of Research and Community Development Perbanas School of Economics 1994 - 1997 Manager Center of Research and Community Development Perbanas School of Economics 1997 - 2000 Chief of Committee Al Arief Masjid Building Construction 2002 - 2003 Guest Lecturer CISFED 2011-now Board of Advisor CISFED 2014-now Member of Board of Expert The Indonesian Association of Islamic Economist 2015-now Dean Faculty of Economics and Business 2015-now FORMAL EDUCATION School/University Faculty Discipline Degree Year Trisakti Economy Islamic Economics & Finance Doctor (S3) January 2008 –April 2014 Indonesian Pasca Sarjana International Management Master (S2) Oct 1988- Oct1989 Indonesian Economy Management Bachelor(S1) 1978 - 1986 ORGANIZATION EXPERIENCE Organization Dates From To Position Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) 2009 - now Member Pengajian Rutin Masyarakat Ekonomi Syariah Trisakti (MAESTRI) 2011 - now Coordinator Dewan Kemakmuran Masjid Al arief Perbanas 2003 - now Coordinator Campus Journal PQR 2008 - 2009 Writer Center of Research and Community Development Perbanas School of Economics 1994 - 1997 Executive Secretary Center of Research and Community Development Perbanas School of Economics 1997 - 2000 Manager Center of Research and Community Development Perbanas School of Economics 2014-2014 Secretary The Indonesian Association of Islamic Economist of Trisakti University 2011-2015 Chief of Board of Sharia Faculty of Postgraduate Program 2014 - 2015 Dean PT BPR Citra Artha Sedana 2014 - now Advisor Management The Indonesian Association of Islamic Economist 2015-now Member of Board of Expert Faculty of Economics and Business 2015-now Dean INTERNATIONAL CONFERENCE, SEMINAR AND COURSES Type of Courses Institution Periode Description Reflection Perbanas School of Economics 2001 Academic Staff Reflection Seminar Perbanas School of Economics 2002 Professionalism in Global Era Seminar Perbanas School of Economics 2004 STIE Perbanas Menghadapi Abad 21 Conference and Exhibition Perbanas School of Economics, etc 2006 Asia Pacific Conference & Exhibition on Banking Technology Seminar Masyarakat Ekonomi Syariah 2007 National Seminar of Sharia Management Panel Discussion Perbanas School of Economics 2007 Bankers’ Panel Discussion and Seminar Training Perbanas School Of Economics 2008 SEM Training Seminar Perbanas School Of Economics 2008 Finacial Crisis of Global Capital Market Conference Surabaya Perbanas School Of Economics 4th – 8th November 2008 SEAAIR Conference Conference International Islamic University Malaysia (IIUM) 2008 International Islamic University Malaysia (IIUM) International Accounting Conference IV Gathering Bank of Indonesia 2009 Inter-University Gathering Pelatihan LPPM Unika Atma Jaya 21 April 2010 Penulisan Jurnal Nasional Terakreditasi Kick –off the Program UGM and ABFII Perbanas 5-9 April 2010 Program of Strengthening The Finance Sector of Indonesia Short Course International Islamic University Malaysia (IIUM) 22nd-26th Nov. 2010 Islamic Capital Market, Islamic Banking Workshop TU Delft, UGM and ABFII Perbanas 16 – 25 June 2010 Mathematical Finance International seminar Trisakti University, etc. 7th-8th January 2011 Tauhidi Mthodology International Conference I S T E C, Paris 21st May 2015 Case Study of Indonesian Capaital Market PAPER Karakteristik SDM Syariah Menuju Perbankan Syariah Berstandar Internasional: Studi Komparatif The Subprime Mortgage Crisis: Islamic Economics Perspective Sejumlah Kendala dan Tantangan Fiqih Manajemen Risiko Perbankan Syariah dalam Rangka memenangkan Kompetisi Global Komposisi dan Struktur Penguasaan Pasar Modal Indonesia Inter-relationship Between Large Sectors And State-Owned Enterprises, Case Study of Indonesian Stock Market, Period of January 2007-December 2014. The Effect of Theta Variable Before and After of Screening Process to Every Changes of Price and Volume of Jakarta Composite Index, Application of TSR Method

You may also like...

39 Responses

  1. aulia zulkarnaen sani says:

    saya sangat setuju,semoga saja blok ini banyak dibaca suksesor muda saya yakin karuptor di indonesia pasti bekurang .

