1

Business Intelligence

Istilah Business Intelligence pertama kali disebutkan pada tahun 1958 oleh Hans Peter Luhn dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam Journal IBM. Dalam tulisan ini penulis mendefinisikan istilah oleh dua komponen: bisnis dan sistem cerdas( Luhn, 1958 ).

Business Intelligence (BI) merupakan suatu proses yang mengumpulkan dan mengubah sejumlah besar data yang ada dalam suatu organisasi menjadi informasi yang berguna. Implementasi BI model dalam suatu organisasi memerlukan proses yang panjang, banyak analisa dan investasi uang yang cukup besar. BI environment melibatkan business model, data model, data source, Extraction, Tranformation and Loading (ETL), alat (tools) untuk mengorganisasikan, dan mentrasformasikan data menjadi informasi yang berguna, target data warehouse, data mart, OLAP analysis, dan reporting tools.

Dalam mengembangkan BI Model, maka harus dipahami terlebih dahulu dengan apa yang disebut Business Intelligence Environment . Tahapan dimulainya dari Business Modeling, Data Modeling, Data Source yang berasal dari berbagai database sistem yang ada, selanjutnya dengan proses ETL akan ditampung kedalam data warehouse serta menjadi datamart dan OLAP Cubes. Dari sinilah dengan teknologi data mining akan menghasilkan informasi yang sangat berguna.

Tentang Business Intelligence Environment, dapat dijelaskan sebagai berikut  :

  1. Business process modelling berisi sekelompok aktifitas atau proses bisnis yang saling terkait, digambarkan dalam bentuk diagram atau grafik beserta teks.
  2. Data modelling menggambarkan secara nyata struktur data atau entity-entity beserta relasi-relasinya, disajikan dalam bentuk data model.
  3. Extraction, Transformation and Loading (ETL) merupakan sekumpulan proses yang terkait dengan proses menarik data dari sumber data, transformasi data dan meletakan data pada data warehouse. Sebelum data diletakan pada data warehouse, data diubah ke bentuk yang dibutuhkan data warehouse. Untuk itu dilakukan proses data cleansing, data profiling, data type conversion, validasi referential integrity, performing aggregation, de-normalization, dan normalization.
  4. Data warehouse merupakan tempat penyimpanan untuk ringkasan dari data historis yang seringkali diambil dari database departemen atau perusahaan terpisah.
  5. Data mart merupakn sub-set dari data warehouse, dibuat untuk kebutuhan analisa khusus terhadap proses bisnis tertentu pada suatu departemen di suatu organisasi atau perusahaan.
  6. Online Analytical Processing (OLAP) merupakan kunci dari BI, digunakan untuk meningkatkan analisis bisnis, merupakan perhitungan Decision Support System (DSS) dan Expert Infotmation System (EIS) yang dilakukan oleh end-user pada sistem online.