LEASING (SEWA GUNA USAHA)

• Adalah: perjanjian antara lessor (yang menyewakan) & lessee (yang menyewa) untuk menyewa suatu jenis barang modal tertentu yang dipilih atau ditentukan oleh lessee.

Lessee (penyewa guna usaha): perusahaan atau perorangan yang menggunakan barang modal dengan pembiayaan dari pihak perusahaan sewa guna usaha (lessor).

Lessor (perusahaan sewa guna usaha): perusahaan yang melakukan pembiayaan barang modal kepada perusahaan atau perorangan sebagai penyewa guna usaha.

Jenis-jenis leasing:
1. Sale and leaseback
2. Operating lease
3. Financial lease

Teknik leasing:
a. Direct lease
b. Sale-leaseback arrangement
c. Leveraged lease

Hal-hal lain dalam perjanjian leasing:
1. Maintenance clauses
2. Renewal options
3. Purchase options

• Keputusan sewa guna usaha dibandingkan membeli adalah keputusan yang dihadapi perusahaan untuk memperoleh aktiva        tetap baru dari tiga alternatif:
a. Apakah dengan menyewa atau membeli aktiva
b. Menggunakan dana pinjaman atau
c. Menggunakan sumber daya yang tersedia

Langkah-langkah dalam analisa sewa atau beli:
1. Mencari aliran kas ke luar setelah pajak untuk setiap tahun alternatif sewa
2. Mencari aliran kas ke luar setelah pajak untuk setiap tahun alternatif beli
3. Menghitung nilai sekarang (PV) dari aliran kas ke luar alternatif sewa atau beli dengan menggunakan biaya pinjaman setelah    pajak sebagai tingkat diskonto
4. Memilih alternatif dengan nilai sekarang (PV) yang terendah dari aliran kas keluar pada langkah 3

Sumber: Sundjaja, R & Barlian, I. (2001). Manajemen Keuangan Dua

Image result for leasing




ALAT ANALISIS KEUANGAN

1. Analisis laporan keuangan komparatif (horizontal = tren): menelaah neraca, laporan laba rugi atau laporan arus kas yang               berurutan dari satu periode ke periode berikutnya
• Analisis perubahan tahun ke tahun
• Analisis tren angka indeks

2. Analisis laporan keuangan common-size (vertikal):
• Analisis neraca, total aktiva dinyatakan sebagai 100 persen
• Analisis laporan laba rugu, penjualan dinyatakan sebagai 100 persen

3. Analisis rasio
A.  Analisis kredit (risiko):
a.  Likuiditas: mengevaluasi kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek
b.  Struktur modal dan solvabilitas: menilai kemampuan memenuhi kewajiban jangka panjang
B.  Analisis profitabilitas:
a. Tingkat pengembalian atas investasi: menilai kompensasi keuangan kepada penyedia pendanaan ekuitas dan utang
b.  Kinerja operasi: mengevaluasi marjin laba dari aktivitas operasi
c.  Pemanfaatan aktiva: menilai efektivitas perputaran aktiva
C.  Penilaian: mengestimasi nilai saham perusahaan
Analisis rasio diinterpretasikan dalam perbandingan dengan:
• Rasio tahun sebelumnya
• Standar yang ditentukan sebelumnya
• Rasio pesaing

4. Analisis arus kas: mengevaluasi sumber dan penggunaan dana

5. Model Valuasi: valuasi utang dan valuasi ekuitas

Image result for alat analisis keuangan




TINJAUAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN (ALK)

ALK merupakan bagian dari analisis bisnis
ALK: aplikasi dari alat2 teknik analisis untuk laporan keuangan bertujuan untuk menghasilkan estimasi & kesimpulan yang                         bermanfaat dalam analisis bisnis
Analisis Bisnis: analisis atas prospek & risiko perusahaan untuk kepentingan pengambilan keputusan bisnis
Misal: memilih investasi, perpanjangan pinjaman, menilai perush, mengevaluasi restrukturisasi
Analisis Lingkungan Bisnis & Strategi bertujuan mengidentifikasi & menilai kekuatan & kelemahan kompetitif perusahaan,                                                                                                                        beserta  peluang & ancamannya
Terdiri dari: analisis industri (menilai prospek industri & tk kompetisi) & analisis strategi (evaluasi atas keputusan bisnis perush)

Analisis Akuntansi: evaluasi sejauh mana akuntansi perusahaan mencerminkan realitas ekonomi

Analisis Keuangan: menganalisis posisi & kinerja keuangan perusahaan & menilai kinerja keuangan di masa depan
Terdiri dari:
1. Analisis Profitabilitas: evaluasi atas tingkat pengembalian investasi perusahaan
2. Analisis Risiko: penilaian atas solvabilitas & likuiditas perusahaan sejalan dengan variasi laba
3. Analisis Sumber & Penggunaan Dana: evaluasi bagaimana perusahaan memperoleh & menggunakan dananya