  2. Diah Wardah Febrina says:

    Blog yang Bapak buat sangat benar, Allah SWT menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Dalam pasangan Kaya – Miskin tentunya di Indonesia lebih banyak orang yang menerima dari pada memberi.
    Saya juga setuju akan pendapat Bapak mengenai para koruptor di Indonesia, seharusnya para koruptor sudah bersyukur atas segala nikmat jabatan dan nikmat harta yang di berikan Allah SWT bukan malah merampas hak rakyat kecil.
    Dan juga mental-mental para koruptor harus di perbaiki lagi. Terima Kasih

  3. sugianto says:

    saya sangat setuju atas blog yang bapak paparkan diatas.
    sudah jelas bahwa orang orang yang sudah mencukupi semua kebutuhan nya di dunia , sudah sewajar nya orang tersebut sadar atas apa yang dikasih oleh Allah SWT yang begitu indah didunia ini. Seharusnya orang yang sudah dikasih Rezeki yang sangat luar biasa oleh Allah SWT harus melihat kebelakang, jangan mengejar duniawi saja tapi ingat juga akhirat. hidup yang kekal/abadi itu cuman di akhirat.
    Terima Kasih.

  4. sugianto says:

    saya sangat setuju atas blog yang bapak paparkan diatas.
    sudah jelas bahwa orang orang yang sudah mencukupi semua kebutuhan nya di dunia , sudah sewajarnya orang tersebut sadar atas apa yang di kasih oleh Allah SWT yang begitu indah didunia ini. Seharusnya orang yang sudah di kasih Rezeki yang sangat luar biasa oleh Allah SWT harus melihat kebelakang, jangan mengejar duniawi saja tapi ingat juga akhirat. hidup yang kekal/abadi itu cuman di akhirat.
    Terima Kasih.

  5. Maulidan akbar says:

    Blog yang bapak buat sangat menarik untuk kita bahas.. Memang semua makhluk hidup diciptakan untuk berpasang – pasangan, dan disini banyak sekali fenomena – fenomena berpasangan antara segolongan orang-orang kaya dan segolongan orang-orang miskin apalagi dizaman modern seperti ini. Dan di Indonesia tentunya masih banyak orang yang menerima atau meminta dari pada memberi dan disinilah “Revolusi Mental” yang dicari.. Masih banyak orang yang diluar sana sudah kaya tetapi masih miskin mental. Seperti para koruptur contohnya.. Yang sudah menikmati jabatannya bukannya bersyukur apa yang sudah didapat selama bekerja selama ini malah merampas yang bukan miliknya atau rakyat kecil. Maka dari Revolusi Mental di paparkan untuk memperbaiki sikap-sikap mental yang masih miskin dalam arti fisik maupun batin. Sekian dan terima kasih.

  6. Afifah Nur Afidah says:

    Assalamualaikum wr wb.
    Subhanallah tulisan di blog ini begitu menarik. Saya mendukung penuh dengan adanya ‘Revolusi Mental’, sudah saatnya orang-orang menyadari kekayaan dan kemiskinan bukanlah menjadi pembeda yang saling merugikan antar umat beragama.
    Adanya prinsip infaq & ‘memberi lebih baik daripada meminta’ merupakan point penting yang perlu di terapkan, sehingga orang-orang yang dianugerahi nikmat banyak lebih bijak terhadap nikmatnya. Bahkan orang kurang mampu tetap memaknai arti bersyukur dan berusaha menjadi orang yang banyak memberi daripada meminta. Karena berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan bukti nyata cinta kepada Allah SWT. Semoga konsep ini mampu mencapai “mitigation the poverty” dan memperbaiki sikap mental umat Indonesia. Aamiin
    Wassalamualaikum wr wb.

  7. Tety Rahmawati says:

    assalamualaikum wr.wb saya sangat setuju dengan blog bapak ini karena memang zaman sekarang sudah banyak sekali koruptor di indonesia mewabah karena kurangnya pengertian agama islam yg sebenar-benarnya mereka hanya menikmati kekayaan yg ada didunia saja tanpa memikirkan akhirat . saya setuju dengan adanya revolusi mental akan memperbaiki sifat sifat serakah para koruptor yg ada di indonesia agar mereka merasa lebih bersyukur lagi dibanding orang-orang miskin. benar kata bapak orang miskin belum tentu mempunyai mental miskin bahkam sebaliknya orang miskin ada yg bermental kaya dalam arti masih bisa mensyukuri nikmat yg Allah berikan dibanding orang kaya yg bermental miskin dalam arti tidak pernah bersyukur atas harta yg telah diberikan oleh Allah yaitu para koruptor. semoga dengan adanya konsep mitigation the proverty ini dapat membangun mental-mental yg miskin seperti para koruptor menjadi mental-mental yg kaya dan di ridho’i oleh Allah SWT. amiin ya rabbal alamin. sekian pendapat dari saya terima kasih. Wassallamualaikum wr.wb

  8. asalamualaikum saya ingin menanggapi tulisan bapak, makhluk hidup diciptakan berpasang”, dan disini banyak sekali fenomena – fenomena berpasangan antara segolongan ekonomi kaya dan segolongan ekonomi miskin apalagi dizaman modern seperti ini. Dan di Indonesia tentunya masih banyak orang yang menerima atau meminta dari pada memberi dan disinilah “Revolusi Mental” yang harus di bentuk, Masih banyak orang yang diluar sana sudah kaya tetapi masih miskin mental. Seperti para koruptur contohnya.. Yang sudah menikmati jabatannya bukannya bersyukur apa yang sudah didapat selama bekerja selama ini malah merampas yang bukan miliknya atau rakyat kecil. Maka dari Revolusi Mental bertujuan untuk membentuk akhlak” pemimpin yg baik, terima kasih

