Positivisme vs Interpretivisme/Konstruktivisme

Positivism and Interpretivism in Social Research

Postitivisme merupakan aliran filsafat yang berkembang pesat di abad 19. Dalam padndangan penganut fisafat ini tujuan riset adalah untuk mendapatkan penjelasan ilmiah. Positivisme memandang ilmu-ilmu sosial sebagai metode terorganisir dengan menggunakan logika deduktif serta pengamatan empiris dari perilaku individu dalam rangka menemukan dan mengkorfirmasi dugaan hubungan sebab-akibat. Hal ini dilakukan untuk meramalkan pola umum kegiatan manusia.

Sifat dasar dari pendekatan ini adalah bahwa fakta empirik terpisah dari gagasan atau pemikiran personal. Fakta empirik itu terjadi karena adanya hukum sebab dan akibat. Pola realitas sosial itu bersifat stabil. Paradigma ini mengasumsikan bahwa tujuan sains adalah mengembangkan meode-metode yang sangat obyektif untuk mendekati realitas. Peneliti yang menggunakan pespektif ini menjelaskan bagaimana variabel-variabel saling berinteraksi, membentuk suatu kejadian , dan menghasilkan sesuatu. Semuanya dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Sering penjelasn-penjelasan tersebut dikembangkan dan diuji dalam studi eksperimental. Diantara kontribusi penting dri tipe riset ini adalah analisis multivariate dan teknik-teknik peramalan statistik.

Disisi lain, ada perspektif interpretivist/constructivist yang merupakan riset kualitatif, memandang dunia sebagai sesuatu yang dikonstruksi, ditafsirkan, dan dialami oleh orang dalam interaksinya dengan sesama serta dalam sistem sosial yang lebih luas. Menurut paradigma ini sifat dasar penelitian adalah penafsiran, sedangkan tujuannya adalah untuk memahami fenomena tertentu. Bukan untuk melakukan generlisasi dari populasi. Penelitian pada paradigma ini besifat alamiah karena diterapkan pada situasi dunia nyata.

Antwi, S. K., & Hamza, K. (2015). Qualitative and Quantitative Research Paradigms in Business Research: A Philosophical Reflection. European Journal of Business and Management, 7(3), 217–225.




Patokan dalam Penulisan Jurnal

• Title (judul): the title must be eye-catching
• Abstract: abstract must be intriguing
• Introduction: it must be motivating
• Literature review: must be inspiring
• Body of your text: must be convincing
• Conclusion/Concluding remarks: must be interesting

Selain daripada itu,
• Keywords: keywords/key phrases refer to the subject classification of your work
• Acknowledgement: is to appreciate those who make significant contribution in research and in manuscript writing (e.g. Editor, reviewers, sponsors, institution)
• References: refers to the quality and up-to-datedness of your baseline (furthermore, you have to facilitate the Editor and reviewers in order for them to be able to access and read easily all the references)

 

Membuat Title (judul) artikel ilmiah

Bagaimana membuat judul yang eye-catching (yang membuat orang jatuh hati pada pandangan pertama melihat judul)?

Jawabannya: “perlu latihan.” Kalau perlu, belajarlah dari mereka yang berkecimpung dalam dunia periklanan. Mereka sangat pandai membuat judul.

Salah satu kata kunci membuat judul artikel ilmiah adalah “jangan terlampau panjang” Semakin pendek semakin bagus. Semakin panjang akan semakin sulit dicerna. Kalau begitu, sebaiknya seberapa panjang? Ada kebiasaan umum yang kerap berlaku, yakni tidak lebih dari 15 kata. Saya sendiri selalu berusaha untuk menggunakan 10 kata atau kurang.

Kata2 yang menunjukkan “new ideas” atau “terobosan” atau “melawan arus” perlu mendapat perhatian untuk digunakan dalam judul artikel.

Selamat berkarya!

 

Membuat abstract yang intriguing

Abstract yang mampu membangkitkan minat Editor dan Reviewers pasti menampilkan the state-of-the-art of the work.

Ada rumus umum yang biasa digunakan untuk membuat sebuah abstract yang demikian. Rumus tsb adalah sbb. Abstract terdiri atas (tulislah sesingkat mungkin sesuai urutannya);
1. Purpose,
2. Design/methodology/approach,
3. Findings,
4. Limitations/implications, dan
5. Originality/value.

Harap diketahui bahwa Editor dan Reviewers bekerja dengan berpegang pada pedoman “The 3 I’s” yang dirumuskan oleh Warren Buffett (investor dunia ternama) yakni; Innovators, Imitators dan Idiots (dia menggunakan istilah yang sarcastic).

Hanya kategori “Innovators” yang akan mendapat tempat terhormat.