Analisis Prospektif: peramalan hasil (laba; arus kas) di masa depan
Penilaian: proses mengubah ramalan hasil di masa depan menjadi estimasi nilai perusahaan
Laporan Keuangan menginformasikan:
1. Aktivitas Perencanaan: dalam rencana bisnis mendeskripsikan maksud perusahaan strategi & taktik aktivitasnya
2. Aktivitas Pendanaan: metode untuk mendapat uang guna membayar kebutuhan perusahaan
3. Aktivitas Investasi: perolehan & pemeliharaan investasi dengan tujuan menjual produk & menyediakan jasa serta untuk                                                               menginvestasikan kelebihan kas
4. Aktivitas Operasi: pelaksanaan rencana bisnis yang terdapat dalam aktivitas pendanaan & investasi

Referensi: Subramanyam, K.R & Wild, J.J. (2010). Financial Statement Analysis.

Image result for financial analysis clipart




MANAJEMEN PERSEDIAAN

• Tujuan menyimpan persediaan adalah untuk menjaga kelancaran operasi perush
• Jumlah persediaan tidak boleh terlalu tinggi ataupun terlalu rendah (habis)
– Apabila terlalu tinggi, menyebabkan modal kerja makin besar
– Apabila terlalu rendah, menyebabkan penghentian produksi –> biaya naik atau
penundaan pengiriman –> kehilangan pelanggan
• Teknik manajemen persediaan: Economiq Order Quantity (EOQ) Model

Dasar pemikiran:
(1)Kalau perush memiliki rata2 persed besar utk jumlah kebutuhan sama dlm suatu           periode berarti perush tidak perlu melakukan pembelian terlalu sering –> hemat         biaya pesan
(2)Tetapi jika perush membeli dlm jumlah besar, perusahaan akan menanggung                 persediaan dlm jumlah besar pula –> biaya simpan tinggi
(3)Karena itu perlu dicari jumlah yang akan membuat biaya persediaan terkecil            (ukuran pemesanan optimal)
• Total Biaya Pesan (order cost) = Frekuensi pesanan x biaya pesan setiap kali pesan
(S/Q) x O
• Total Biaya Simpan (carrying cost) = Rata-rata persediaan x biaya simpan per unit
(Q/2) x C
• Total Biaya Persediaan = [(S/Q) x O] + [(Q/2) x C]

• Q = √(2 x S x O)/C
• Q merupakan kuantitas pemesanan ekonomis (EOQ) yang memberikan total biaya                                  persediaan minimum
S = kebutuhan bahan baku dalam setahun
O = biaya pesan setiap kali pemesanan
C = biaya simpan per unit
• Pada saat Q, total biaya pesan = total biaya simpan
Reorder point adalah jumlah persediaan di mana merupakan saat dilakukan                                                                 pemesanan kembali
Lead time adalah persediaan yang diperlukan antara tanggal pemesanan sampai                                                 dengan pesanan diterima
Reorder point = (lead time x daily usage) + safety stock
Safety stock adalah persediaan minimal (cadangan) untuk mencegah kehabisan

Related image




MANAJEMEN KAS

I. Pengertian Kas
Kas merupakan bentuk aktiva yang paling likuid, yang bisa dipergunakan dengan segera untuk memenuhi kewajiban finansial perusahaan. Karena sifatnya yang likuid, kas memberikan keuntungan yang rendah. Maksudnya adalah jika perusahaan menyimpan kas dalam bentuk rekening giro di bank, jasa giro yang diterima perusahaan persentasenya lebih rendah daripada kas disimpan dalam bentuk deposito berjangka (yang tidak dapat setiap saat diuangkan). Oleh karena itu, pengelolaan (manajemen) kas merupakan hal yang penting, agar diusahakan jumlah kas yang memeadai, sehingga jumlahnya tidak terlalu banyak atau tidak terlalu sedikit.

II. Motif Memiliki Kas
Menurut John Maynard Keynes, ada tiga motif memiliki kas, yaitu:
1. Motif transaksi, yaitu saldo kas yang dipegang untuk membayar     berbagai transaksi bisnis
2. Motif berjaga-jaga, yaitu mempertahankan saldo kas sehingga       dapat memenuhi permintaan kas yang sifatnya tidak terduga
3. Motif spekulasi, yaitu memperoleh keuntungan dari memiliki         atau menginvestasikan kas dalam bentuk investasi yang sangat     likuid

III. Model Manajemen Kas (Model Persediaan)
Baumol menyatakan bahwa kebutuhan kas sama dengan kebutuhan persediaan. Apabila perusahaan mempunyai saldo kas yang tinggi, akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan karena kehilangan kesempatan untuk menginvestasikan dananya pada bentuk investasi lain yang lebih menguntungkan. Apabila saldo kas terlalu rendah, maka perusahaan akan mengalami kesulitan likuiditas. Oleh sebab itu, perlu adanya keseimbangan kas.