  9. Rahma Dini says:

    Assalamualaikum wr wb,
    Saya setuju atas pernyatan bapak tentang suatu konsep mengatasi kemiskinan yang dimulai dari revolusi mental yang serba miskin kepada sikap mental yang serba kaya. Dan konsep ini sangat baik apabila bisa direalisasikan oleh seluruh pihak terutama pihak-pihak yang masih memiliki mental miskin seperti para koruptor dan pengemis yang tidak mau berusaha untuk meningkatkan taraf hidup dengan mencari pekerjaan yang lebih baik dan halal. Konsep Infaq adalah cara yang paling mudah kita lakukan dalam keseharian. Di AlQuran Surat Al Baqarah Ayat 261, Allah berfirman : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (Karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. Semoga dengan adanya konsep revolusi mental untuk mitigation the poverty ini bisa memperbaiki mental miskin seseorang dan meningkatkan taraf hidup menjadi yang lebih baik. Amin yra.
    Wassalamualaikum wr wb.

  10. Yuanawati says:

    Assalamualaikum wr.wb.

    Saya setuju dengan paparan Bpk di atas, selanjutnya menurut pendapat saya terlalu “Naif” jika kita hanya mencaci keadaan / mengomentari tingkah laku para pemangku kepentingan yang seenaknya melakukan korupsi, hal terkecil yang bisa kita lakukan adalah berbuat “Hasanah” di dalam pribadi kita sendiri, dimulai dengan berbuat kebaikan kepada sesama, mensyukuri nikmat, dan memberi kepada yang membutuhkan, menurut saya lambat laun itu akan membuat seperti tetesan air pada kubangan air yang akan mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Titisan air pada kubangan air tersebut semakin lama semakin berdampak pada lingkungan sekitarnya, begitupun kita, jika kebaikan dilakukan oleh diri sendiri, maka lingkungan selanjutnya pun inshaa Allah akan menjadi baik, dari mulai keluarga, lingkungan kerja, kerabat, dan bukan hal yang tidak mungkin akan mempengaruhi revolusi mental bangsa Indonesia itu sendiri,
    Saya yakin Indonesia akan lebih baik dengan warga negara yang selalu berfikir positif dan semangat melakukan kebaikan, Ya meskipun tidak saat ini, tetapi suatu saat nanti :))..

  11. Juarningsih says:

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Benar sekali Allah menciptakan makhluk didunia ini berpsang-pasangan dan juga seimbang. ada kaya dan miskin, ada atas dan bawah, ada pria dan wanita.
    sebelum kita membentuk suatu evolusi baru, menurut saya kita harus merubah dari dalam kita terlebih dahulu. revolusi mental ini kita mulai dari diri kita terlebih dahulu, kita kayakan akhlaq diri kita, belajar berbuat kebaikan kepada sesama mulai dari hal hal kecil. ber-infaq,bersodaqoh. berbagi kepada sesama yang lebih membutuhkan. jika kita ringan dalam berbagi bukan tidak mungkin koruptor atau sikap mencuri sesuatu yang bukan milik kita akan hilang secara perlahan. maka semua orang yang dapat memulai dari dirinya sendiri perlahan akan kaya mental baik. dan si kaya akan benar benar kaya dalam arti sebenarnya. kaya akan harta dunia dan juga akhirat.
    sekian dari saya.
    Wassallamualaikum Wr. Wb

  12. Theodorus deru pera says:

    Slamat pagi…indahnya berbagi dalam revolusi mental..mengenai kaya atau miskinya kita dalam perbuatan memanglah Tuhan yang tau..namun dalam tulisan ini memaknai bahwa seseorang tidaklah diktakan kaya hati atau kaya iman jika dlam perbuatanya jrang beramal…semua agama memaknai itu tinggal kita sebagai umatt tuhan diberi akal dan hati untuk berbuat kebaikan..apalah artinya dunia
    Ini tanpa adanya perbuatan buruk…tidak akan ada yg berbuat baik karna dia tidak akan bs berbuat baik tanpa adanya contoh buruk seseorang…terimakasih…selamat pagi