Maman A. Djauhari 




Kumpulan Komentar Proposal Defend dan Viva

Komentar-komentar itu disusun berdasarkan topik-topik sebagai berikut:

  • Tajuk tesis
  • Abstrak
  • Fokus kajian, pernyataan masalah, objektif kajian dan soalan kajian
  • Definisi operasional
  • Tinjauan literatur
  • Metodologi (reka bentuk/sampel/peserta/instrumentasi)
  • Pengutipan data (kaedah, mencukupi untuk menjawab soalan kajian)
  • Analisis kuantitatif (statistik)/kualitatif
  • Interpretasi data/maklumat
  • Kesimpulan
  • Perbincangan
  • Implikasi kajian
  • Bahan rujukan (komprehensif, terkini)
  • Susunan keseluruhan bab, rujukan dan lampiran
  • Kekuatan tesis
  • Kelemahan tesis
  • Kejelasan penyampaian tesis
  • Penggunaan bahasa dan tatabahasa
  • Ejaan
  • Lain-lain ulasan

Silakan  Klik

NURUL FADLY HABIDIN




Menulis Makalah yang Layak Terbit


Kriteria yang digunakan dalam mereview artikel
1. Kontribusi terhadap pengetahuan
2. Inovatif dan keaslian
3. Sesuai tujuan jurnal
4. Jelas dalam penulisan
5. Penggunaan literatur
6. Mutu argumentasi
7. Metodologi riset dan analisis data
8. Implikasi riset

Ortinau, David J. “Writing and publishing important scientific articles: A reviewer’s perspective.” Journal of Business Research 64, no. 2 (2011): 150-156.




Apa, Mengapa, dan Bagaimana Melakukan Kajian Pustaka

Penjelasan secara skematik
What is a literature review, why is it important and how do I do it?

No automatic alt text available.

Langkah-langkah

1. Identifikasi kata kunci (keywords)

  • Pertanyaan riset (RQ)
  • Konsep

2. Mencari Literatur yang Ada

  • Penelitian sebelumnya
  • Sumber data sekunder

3. Evaluasi Hasil Pencarian

  • Relevansi
  • Kualitas
  • Konsensus atau Ketidak-sepakatan
  • Gaps

 

Amir Albasha




Definisi Riset Kualitatif & Verstehen

Berbagai pandangan mengenai ciri-ciri metode kualitatif

Ada berbagai macam contoh definisi penelitian kualitatif.


Penelitian kualitatif memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang. Definisi-definisi tersebut menggambarkan perbedaan pemahaman, asumsi, pendekatan maupun kriteria. Tidak ada sebuah definisi, prinsip ataupun pedoman yang disepakati mengenai apa itu riset kualitatif. Namun dalam definisi-definisi di atas, ada kesamaan pandangan bahwa riset kualitatif itu berkenaan dengan interpretasi yang berasal dari tradisi verstehen. Verstehen adalah tafsir pemahaman atas makna tehadap kumpulan kegiatan yang dialami oleh sang pelaku.

Cassell, C., Buehring, A., Symon, G., Johnson, P., & Bishop, V. (2006). Benchmarking good practice in qualitative management research. Benchmarking good practice in qualitative management research.

Allwood, C. M. (2012). The distinction between qualitative and quantitative research methods is problematic. Quality & Quantity, 46(5), 1417-1429.




Kriteria Kualitas Riset Kualitatif pada Berbagai Momen

1. Momen
Kriteria kualitas penelitian kualitatif secara historis

2. Kontinum paradigma, ontologi, epistemologi dan metodologi penelitian

3. Konsep dan istilah pada kriteria kuantitatif yang dignakan untuk menilai kriteria kualitatif

4. Konsep dan istilah kriteria kualitas yang terkait dengan paradigma

5. Konsep dan istilah kriteria kualitas dengan penilaian individual

6. Konsep dan istilah penilaian kualitas dengan kriteria bridging

7. Kategori kriteria bridging serta pertanyaan yang terkait

Ravenek, Michael John, and Debbie Laliberte Rudman. “Bridging conceptions of quality in moments of qualitative research.” International Journal of Qualitative Methods 12, no. 1 (2013): 436-456.




Aturan Tak Tertulis Riset PhD

Image may contain: coffee cup, drink and text

No automatic alt text available.

Image may contain: text

Petre, Marian, and Gordon Rugg. The unwritten rules of PhD research. McGraw-Hill Education (UK), 2010.




Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Perspektif ontologi, epistemologi, dan metodologi

Landasan Riset – Foundations of Research

Tuli, Fekede. “The basis of distinction between qualitative and quantitative research in social science: Reflection on ontological, epistemological and methodological perspectives.” Ethiopian Journal of Education and Sciences 6, no. 1 (2011).




Bagaimana Agar Sukses PhD

Buku ini merupakan kumpulan tulisan pengalaman mahasiswa pascsarjana. Tulisan-tulisan mereka adalah:

No automatic alt text available.

  1. Communicating with your advisor
  2. Time and self-management
  3. Managing and organizing information
  4. Work-life balance
  5. Oral presentations
  6. Scientific writing
  7. Publishing
  8. Paper reviews
  9. Networking
  10. Interdisciplinary work

Baehr, Johanna, and Ute Kreis. “How to survive your PhD-Essays from KlimaCampus Graduate Students.” (2011).