Asumsi: penggunaan kas per hari konstan

Q = √(2 x O x D)/i

Keterangan:

Q = jumlah sekuritas yang harus dijual setiap kali saldo kas         mencapai saldo minimal
O = biaya transaksi setiap kali menjual sekuritas
D = kebutuhan kas setahun
I = tingkat bunga sekuritas per tahun

• Frekuensi perubahan sekuritas menjadi kas setahun = D/Q
• Saldo rata-rata kas = Saldo minimal + (Q/2)
• Biaya kehilangan kesempatan = (Q/2) x i
• Biaya transaksi = (D/Q) x O
• Siklus kas = jumlah hari setahun / frekuensi
• Total biaya pengelolaan kas = [(Q/2) x i] + [(D/Q) x O]

Pada saat Q, biaya minimal, di mana:

biaya kehilangan kesempatan = biaya transaksi

Image result for RUPIAH BARU




PENGEMBALIAN ATAS INVESTASI MODAL

Komponen: RNOA & ROCE
(1) RNOA (Return on Net Operating Assets) dihitung dng cara:

a. RNOA = Net Operating Profit after Tax (NOPAT)/Average Net Operating Assets (NOA)

NOPAT = EBIT (1 – Tarif pajak)
Tarif pajak = Tax/EBT

NOA = Operating Assets (OA) – Operating Liabilities (OL) atau
NOA = Net Financial Obligation (NFO) + Stockholders’ Equity (SE)

NFO = Financial Liabilities (FL) – Financial Assets (FA)

Aset Operasi meliputi kas, piutang usaha, persediaan, beban dibayar dimuka, aset pajak tangguhan, aset tetap & investasi jangka panjang yg terkait dengan akuisisi strategis(mis: investasi metode ekuitas, goodwill, & aset tak berwujud)

Kewajiban operasi meliputi utang usaha & beban yg msh hrs dibayar, kewajiban operasi jk panjang (mis: pensiun & kwjbn purnakarya lain-OPEB), serta kewajiban pajak tangguhan

Aset non-operasi meliputi investasi dlm efek yg dpt diperdagangkan, investasi ekuitas non-strategis & investasi dlm operasi yg dihentikan sblm dijual

Kewajiban non-operasi meliputi obligasi & kewajiban jk panjang lain yg dikenakan bunga, serta bagian tidak lancar sewa guna usaha modal

b. Pemisahan RNOA

RNOA = Margin NOPAT x NOA Turnover

NOPAT/Avg NOA = (NOPAT/Sales) x (Sales/Avg NOA)
c. Pemisahan RNOA

RNOA = (NOPAT/Sales) x (Sales/Avg OA) x (1 + OLLEV)
OLLEV = (Avg OL/Avg NOA)

(2) ROCE (Return on Common Stockholders’ Equity) dihitung dng cara:

a. ROCE = (Net Income – Preferred Dividend)/Average Equity

b. Pemisahan ROCE

ROCE = Margin Laba Disesuaikan x Perputaran Asset x Leverage

ROCE = (NI – Pref. Div)/Sales x (Sales/Avg Asset) x (Avg Asset/Avg Equity)

c. Pemisahan ROCE
ROCE = RNOA + (LEV x Spread)

Dimana:
LEV (leverage keuangan) = Avg NFO/Avg SE

NFO (kewajiban keuangan bersih) = NOA – SE

Spread = RNOA – NFR

NFR (tingkat keuangan bersih) = NFE/Avg NFO

NFE (beban keuangan bersih) = B.bunga (1 – Tarif pajak) atau
NOPAT – Net Income




TEORI GENERASI

Ada 5 generasi yang lahir setelah perang dunia kedua dan berhubungan dengan masa kini menurut teori generasi, yaitu:

1. Baby Boomer (lahir tahun 1946 – 1964)
Generasi yang lahir setelah Perang Dunia II ini memiliki banyak saudara, akibat dari banyaknya pasangan yang berani untuk mempunyai banyak keturunan. Generasi yang adaptif, mudah menerima dan menyesuaikan diri. Dianggap sebagai orang lama yang mempunyai pengalaman hidup.

2. Generasi X (lahir tahun 1965-1980)
Tahun-tahun ketika generasi ini lahir merupakan awal dari penggunaan PC (personal computer), video games, tv kabel, dan internet. Penyimpanan data nya pun menggunakan floopy disk atau disket. MTV dan video games sangat digemari masa ini. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Jane Deverson, sebagian dari generasi ini memiliki tingkah laku negatif seperti tidak hormat pada orang tua, mulai mengenal musik punk, dan mencoba menggunakan ganja.