  13. Muhammad Ishmatulloh says:

    Assalamualaikum,
    Setelah saya membaca blog bpk mengenai Revolusi Mental Untuk Mitigation The Poverty membuat pikiran saya lebih terbuka. Blog bapak mendorong saya melihat realita yang ada dalam kehidupan sehari-hari di sekeliling kita. Banyak diantara masyarakat yang merasa miskin, kekurangan yang menimbulkan rasa iri terhadap orang yang menurutnya kaya. Hal tersebut menimbulkan kriminalitas, korupsi, perselisihan dan persaingan. Sesuai dengan apa yang bpk sampaikan dalam blog bahwa sesungguhnya semua manusia itu dibedakan kaya dan miskin dengan makna yang menyeluruh tidak hanya dilihat materi, tetapi dengan memiliki fisik yang lengkap, keluarga, dsb. Hal ini sudah begitu jauh dari paradigma sebagian besar masyarakat kita. Oleh karena itu, kita perlu sesuatu yang bisa membawa perubahan kearah paradigma sesuai agama ajarkan. Hal itu telah bapak uraikan dalam blog, bahwa kita, masyarakat perlu melakukan perubahan paradigma dengan revolusi mental. Sebelumnya masyarakat memiliki paradigm miskin, miskin harta, miskin iman, miskin norma dengan melakukan revolusi mental akan mengalami perubahan paradigm yang kaya iman, kaya norma. Dengan begitu, revolusi mental dapat mengurangi angka kemiskinan, tentu saja mengurangi kriminalitas, korupsi, dsb. Indonesia, Negara kita insya Allah akan menjadi Negara yang selalu diberkahi oleh Allah SWT.

  14. Syailendra says:

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Saya sangat setuju atas blog bapak mengenai Revolusi Mental Untuk Mitigation The Poverty, Revolusi Mental di Indonesia sangat dibutuhkan sekali karena menurut saya sudah banyak orang serta kelompok yang mempunyai mental miskin yaitu seperti para koruptor.
    Jika sudah banyak orang menerapkan Tangan Diatas Lebih Baik Dari Pada Tangan Dibawah maka di negara kita tidak akan lagi ada koruptor bahkan pengemis, Semoga para pemimpin serta pejabat yang banyak melakukan tindakan korupsi sadar betapa memalukannya tindakan mereka yang mengakibatkan bangsa ini mengalami degradasi mental.
    Saya yakin jika banyak orang menerapkan apa yg bpk paparkan pada blog ini, maka negara kita tidak akan mempunyai mental yang miskin.

  15. Muhammad Hasan says:

    Assalamualaikum Wr, Wb.
    saya setuju dengan penjelasan bapak bahwa pada saat ini revolusi mental yang demikian itu sangat penting untuk diimplementasikan sebab masyarakat Indonesia yang mayoritas masyarakatnya adalah umat islam sudah jauh dari perintah Allah SWT, mereka senang untuk mendekati yang haram dan buta pada sesuatu yang halal padahal sudah jelas mana yang haq dan mana yang bathil. Dengan revolusi mental dan memperbaiki mental kita berharap pandangan masyarakat akan lebih terbuka untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan menadahkan tangan tapi menumbuhkan semangat untuk memberi. Karena dengan itu masyarakat akan jauh dari kemiskinan, sebab Allah akan menambah rizki kita jika kita pandai bersyukur. Tidak seperti para koruptor yang tidak tahu malu merampas hak orang banyak bahkan tertawa ketika tampil di televisi, mereka semua itu adalah orang-orang yang tidak pandai bersyukur dan tidak ingat bahwa azab Allah SWT amat pedih. SEMANGAT Revolusi Mental harus ditumbuhkan pada setiap individu!!. Terima Kasih.

  16. Gusti Putu Mahelta W says:

    Assalamualaikum Wr Wb
    Saya setuju dengan pernyataan Bapak mengenai Revolusi Mental yang seharusnya lebih dimiliki kebanyakan orang di zaman yang serba modern ini. Paradigma setiap individu lah yang senantiasa harus dapat dirubah, jangan hanya mengharapkan belas kasih orang lain melainkan harus mampu berusaha dengan kemampuan dirinya sendiri. Masyarakat harus dapat bangkit dari Revolusi Mental yang serba miskin menjadi Revolusi Mental yang serba kaya, diharapkan dengan perubahan ini dapat menurunkan angka Koruptor, Kemiskinan dan memberi cermin positif kepada generasi muda penerus Bangsa untuk membawa Bangsa ini ke arah yang lebih baik.
    Wassallamualaikum Wr Wb

  17. Annisa Dwi Octaviasari says:

    ASSALAMUALAIKUM WR.WB
    Saya pribadi sangat setuju dengan pendapat Bapak tentang pentingnya REVOLUSI MENTAL dalam kehidupan umat manusia. Karena dengan terciptanya REVOLUSI MENTAL yang baik , tiap manusia dapat menjalani kehidupan di dunia dengan sangat baik . Tidak ada tiang pembeda antara si kaya dan si miskin . Tidak ada yang merugikan atau dirugikan . Semua sama . Apapun pangkatnya , semuanya sama di mata ALLAH SWT . Pentingnya memahami dan menerapkan REVOLUSI MENTAL yang harusnya dijadikan pedoman dalam hidup ialah diharapkan tidak adanya lagi tindak kecurangan yang terjadi seperti saat ini seperti banyaknya koruptor yang berasal dari kalangan pejabat juga pengusaha yang melakukan tindakan suap yang merugikan rakyat banyak . Oleh karena itu, hendaklah memahami dengan baik dan matang juga bangunlah REVOLUSI MENTAL pada diri kita agar dapat menjadi umat manusia juga rakyat yang bermartabat dI dunia maupun akhirat .
    WASSALAMUALAIKUM WR WB.