3. Generasi Y (lahir tahun 1981-1994)
Dikenal dengan sebutan generasi millenial atau milenium. Ungkapan generasi Y mulai dipakai pada editorial koran besar Amerika Serikat pada Agustus 1993. Generasi ini banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, instan messaging dan media sosial seperti facebook dan twitter. Mereka juga suka main game online.

4. Generasi Z (lahir tahun 1995-2010)
Disebut juga iGeneration, generasi net atau generasi internet. Mereka memiliki kesamaan dengan generasi Y, tapi mereka mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu seperti nge-tweet menggunakan ponsel, browsing dengan PC, dan mendengarkan musik menggunakan headset. Apapun yang dilakukan kebanyakan berhubungan dengan dunia maya.
Sejak kecil mereka sudah mengenal teknologi dan akrab dengan gadget canggih yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian mereka.

5. Generasi Alpha (lahir tahun 2011-2025)
Generasi yang lahir sesudah generasi Z, lahir dari generasi X akhir dan Y. Generasi yang sangat terdidik karena masuk sekolah lebih awal dan banyak belajar, rata-rata memiliki orang tua yang kaya dengan sedikit.
Melihat dari banyaknya pimpinan baik itu negara maupun perusahaan, generasi X masih mendominasi. Sementara itu generasi Y masih menggeliat, mencari kemapanan dalam bidang pekerjaan maupun pribadi, tidak dipungkiri beberapa sudah menjadi pimpinan sebuah perusahaan sejak usia muda. Generasi Z yang merupakan keturunan dari generasi X dan Y, sekarang ini merupakan anak-anak muda yanag rata-rata masih mencari jati diri, beberapa di antaranya sudah mempunyai penghasilan sendiri yang cukup besar terutama dari bidang seni.

Berikut ini adalah ciri-ciri dari generasi X, Y, dan Z
1. Generasi X (lahir tahun 1965-1980)
• Mampu beradaptasi
• Mampu menerima perubahan dengan baik dan disebut sebagai generasi yang tangguh
• Memiliki karakter mandiri dan loyal (setia)
• Sangat mengutamakan citra, ketenaran, dan uang
• Tipe pekerja keras
• Kekurangannya selalu menghitung kontribusi yang telah diberikan perusahaan terhadap hasil kerjanya

2. Generasi Y (lahir tahun 1981-1994)
• Karakteristik masing-masing individu berbeda, tergantung dimana ia dibesarkan, strata ekonomi, dan sosial keluarganya
• Pola komunikasinya sangat terbuka dibanding generasi-generasi sebelumnya
• Pemakai media sosial yang fanatik dan kehidupannya sangat terpengaruh dengan perkembangan teknologi
• Lebih terbuka dengan pandangan politik dan ekonomi, sehingga mereka terlihat sangat reaktif terhadap perubahan lingkungan yang terjadi di sekelilingnya
• Memiliki perhatian yang lebih terhadap ‘wealth’ atau kekayaan

3. Generasi Z (lahir tahun 1995-2010)
• Merupakan generasi digital yang mahir dan gandrung akan teknologi informasi dan berbagai aplikasi komputer. Informasi yang dibutuhkan untuk kepentingan pendidikan maupun pribadi akan mereka akses dengan cepat dan mudah.
• Sangat suka dan sering berkomunikasi dengan semua kalangan khususnya lewat jejaring sosial seperti facebook, twitter atau SMS. Melalui media ini mereka jadi lebih bebas berekspresi dengan apa yang dirasa dan dipikir secara spontan.
• Cenderung toleran dengan perbedaan kultur dan sangat peduli dengan lingkungan
• Terbiasa dengan berbagai aktifitas dalam satu waktu yang bersamaan. Misalnya membaca, berbicara, menonton, dan mendengarkan musik secara bersamaan. Hal ini karena mereka menginginkan segala sesuatu serba cepat, tidak bertele-tele dan berbelit-belit.
• Cenderung kurang dalam berkomunikasi secara verbal, cenderung egosentris dan individualis, cenderung ingin serba instan, tidak sabaran, dan tidak menghargai proses.

Generasi X, Y, dan Z masing-masing mempunyai sifat positif dan negatif. Dengan memahami perbedaan mereka, diharapkan para pendidik atau para pemimpin perusahaan dapat mengerti individu-individu dari tiga generasi ini sesuai dengan ciri khasnya. Tentunya tantangan generasi Z lebih besar daripada generasi Y atau X sebagai generasi sebelumnya.
Bagi para generasi X dan Y yang sudah dan akan memiliki generasi Z atau Alpha sebagai generasi penerusnya tentu harus sudah memahami karakteristik generasi termuda ini. Generasi ini patut diawasi terutama penggunaan internetnya, tapi tentunya tidak dikerasi. Sebagai orang tua, generasi X dan Y harus bersikap tegas tapi lembut dan sabar, membangun dialog dan komunikasi yang sehat serta terbuka, hadir secara utuh mendampingi mereka, serta memberikan pendidikan dengan nilai karakter positif dengan penuh cinta.
Bagi perusahaan, generasi Y dan Z mengharapkan pimpinan yang jujur. Semakin pimpinan jujur, maka akan semakin dihormati. Jejaring sosial dapat dimanfaatkan bagi para pimpinan untuk berbagi kegiatan sehari-hari bersama para karyawannya. Perusahaan sebisa mungkin menciptakan budaya kerja yang unggul dimana karyawan memiliki teman yang terlibat dalam pekerjaannya dan mendapat tunjangan.




AKSIOMA MANAJEMEN KEUANGAN

Ada 10 Aksioma dalam manajemen keuangan. Aksioma memberikan pengertian bahwa pernyataan-pernyataan yang memiliki dasar kebenaran/terbukti kebenarannya, berikut Aksioma Manajemen Keuangan:

1.Risk – return trade-off

Risk–return trade-off merupakan pernyataan yang menunjukkan adanya pertukaran antara risiko dan return, suatu tuntutan konsekuensi dari sebuah sebab. Prinsipnya adalah semakin tinggi risiko suatu pekerjaan maka return yang diperoleh mestinya harus semakin besar. Maka sering muncul pernyataan “High risk, high return” yang merujuk pada kompensasi yang besar akibat pekerjaan yang dilakukan berisiko tinggi.

2.Time value of money

Nilai waktu uang yaitu menerima sejumlah uang di waktu sekarang lebih baik dari pada menerimanya dengan jumlah yang sama di masa yang akan datang. Hal ini berkaitan dengan nilai uang yang semakin lama semakin menurun akibat terjadinya inflasi.

Penurunan nilai uang inilah yang menjadi salah satu dasar munculnya bunga dalam perbankan sebagai bentuk antisipasi agar nilai uang yang akan datang tidak menurun dari nilai uang sekarang.

Di samping inflasi, yang perlu dipertimbangkan adalah risiko. Bahwa rentang waktu antara sekarang dan yang akan datang akan banyak terjadi peristiwa yang tidak dapat diduga, dimana setiap peristiwa akan memiliki konsekuensi yang berbeda, dan di dalamnya terdapat berbagai macam risiko yang dapat merugikan dan menghilangkan kesempatan untuk memperoleh sejumlah uang. Ketidakpastian situasi inilah yang perlu diwaspadai, sehingga jika ditawarkan apakah sejumlah uang akan kita terima sekarang atau tahun depan, maka lebih baik menerimanya sekarang dengan jumlah yang sama.

3.Cash – not profit – is king

Dalam pepatah lama dikatakan “Profit is queen, but cash is king”. Dalam banyak kasus, para pengusaha sering menjadi repot mengurus bisnisnya dikarenakan kesulitan keuangan di tahun berikutnya, padahal, menurut catatannya, laba yang diperoleh selalu meningkat. Tetapi setelah diteliti ternyata keuntungan yang diperoleh perusahaannya hampir semua dalam bentuk piutang yang tingkat likuiditasnya tentu kalah dibandingkan dengan kas.

Kesulitan keuangan yang dialami oleh banyak pebisnis salah satunya disebabkan karena mereka terlalu fokus pada laba, dan mengabaikan aliran kas. Pebisnis yang terlalu fokus pada laba adalah pebisnis tipe pedagang, sulit berkembang. Sedangkan pebisnis yang cermat, akan menyelaraskan aliran kasnya.  Mereka ini termasuk tipe pebisnis berjiwa enterpreneur, bukan pedagang yang mencari keuntungan untuk jangka pendek.

4.Incremental cash flows count

Incremental cash flows adalah arus kas yang berhubungan langsung dengan investasi, dimana pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan pertimbangan adanya pertambahan kas jika suatu proyek dikerjakan, ataupun mempertimbangkan dampak yang terjadi terhadap kondisi keuangan (kas) saat proyek diterima dan pada saat proyek tidak diterima untuk dikerjakan.