  18. Muhamad Sofyan says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Saya setuju dengan artikel bapak tentang revolusi mental untuk menanggulangi kemiskinan. Karena memang sifat dasar manusia tidak pernah puas dengan apa yg dimiliki. Melihat hal itu, jika ilmu dunia para koruptor di imbangi dengan ilmu agama maka tidak akan terjadi atau dia melakukan korupsi karena dia  pasti sadar akan kesalahan yg akan dilakukan dan takut azab Allah. Hal yg harus dilakukan untuk menanggulangi masalah mental ini mungkin menurut saya yaitu merubah pola pikir si kaya dan si miskin ini dengan cara menyadari bahwa setiap org tidak akan ada yg jatuh miskin karena banyak memberi. Karena Allah berjanji dalam firman-Nya dlm surat Ibrahim :7 ” dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” Jika setiap org pada intinya sadar akan indahnya bersyukur, sadar akan manfaat infaq untuk kehidupan akhirat, maka dipastikan akan berkurang tingkat kemiskinan dan bahagia hidup dunia dan  akhirat.

  19. Evi Dyah SR says:

    Assalamualaikum Wr Wb

    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih karna tulisan Bapak InsyaAllah dapat membuka hati dan pikiran setiap pembaca mengenai “penting”-nya berinfaq. Selain menjadi salah satu solusi untuk mengubah mental miskin bangsa yang terbiasa menerima daripada memberi, infaq juga menjadi salah satu media syukur atas rezeki yang telah diberikan Allah. Namun belakangan ini muncul fenomena dimana “mereka” yang dikenal dermawan ternyata seorang pencuri (koruptor). Ntah apa yang ada dipikiran mereka karena seharusnya berinfaq itu dari sumber rezeki yang halal. Semoga kita selalu dilindungi dan tidak termasuk dalam golongan tersebut. Dengan demikian, mulailah menjadi pribadi yang peka terhadap sesama dan mengingatkan orang-orang disekeliling kita mengenai pentingnya mencari rezeki yang halal dan membagikan sebagian harta kita sebagai bentuk syukur atas apa yang telah kita dapatkan. InsyaAlllah semakin banyak keberkahan yang kita dapatkan termasuk. Aamiin

    Wassalamualaikum Wr Wb

  20. Tita ayu rahandini says:

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Sebelumnya saya ingin menyampaikan bahwa artikel yang bapak tulis ini sangat menarik dan memang harus dilakukannya revolusi mental di Indonesia bahkan didunia. Saya setuju dengan yang bapak sampaikan dalam artikel ini, Semoga dengan dipublikasikannya artikel ini para pembaca tergugah hatinya untuk melakukan infaq. Revolusi mental ini harus digencarkan karena semakin maraknya korupsi di Indonesia bahkan dunia. Kaya dan miskin tidak dipandang hanya dari harta, tetapi lebih kepada iman, ibadah, infaq, zakat dan sedekah. Kunci utamanya adalah bersyukur, kita harus mensyukuri apa yang kita punya dan kita dapat, selalu berusaha dan berdoa. Dengan bersyukur, inshaAllah kita tidak akan merasa kekurangan, aamiin…
    Terimakasih pak
    Wassalamualaikum Wr. Wb

  21. Mohammad Iqbal says:

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Saya sangat setuju dengan pendapat bapak tentang revolusi mental untuk mengurangi kemiskinan yg semakin luas di negara kita. Setelah merdeka pada tahun 1945, sekarang bangsa kita masih dijajah oleh bangsa sendiri yaitu oleh orang orang yang memiliki mental”miskin” yang disebut koruptor. Heranya, mereka menggunakan hasil korupsi juga untuk menyumbang orang miskin, mesjid, dan sumbang sana sini. Ini merupakan hal yang sangat bodoh karena Allah maha mengetahui segala perbuatan manusia. Dengan demikian revolusi mental harus ditanamkan sedini mungkin ke dalam diri kita dimulai dengan cara menanamkan sifat “memberi” kepada sesama dan juga yang paling penting tetap meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT, dengan demikian kita akan terhindar dari mental miskin tersebut.
    Terima kasih
    Wassalamualaikum Wr.Wb