5.The curse of competitive markets

Persaingan yang semakin ketat akan membelah pasar menjadi bagian-bagian kecil karena semakin banyaknya produsen yang masuk untuk bersaing pada produk yang sama di pasar yang sama sehingga mengakibatkan lesunya usaha. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa tidak selamanya laba dapat diperoleh dalam jumlah yang besar. Kecilnya penerimaan laba akan berdampak pada kecilnya tingkat pengembalian investasi. Untuk itu perlu dilakukan beberapa hal untuk menjaga agar usaha tetap mampu bersaing dan mempertahankan pasarnya, di antaranya adalah; diversifikasi produk, penguasaan bahan baku, penggunaan teknologi tepat guna untuk meminimalisir biaya.

6.Efficient capital markets

Capital market atau  pasar modal yang efisien adalah pasar modal dimana perusahaan memiliki gerak yang cepat dan harga yang tepat pula. Aktiva finansial yang diperjual belikan mencerminkan seluruh informasi yang ada dan dapat menyesuaikan diri secara cepat terhadap informasi baru. Efisiensi pasar modal dinilai melalui keberhasilannya dalam menggabungkan dan menyelaraskan informasi.

7.The agency problem

Masalah keagenan terjadi antara para manajer dengan pemegang saham, di mana para manajer dipercaya untuk mengelola perusahaan dan memberikan keuntungan dari semua aktifitas bisnis perusahaan, agar para pemegang saham mendapatkan keuntungan dari keuntungan perusahaan tersebut. Masalahnya adalah, manajer tidak akan bekerja untuk para pemegang saham jika tidak selaras dengan kepentingan mereka. Para manajer akan mengambil keputusan yang akan memberikan keuntungan bagi mereka, kecuali jika ada aturan main yang menjelaskan bagaimana struktur insentif dapat mengakomodasi kepentingan kedua belah pihak, Manajer dan pemegang saham.

8.Taxes bias business decisions

Yaitu pertimbangan pajak yang dijadikan landasan pengambilan keputusan terhadap suatu aktifitas bisnis. Untuk itu yang perlu diperhatikan dalam manajemen keuangan adalah, segala keputusan dan perhitungan haruslah setelah dipotong pajak. Artinya jangan hanya melihat harga dari suatu produk yang dapat diterapkan pada sebuah wilayah lebih menguntungkan, tetapi lupa bahwa harga tersebut belum dimasukkan komponen pajak.

9.All risk is not equal

Setiap usaha memiliki risiko yang berbeda, untuk itu perlu melakukan investasi usaha pada bidang-bidang yang berbeda untuk mengantisipasi terjadinya risiko yang mengakibatkan collaps-nya sebuah usaha.

10.Ethical dilemmas are everywhere in finance

Etika merupakan nilai-nilai normatif yang harus dilekatkan pada sikap seseorang dimanapun dia berada. Namun demikian, sering terjadi dilema di tengah-tengah aktifitas bisnis yang dilakukan. Hal ini karena adanya kepentingan-kepentingan tertentu pada setiap diri individu. Untuk itu, pada setiap perusahaan selalu ada aturan nilai ‘universal’ yang sering disebut Budaya Perusahaan sebagai bentuk dan upaya perusahaan mengarahkan karyawannya agar memegang teguh nilai-nilai yang baik. Kesalahan etis walaupun dapat dimaafkan, tetapi akan dapat juga membunuh karir seseorang karena biasanya pelanggar etika akan mendapat hukuman sosial disebabkan pelanggaran etika merupakan pertaruhan integritas yang dibutuhkan sebagai nilai budaya perusahaan.

 

uang profit




MANAJEMEN PIUTANG

Dalam rangka usaha untuk meningkatkan atau untuk mencegah penurunan penjualan, perusahaan menjual produknya secara kredit. Penjualan kredit tidak segera menghasilkan kas, tetapi menimbulkan piutang. Dengan penjualan yang makin meningkat, diharapkan laba juga akan meningkat. Akan tetapi, memiliki piutang juga menimbulkan berbagai biaya bagi perusahaan. Karena itu, perusahaan perlu melakukan analisis ekonomi tentang piutang.
Analisis ekonomi yang dimaksud adalah analisis yang bertujuan untuk menilai apakah manfaat (keuntungan) memiliki piutang lebih besar ataukah lebih kecil dari pengorbanan (biaya)-nya.
I.Tahap-tahap Perhitungan
A.Perputaran Piutang = 360 hari/Jangka Waktu                                                                                         Terikatnya Piutang
Misal:
Penjualan n/60 (penjualan dilakukan dengan kredit dalam jangka waktu 60 hari = jangka waktu terikatnya piutang 60 hari)
Maka, Perputaran piutang = 360/60 = 6x

B.Rata-rata Piutang = Penjualan / Perputaran Piutang

Misal:
Dalam setahun omzet penjualan $12 juta, perputaran piutang 6x.
Maka, Rata-rata piutang = 12 juta/6 = $2 juta

C.Dana untuk Membiayai Piutang = HPP x Rata-rata                                                                                       Piutang
Misal:
Apabila diketahui dalam penjualan mengandung PM 20%, maka HPP = 80%. Dengan rata-rata piutang $2 juta, maka
Dana untuk membiayai piutang = 80% x 2 juta = $1,6 juta

D.Biaya Dana = Tk. Bunga Pinjaman x Dana untuk                                                                                               Membiayai Piutang
Misal:
Tk. Bunga pinjaman 10%, dana untuk membiayai piutang $1,6 juta, maka
Biaya Dana = 10% x 1,6 juta = $160.000

E.Kenaikan Keuntungan = PM x Perubahan Penjualan
Misal:
Penjualan semula $1 juta, setelah adanya piutang, penjualan naik menjadi $1,5 juta. PM = 20%, maka
Kenaikan Keuntungan = 20% x (1,5 – 1) juta = $100,000

II.Analisis Penjualan Kredit tanpa Diskon dengan    Penjualan Tunai

Membandingkan manfaat yang diperoleh dari kenaikan keuntungan, dan pengorbanan dari biaya dana karena adanya piutang.

Misal:
Semula suatu perusahaan dagang melakukan penjualan tunai dengan rata-rata penjualan setiap tahun Rp800 juta. Kemudian perusahaan menawarkan syarat penjualan n/60 (penjualan dilakukan dengan kredit & pembayaran dapat dilakukan dalam jangka waktu 60 hari). Dengan syarat penjualan tersebut, penjualan dapat meningkat menjadi Rp1.050 juta. Profit margin 15%. Apabila biaya dana 16%, apakah perusahaan perlu beralih ke penjualan kredit?

Jawab:
Manfaat: Kenaikan Keuntungan
+ ∆Keuntungan = 15% x (1050 – 800) juta = 37,5 juta

Pengorbanan: Biaya Dana
Perputaran piutang = 360/60 = 6x
Rata-rata piutang = 1050 juta/6 = 175 juta
Dana utk membiayai piutang = 85% x 175 juta = 148,75 juta*
– Biaya Dana = 16% x 148,75 juta = 23,8 juta

Kesimpulan:
Karena Manfaat > Pengorbanan, atau perubahan tsb memberikan manfaat bersih (37,5 – 23,8) juta = 13,7 juta, yang artinya akan memberikan keuntungan, maka perusahaan perlu beralih ke penjualan kredit.

III.Menjual Kredit dengan Diskon
Perusahaan memberikan diskon dengan maksud agar para pembeli mempercepat pembayaran mereka, sehingga keperluan dana akan tambahan piutang bisa ditekan. Manfaat diperoleh dari penurunan biaya dana, sedangkan pengorbanan diperoleh dari diskon yang diberikan.

Misal:

Dengan penjualan Rp1.050 juta setahun, perusahaan menawarkan syarat penjualan 2/20 net 60 (penjualan kredit dengan jangka waktu 60 hari, apabila membayar dalam jangka waktu 20 hari akan memperoleh diskon 2%). Diperkirakan 50% akan memanfaatkan diskon dan sisanya membayar pada hari ke-60. PM 15% dan biaya dana 16%. Apakah perusahaan sebaiknya memberikan diskon atau menjual kredit tanpa diskon?

Jawab:
Manfaat: Penurunan Biaya Dana
Jangka waktu terikatnya piutang = (50% x 20) + (50% x 60) = 40                                                                                                                         hari
Perputaran piutang = 360/40 = 9x
Rata-rata piutang = 1050 juta/9 = 116,67 juta
Dana untuk membiayai piutang (dengan diskon) =
85% x 116,67 juta = 99,17 juta
Dana untuk membiayai piutang (tanpa diskon) =
148,75 juta * (contoh pertama)
+ Penurunan Biaya Dana = 16% x (148,75 – 99,17) juta = 7,93 juta

Pengorbanan: Diskon yang Diberikan
– Diskon = 2% x 50% x 1050 juta = 10,5 juta

Kesimpulan:
Karena Manfaat < Pengorbanan atau kebijakan tsb memeberikan manfaat bersih (7,93 – 10,5) juta = -2,57 juta, yang artinya merugikan, maka sebaiknya perusahaan menjual kredit tanpa diskon.

IV.Penjualan Kredit Tanpa Diskon Dibandingkan Penjualan Tunai (memperhatikan kemungkinan piutang tidak tertagih)

Membandingkan manfaat yang diperoleh dari kenaikan keuntungan, dengan pengorbanan dari biaya dana dan kerugian karena piutang tidak terbayar.

Misal:

Semula penjualan tunai Rp800 juta setahun. Kemudian perusahaan menawarkan syarat penjualan n/60 sehingga penjualan meningkat menjadi Rp1.050 juta, tetapi diperkirakan 1% tidak membayar. PM 15% dan biaya dana 16%. Apakah perusahaan sebaiknya menjual secara kredit atau tetap tunai?