  22. Agustya Vika says:

    Assalamialaikum Wr.Wb
    Setelah membaca blog ini saya makin berfikir pentingnya revolusi mental dinegeri kita ini, di negeri kita yang dikuasai oleh para koruptor orang yang serakah akan harta duniawi. Blog ini sangat bagus sekali sesuai dengan dalil Al-qur’an bahwa kita diciptakan saling berpasangan yaitu kaya dan miskin tetapi dimta Allah SWT derajat kita itu sama, yaitu sama2 manusia ciptaan Allah SWT. Seharusnya para koruptor ini malu akan perbuatanya dia , dia merampok hak hak rakyat kecil yang seharusnya itu bukan hak para koruptor , sehingga rakyat kecil makin terpuruk dan makin merasakan pahitnya kehidupan dengan tinggal dibawah kolong jembatan , anak yang sharusnya masih sekolah merasakan bangku pendidikan tidak merasakan itu kembali, karena ulah para koruptor. Semoga dengan adanya blog ini para koruptor dapat membaca dan sadar apa yang seharusnya mereka lakukan, yang harus kita lakukan pada zaman skrg ini ialah revolusi mental kita yang tidak mengharapkan imbalan dr orang lain tau berpangku tangan dengan orang lain tapi justru kita harus memberi, berbagi kebahagiaan dan saling menolong sesama manusia. Apabila semua prang dapat melakukan itu insya Allah negeri kita akan maju dan perekonomian kita akan semakin berkembang karena tidak adanya rakyat miskin , tidak adanya perampok kelas kakap seperi para koruptor yang merampas harta negara kita ini.
    Semagat terus bapak untuk membuat blog selanjutnya , agar semua prang dapat berfikir pentingnya rvolusi mental

  23. Agustya Vika says:

    Assalamialaikum Wr.Wb
    Setelah membaca blog ini saya makin berfikir pentingnya revolusi mental dinegeri kita ini, di negeri kita yang dikuasai oleh para koruptor orang yang serakah akan harta duniawi. Blog ini sangat bagus sekali sesuai dengan dalil Al-qur’an bahwa kita diciptakan saling berpasangan yaitu kaya dan miskin tetapi dimta Allah SWT derajat kita itu sama, yaitu sama2 manusia ciptaan Allah SWT. Seharusnya para koruptor ini malu akan perbuatanya dia , dia merampok hak hak rakyat kecil yang seharusnya itu bukan hak para koruptor , sehingga rakyat kecil makin terpuruk dan makin merasakan pahitnya kehidupan dengan tinggal dibawah kolong jembatan , anak yang sharusnya masih sekolah merasakan bangku pendidikan tidak merasakan itu kembali, karena ulah para koruptor. Semoga dengan adanya blog ini para koruptor dapat membaca dan sadar apa yang seharusnya mereka lakukan, yang harus kita lakukan pada zaman skrg ini ialah revolusi mental kita yang tidak mengharapkan imbalan dr orang lain tau berpangku tangan dengan orang lain tapi justru kita harus memberi, berbagi kebahagiaan dan saling menolong sesama manusia. Apabila semua prang dapat melakukan itu insya Allah negeri kita akan maju dan perekonomian kita akan semakin berkembang karena tidak adanya rakyat miskin , tidak adanya perampok kelas kakap seperi para koruptor yang merampas harta negara kita ini.
    Semagat terus bapak untuk membuat blog selanjutnya , agar semua orang dapat berfikir pentingnya rvolusi mental

  24. Bernadetha Cinta P.G says:

    Mengenai blog yg sudah Bapak sampaikan, saya sangat setuju. Mengapa ? Karena pada dasarnya, semua yg kita miliki di dunia ini adalah milik Tuhan, dan bukan milik kita sendiri. Seharusnya manusia zaman sekarang sadar mengenai hal ini dan mampu berbagi dengan sesama. Inilah yg disebut dengan kekayaan hati.

  25. Panji Maulana says:

    Assalamualaikum Wr.Wb
    saya sangat sependapat dengan apa yang sudah bapak angkat sebagai pembahasan penting didalam blog atau tulisan bapak ini . jelas sekali apa yang sedang bangsa kita alami saat ini memang sangat memperhatinkan jika melihat dari sisi mental kehidupan masyarakat yang terus semakin tidak menemukan jalan keluar, dimana seperti yang sudah kita ketahui selama ini banyak sekali masyarakat bangsa kita yg sudah kehilangan pola pikir mereka dalam mengembangkan suatu tujuan bersama sehingga sudah merusak mental pribadi dari masing-masing orang tersebut. saat inipun bangsa kita sedang mengalami proses transisi pergantian pemimpin baru dimana kita semua sebagai masyarakat bangsa ini sangat berharap adanya perubahan peningkatan dan kemajuan yang terjadi untuk bangsa ini. dilain sisi kita juga sebagai masyarakat bangsa ini tidak bisa sepenuhnya hanya menggantungkan harapan saja kepada pemimpin kita , karena masa depan yang ada pada bangsa kita ini sangatlah bergantung pada masyaarakatnya bangsa itu sendiri, dimana masyarakatnya akan membawa kemana masa depan bangsa nya itu sendiri. disini sudah jelas dengan apa yang sudah bapak jelaskan diatas dimana Revolusi Mental sangatlah penting untuk membawa dan mengajak para masyarakat dari segala golongan untuk saling membawa tujuan secara bersama karena memang sudah menjadi kodrat hidup umat manusia yang menjalani kehidupan secara berketergantungan dengan yang lainnya. jadi kita semua harus bisa berfikir dalam membangun revolusi mental yang ada pada setiap pribadi kita semua agar terciptalah suatu bangsa yang masyarakatnya memiliki kekuatan revolusi mental pada dirinya dengan berlandaskan suatu kepentingan bersama sehingga kita semua dapat merasakan kehidupan dalam keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Aminnn Terimakasih banyak saya ucapkan kurang lebihnya mohon maaf jika ada kesalahan . assalamualaikum wr.wb

  26. Lina fathina says:

    Menurut saya, dengan danya konsep mental untuk mengatasi kemiskinan bagus untuk di realisasikan. Akan tetapi jika para koruptor menginfaqkan sebagian uangnya kepada rakyat miskin, bukannya tidak berkah?
    Lagipula kalau koruptor memberikan sebagian uangnya untuk rakyat miskin, jadi rakyat miskin hanya mengharapkan uang yang diberi dari orang-orang kaya/ koruptor. Sebaiknya para koruptor melaksanakan tugasnya sesuai jabatannya dengan jujur, supaya jika mereka menginfaqkan sebagian kekayaanya kepada rakyat miskin akan menjadi lebih berkah bagi keduanya.

  27. Edho Novian Baskoro says:

    Blog yg bapak buat sangat menarik untuk dipelajari lebih dalam.
    Memang semua makhluk hidup diciptakan untuk berpasang – pasangan, dan disini banyak sekali fenomena – fenomena berpasangan antara segolongan orang-orang kaya dan segolongan orang-orang miskin apalagi dizaman modern seperti ini.

    Jadi revolusi mental itu sendiri membuat manusia untuk penyemangat agar tidak merasa dirinya miskin kembali, justru dg revolusi mental tsb manusia bisa memikirkan lebih jauh perubahan agar mereka tidak terpuruk di kemiskinan itu.
    Selain itu pula juga mengubah pola pikir masyarakat indonesia agar tidak korupsi untuk menjadi kaya.

  28. kevin alexander says:

    Menurut saya secara pribadi artikel ini menyadarkan kita semua,khususnya bagi mereka yang kurang beruntung hidupnya agar mereka semua dapat terus berusaha dan mempunyai tujuan hidup,karena walau bagaimanapun kita semua sebagai mamusia niscayanya harus terus berusaha memperbaiki hidup kita agar menjadi lebih baik lagi, dan juga selalu menjujung tinggi rasa saling tolong menolong di dalam hidup agar kesetaraan taraf hidup dapat tercipta sehingga gap atau kesenjangan ekonomi dapat berkurang, terima kasih.

  29. Dina Noventina says:

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Sangat setuju dengan apa yang bapak paparkan dalam blog mengenai Revolusi Mental Untuk Mitigation The Poverty. Bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini pada dasarnya sudah diatur oleh Nya. Kaya dan miskin bukanlah mengenai seberapa banyak harta yang dimiliki dan harta bukanlah segalanya didunia ini. Sewajarnya para koruptor merasa malu atas apa yang telah mereka perbuat, karena mereka dengan sengaja dan sadar mengambil sesuatu yang bukan merupakan hak mereka. Semoga para penerus bangsa ini lebih terbuka mata hati dan pikirannya serta lebih jujur dalam mengemban tugas yang telah diamanahkan. Dan lebih memahami dengan kata-kata “tangan diatas lebih mulia daripada tangan dibawah”.

  30. Bornok Hilton Yohannes says:

    Saya sangat setuju dengan tulisan bapak mengenai revolusi mental sebagai upaya untuk memitigasi kemiskinan. Konsep infaq/sedekah bagi orang-orang miskin dan yang membutuhkan menurut saya merupakan salah satu cara yang tepat untuk mengubah paradigma orang-orang yang selama ini masih selalu ingin diberi dan bukan memberi (miskin hati). Bagi umat Nasrani, ajaran yang sejenis dengan konsep Infaq juga tertulis dalam kitab 2 Korintus 9 ayat 7 “Hendaklah masing – masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita”. Untuk itu marilah kita saling mendahulukan untuk saing memberi infaq/sedekah kepada orang-orang miskin atau membutuhkan untuk menuntun kita menjadi orang yang kaya hatinya. 🙂

  31. Yulita Pratiwi Supriatna says:

    Assalamulaikum Wr. Wb
    Saya sangat setuju sekali dengan artikel Bapak. Alangkah hebat dan majunya Negara tercinta kita ini apabila para pejabat atau oknum tersebut dapat membaca artikel yang Bapak tulis ini, sehingga dapat merubah pola pikir dan mental orang-orang tersebut. Demi kemakmuran dan kesejahteraan masa depan anak cucu kita kedepannya. Terima Kasih
    Wassalamualaikum Wr. Wb