Jawab:

Manfaat: Kenaikan Keuntungan

+ ∆Keuntungan = 15% x (1050 – 800) juta = 37,5 juta

Pengorbanan: Biaya Dana & Piutang Tak Tertagih

Perputaran piutang = 360/60 = 6x

Rata-rata piutang = 1050 juta/6 = 175 juta

Dana untuk membiayai piutang = 85% x 175 juta = 148,75 juta

– Biaya Dana = 16% x 148,75 juta = 23,8 juta

– Piutang tak tertagih = 1% x 1050 juta = 10,5 juta

Kesimpulan:

Karena Manfaat > Pengorbanan atau kebijakan tsb memberikan manfaat bersih (37,5 -23,8 – 10,5) juta = 3,2 juta, yang artinya akan memberikan keuntungan, maka perusahaan sebaiknya menjual secara kredit.

V.Perubahan Kebijakan Kredit

(memperhatikan kemungkinan piutang tidak tertagih)

Membandingkan manfaat yang diperoleh dari kenaikan keuntungan dengan pengorbanan dari kenaikan biaya dana & kenaikan piutang ragu-ragu.

Misal:
Perusahaan XYZ saat ini mempunyai standar kredit dengan rata-rata pengumpulan piutang 1,5 bulan. Penjualan yang dicapai $60 juta/tahun & PM 25%. Piutang ragu-ragu sebesar 1% dari total penjualan sekarang. Standar kredit tsb akan dilonggarkan sehingga diharapkan penjualan akan naik 20%, tetapi rata-rata pengumpulan piutang akan menjadi 3 bulan & piutang ragu-ragu menjadi 2,5%. Apabila biaya dana 20%, 1 tahun = 360 hari, & 1 bulan = 30 hari, apakah perubahan ini bisa dibenarkan?

Jawab:
Manfaat: Kenaikan Keuntungan
Penjualan baru = 120% x 60 juta = 72 juta
+ ∆ Keuntungan = 25% x (72-60) juta = 3 juta

Pengorbanan: Kenaikan Biaya Dana & Kenaikan Piutang                                   Ragu-ragu
Penjualan Lama:
Perputaran piutang = 360/45 = 8x
Rata-rata piutang = 60 juta/8 = 7,5 juta
Dana untuk membiayai piutang = 75% x 7,5 juta = 5,625 juta
Penjualan Baru:
Perputaran piutang = 360/90 = 4x
Rata-rata piutang = 72 juta/4 = 18 juta
Dana untuk membiayai piutang = 75% x 18 juta = 13,5 juta
– Kenaikan biaya dana = 20% x (13,5 – 5,625) juta = 1,575 juta
– Kenaikan piutang ragu-ragu = (2,5% x 72 juta) – (1% x 60 juta) =                                                                                                                 1,2 juta
Kesimpulan:
Karena Manfaat > Pengorbanan atau perubahan kebijakan tsb memberikan manfaat bersih (3 – 1,575 – 1,2) juta = 225.000, yang artinya akan memberikan keuntungan, maka perubahan kebijakan kredit tsb dapat dibenarkan




Merger

*Menurut Gitman (2003), merger adalah kombinasi dua atau lebih perusahaan, dimana perusahaan yang  dihasilkan mempertahankan salah satu identitas perusahaan, biasanya perusahaan yang lebih besar

*Adapun konsolidasi (Gitman: 2003) adalah kombinasi dua atau lebih perusahaan untuk membentuk sebuah  perusahaan yang sama sekali baru

*Merger dilakukan secara tunai atau dengan pertukaran saham

*Merger melibatkan Target Co. (Acquired Co.) dan Acquiring Co. (Acq)

*Berikut adalah beberapa perhitungan yang sering digunakan apabila merger dilakukan dengan pertukaran saham:

# Rasio merger dengan pertukaran saham:

         –  Ratio of exchange (shares = RE) = harga penawaran/harga pasar Acq

         – Exchange ratio in Market Price (MPR) = harga penawaran/harga pasar Target

atau = (harga pasar Acq x RE)/ harga pasar Target

# EPS gabungan (setelah merger/baru) = EAT gabungan/Jumlah saham gabungan

# Jumlah saham gabungan = jumlah saham baru + jumlah saham  Acq

# Jumlah saham baru = rasio pertukaran x jumlah saham Target

# EPS original Target = rasio pertukaran x EPS gabungan

# EPS original Acq = EPS gabungan

# P/E rasio untuk memperoleh Target Co. = harga penawaran/EPS Target

atau = (harga pasar Acq x RE)/EPS Targetmerger