  32. Adelia Magita says:

    Assalamualaikum Wr. Wb
    saya sangat setuju dengan artikel yang bapak buat, bahwasannya semua takdir manusia sudah ditentukan oleh Allah SWT. Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui (QS:36:36, Terjemah Robbani, 2012). Dimata Allah semua manusia sama tidak ada yang berbeda. Dan , Saya mendukung “Revolusi Mental” sudah waktunya bagi para koruptor untuk merenungkan diri dan tidak menguras harta kekayaan yang seharusnya tidak jatuh ketangan yang salah (koruptor). Menjadi kaya tidak harus mengambil harta orang lain tetapi kaya dan banggalah jika hartamu dari hasil keringat dan pekerjaan yang halal. Semoga artikel ini dibaca oleh semua org agar dapat membenahi mentalnya menjadi manusia yang jujur dan bermartabat bagi keluarga bangsa dan negara.

  33. Junia Endah says:

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Tulisan Bapak ini yang berjudul “Revolusi Mental Untuk Mitigation The Poverty”, saya sangat setuju sekali, karena di negara kita, jujur saja masih kurang orang-orang yang memiliki kesadaran untuk membantu sesama. Menurut saya, kesadaran tersebut tidak bisa dipaksakan, karena harus berasal dari diri masing-masing orang, kita juga tidak dapat memaksakan orang lain untuk beramal. Ada baiknya kita memulai minimal dari diri kita sendiri, dengan kita mulai bisa berbuat lebih untuk orang lain, mudah-mudahan orang lain akan melihat dan mengikuti untuk berbuat hal yang sama. Namun perilaku seseorang itu merupakan hak orang tersebut tergantung iman yang dimiliki masing-masing. Mudah-mudahan dengan adanya tulisan ini, dapat menggugahkan banyak orang minimal untuk berbuat lebih banyak dalam hal membantu sesama. amiiinnn… Terima kasih…
    Wassalamualaikum Wr. Wb

  34. Amelia Putri Melinda says:

    Assalamu’alaikum saya sangat setuju atas blog yang bapak paparkan diatas,karena tulisan dapat menyadarkan akan adanya revolusi mental,sudah sewajarnya manusia sadar akan apa yang dikasih oleh Allah SWT,atas ke indahan di dunia,tidak ada hidup yang kekal/abadi di akhirat kalau kita tidak mensyukurinya terimakasih Wassalamualaikum.

  35. Debi Triyanti says:

    Assalammualaikum.. saya sangat setuju atas blog yang bapak paparkan diatas, sudah sewajar nya orang tersebut sadar atas apa yang dikasih oleh Allah SWT yang begitu indah didunia ini. Seharusnya seseorang dapat menghargai pemberian dari allah karena apa yang kita punya sekarang hanya titipan dari Allah SWT. Tidak membeda-bedakan antara orang yg berada dan tidak berada.

    Terima Kasih.

  36. Putri Candra Iswari says:

    Assalamualaikum wr. Wb

    Artikel ini sangat bermanfaat sekali pak. Terutama untuk kemajuan mental orang Indonesia. Di indonesia sendiri masih banyak orang yang bermental miskin. Melakukan korupsi, merapok, menipu dan lain”. Artikel ini dapat memotivasi para pembaca juga. Supaya tergerak hatinya untuk bisa menperkaya mentalnya.

    Berharap para koruptor atau orang yang mungkin ingin mengikuti jejak koruptor baca ini dan tergerak hatinya untuk tidak melakukannya 😊

    Wassalamualaikum wr wb

  37. Widias Siti Noerjaenah says:

    Assalamulaikum Wr. Wb
    Saya sangat setuju sekali dengan artikel Bapak. Alangkah hebat dan majunya Negara tercinta kita ini apabila para pejabat atau oknum tersebut dapat membaca artikel yang Bapak tulis ini, sehingga dapat merubah pola pikir dan mental orang-orang tersebut. Terima kasih
    Wassalamu’alaikum wr.wb

  38. Farhana Nadhilah says:

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Saya setuju dengan bapak, orang-orang yang miskin hatinya seperti para koruptor harus di revolusi karena jika tidak akan terus berkembang dan semakin banyak dan bisa berakibat fatal pada kesejahteraan rakyat. Bagaimanapun juga rakyat berhak mendapatkan hak-nya yaitu, mendapatkan apa yang seharusnya masyarakat dapatkan agar rakyat miskin tidak terus merajalela untuk kedepannya.

  39. Sofwatunida says:

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Saya sangat setuju dengan tulisan yang bapak buat , karena dinegara kita ini masih minimnya rasa kepedulian terhadap orang-orang disekitar kita yang masih kurang beruntung , semoga dengan adanya artikel ini dapat menyadarkan kita semua untuk saling membantu terhadap sesama dan dapat menguntungkan bagi sesama dalam hal revolusi mental ini.

    Wassalamualaikum wr.wb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *