Analisis PEARLS: Ukuran Tingkat Kesehatan Koperasi Kredit (Credit Union)

PEARLS merupakan alat monitoring yang dinamis yang secara terus-menerus akan disesuaikan oleh World Council of Credit Unions (WOCCU) untuk memenuhi kebutuhan Credit Union. Dari sudut pandang manfaat, PEARLS adalah sistem pemantauan tingkat kesehatan Credit Union yang terdiri dari 41 indikator  keuangan kuantitatif. Tiap-tiap indikator mengacu pada prinsip kehati-hatian. Semua indikator diarahkan untuk saling berhubungan dan dapat digunakan sebagai dasar analisis yang cepat, mudah, akurat dan lengkap terhadap kekuatan dan kelemahan keuangan Credit Union. Semua rasio keuangan PEARLS dapat disarikan ke dalam satu halaman informasi.

Beberapa fungsi PEARLS antara lain.

  1. Alat pantau yang dapat membandingkan antar koperasi.
  2. Alat ukur standar kinerja usaha koperasi.
  3. Suatu sarana manajemen
  4. Evaluasi stabilisasi keuangan koperasi.
  5. Merupakan alat manajemen kehati-hatian sebelum merugikan.
  6. Alat untuk mengetahui kelemahan yang perlu diperbaiki.
  7. Merupakan seperangkat rasio/indikator keuangan yang membantu standarisasi.
  8. Secara jelas mendemonstrasikan dimana masalah tersebut berada
  9. Alat yang dapat digunakan untuk membandingkan dan merangking Credit Union dengan berbagai cara, antara lain Kelompok Credit Union, Wilayah Geografi, dan/atau Nasional

Secara khusus, masing-masing komponen PEARLS ditunjukkan pada bagian berikut.

P =      Protection (Perlindungan)

  1. Cadangan Risiko Pinjaman merupakan sumber utama perlindungan. Dana Cadangan Umum dipakai sebagai usaha terakhir.
  2. Tingkat kelalaian kredit berhubungan langsung dengan cadangan risiko pinjaman.
  3. Tiap 3 bulan semua kredit lalai di atas 12 bulan dihapus-bukukan (charge-off).
  4. Pengembalian kredit yang telah dicharge-off dipakai untuk menambah cadangan risiko pinjaman..

E =      Effective Financial Structure (Struktur Keuangan Efektif)

  1. Struktur keuangan merupakan variabel yang sangat penting yang akan mempengaruhi pertumbuhan, tingkat keuntungan, dan efisiensi.
  2. Struktur keuangan secara konstan berubah dan harus dikelola secara cermat, khususnya pada kondisi pertumbuhan yang cepat.
  3. Pola kebijakan harus diterapkan secara ketat.

A =      Asets Quality (Kualitas Aset)

  1. Kualitas aset merupakan variabel utama yang mempengaruhi keuntungan Credit Union.
  2. Tingkat kelalaian kredit harus dihitung dengan tepat dan ditagih dengan tekun.
  3. Simpanan saham, simpanan non-saham, atau hutang tidak boleh dipakai untuk membayar aset yang tidak menghasilkan..

R =      Rates of Return and Costs (Tingkat Pendapatan dan Biaya)

  1. Pendapatan dan biaya berpengaruh langsung pada tingkat pertumbuhan credit union.
  2. SHU terbagi dianggap sebagai biaya berbunga dan pengurangan laba bersih.
  3. Penyisihan Penghapusan Piutang dianggap sebagai bagian biaya operasional.

L =      Liquidity (Dana Likuid)

  1. Kecukupan likuiditas diperlukan untuk menanggulangi penarikan permintaan anggota.
  2. Pemeliharaan tingkat likuiditas memerlukan biaya sehingga perlu ditekan seminimal mungkin.
  3. Induk dan Pusat Koperasi perlu mengatur dan mengelola sistem likuiditas ini.

S =       Signs of Growth (Tanda-tanda Pertumbuhan)

  1. Pertumbuhan mempengaruhi struktur keuangan koperasi sehingga harus dipantau dengan cermat.
  2. Pertumbuhan total aset adalah indikator sangat penting karena mempengaruhi rasio PEARLS lain.
  3. Informasi ekonomi makro dapat dipakai sebagai acuan tingkat pertumbuhan.

Sumber:

http://puskopditbag.org/wp-content/uploads/2014/06/ANALISIS-PEARLS.ppt

http://tentangcreditunion.blogspot.co.id/2012/08/analisis-pearls.html

 

 




CONTOH MODEL LAPORAN TEMUAN AUDIT SISTEM INFORMASI

NO FAKTA/TEMUAN RESIKO REKOMENDASI
1. Antivirus yang digunakan masih bersifat fee trial Aplikasi online dapat diakses dari mana saja. Hal tersebut menjadikan konputer sangat rentan oleh serangan virus Perusahaan harus menggunakan antivirus yang berlisensi pada setiap komputer yang digunakan untuk operasional
2. Tampilan aplikasi yang dibangun kurang user friendly User akan kesulitan dalam mengoperasikan aplikasi dan dapat mengakibatkan kesalahan dalam proses yang ingin dilakukan user Merancang interface yang mudah dipahami dan membuat menu help desk agar dapat membantu user

dalam menggunakan aplikasi

3. Aplikasi belum terintegrasi pada semua bagian seperti pada pendataan persediaan Proses bisnis menjadi tidak efektif Aplikasi disempurnakan dengan mengintegrasikan semua bagian agar proses bisnis menjadi lebih efektif
4. Tidak ada maintenance pada aplikasi secara berkala Memungkinkan terjadinya Aplikasi mengalami error Perusahaan seharusnya mewajibkan maintainance terhadap aplikasi secara berkala seperti 3 bulan sekali agar aplikasi dapat tetap efektif untuk mendukung proses bisnis perusahaan
5. Laporan tidak memiliki masa penyimpanan Memori komputer overload untuk menyimpan laporan Adanya kebijakan mengenai batasan waktu maksimal file laporan dapat disimpan (misalnya 10 tahun) agar penggunaan memory dalam aplikasi menjadi efektif
6.         Tidak adanya kejelasan spesifikasi produk yang dipasarkan sehingga kualitas barang tidak sesuai dengan apa yang dijelaskan di situs web Pengunjung tidak mendapatkan informasi yang mendetail dan lebih spesifik tentang produk yang akan dibeli Sebaiknya dijelaskan secara mendetail akan spesifikasi produk yang akan dipasarkan di web
7.         Proses pengiriman barang tidak sesuai dengan prosedur yang ada dan tidak mencapai tingkat kepuasan Pengunjung mengalami ketidakpuasan  terhadap proses pengiriman barang sehingga produk yang diterima mengalami kerusakan (cacat) Sebaiknya pengiriman produk harus sesuai dengan prosedur yang ada atau buat prosedur proser yang menjaga kualitas barang
8.         Tidak adanya sistem keamanan jaringan Adanya ancaman hacking, kemungkinan adanya pencurian data perusahaan melalui berbagai media penyimpanan data, serta ancaman virus Sebaiknya menggunakan firewall, karena dapat mengontrol keamanan dalam cara yang lebih baik. Firewall akan menyaring informasi dan hanya memungkinkan orang-orang yang aman dan menginstal program Anti-Virus
9.         Pengguna terjebak situs belanja fiktif, padahal uang sudah dikirim sesuai harga nominal sesuai transaksi Berkurangnya customer bertransaksi melalui web Lebih diperketat dan lebih selektif dalam melakukan pemasaran berbasis web
10.     Design interface web tidak menarik dan tidak interaktif untuk pemasaran Jumlah pengunjung situs web sedikit, karena pengunjung merasa tidak tertarik dengan produk yang ditawarkan Sebaiknya memperbaiki design interface web, dengan menu yang lengkap, supaya pengunjung lebih tertarik dengan produk yang dipasarkan



DASAR KEBUTUHAN PELAKSANAAN AUDIT SISTEM INFORMASI BAGI ORGANISASI

Penerapan TIK diperusahan seiring berjalannya waktu akan banyak mengalami perubahan, karena perkembangan teknologi informasi berkembang begitu cepat, baik secara h/w maupun s/h, dan telah mengakibatkan perubahan pengolahan data yang dilakukan perusahaan. Peralihan ke sistem  terkomputerisasi yang terbarukan memungkinkan data yang kompleks dapat diproses dengan cepat dan tepat, guna menghasilkan suatu informasi yang lengkap, akurat dan mutahir.

Dalam mendukung aktivitas sebuah organisasi, informasi menjadi bagian yang sangat penting, baik untuk perkembangan organisasi maupun membaca persaingan pasar dan selanjutnya dapat digunakan untuk mengambil langkah strategis dengan tujuan memenangkan persaingan. Sistem Informasi digunakan di segala bidang dalam perusahaan untuk melakukan pemprosesan data menjadi suatu informasi, dan ini merupakan sebuah kegiatan dalam organisasi yang bersifat repetitive, dan agar menghasilkan kualitas informasi yang bermutu, maka harus dilaksanakan secara sistematis dan otomatis.

Dengan demikian, sangat diperlukan adanya pengelolaan yang baik dalam sistem yang mendukung proses pengolahan data tersebut. Dalam sebuah organisasi tata kelola sistem dilakukan dengan melakukan audit. Menurut Juliandarini (2013) Audit sistem informasi (Information Systems (IS) audit atau Information technology (IT) audit) adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur sistem informasi secara menyeluruh.Menurut Romney (2004) audit sistem informasi merupakan tinjauan pengendalian umum dan aplikasi untuk menilai pemenuhan kebijakan dan prosedur pengendalian internal serta keefektivitasannya untuk menjaga asset.

Sehingga menurut uraian teori diatas, maka penulis dapat simpulkan bahwa audit sistem informasi adalah suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti audit untuk menentukan apakah sistem komputer perusahaan telah menggunakan asset sistem informasi secara tepat dan mampu mendukung pengamanan asset tersebut memelihara kebenaran dan integritas data dalam mencapai tujuan perusahaan yang efektif dan efisien.

Organisasi perlu melakukan audit system informasi sebagai evaluasi dan pengendalian terhadap sistem informasi yang digunakan oleh organisasi, hal ini dilakukan dengan alas an untuk :

  1. Pencegahan terhadap biaya organisasi bila terjadi data yang hilang

Kehilangan data dapat terjadi karena ketidakmampuan pengendalian terhadap pemakaian komputer. Kelalaian dengan tidak menyediakan backup yang memadai terhadap file data, sehingga kehilangan file dapat terjadi karena program komputer yang rusak, adanya sabotase, atau kerusakan normal yang membuat file tersebut tidak dapat diperbaiki sehingga akhirnya membuat kelanjutan operasional organisasi menjadi terganggu.

  1. Pengambilan keputusan yang salah akibat informasi yang salah

Kualitas sebuah keputusan sangat tergantung kepada kualitas informasi yang disajikan untuk pengambilan keputusan tersebut. Tingkat akurasi dan pentingnya sebuah data atau informasi tergantung kepada jenis keputusan yang akan diambil. Jika top manajer akan mengambil keputusan yang bersifat strategik, mungkin akan dapat ditoleransi berkaitan dengan sifat keputusan yang berjangka panjang. Tetapi kadangkala informasi yang menyesatkan akan berdampak kepada pengambilan keputusan yang menyesatkan pula.

  1. Penyalahgunaan computer untuk kebutuhan diluar organisasi

Beberapa jenis tindak kejahatan dan penyalah-gunaan komputer antara lain adalah virus, hacking, akses langsung yang tak legal (misalnya masuk ke ruang komputer tanpa ijin atau menggunakan sebuah terminal komputer dan dapat berakibat kerusakan fisik atau mengambil data atau program komputer tanpa ijin) dan atau penyalahgunaan akses untuk kepentingan pribadi (seseorang yang mempunyai kewenangan menggunakan komputer tetapi untuk tujuan-tujuan yang tidak semestinya).

  1. Adanya nilai dari yang berharga dari perangkat keras komputer, perangkat lunak dan personel

Disamping data, hardware dan software serta personel komputer juga merupakan sumber daya yang kritikal bagi suatu organisasi, walaupun investasi hardware perusahaan sudah dilindungi oleh asuransi, tetapi kehilangan hardware baik terjadi karena kesengajaan maupun ketidaksengajaan dapat mengakibatkan gangguan. Jika software rusak akan mengganggu jalannya operasional dan bila software dicuri maka informasi yang rahasia dapat dijual kepada kompetitor. Personel adalah sumber daya yang paling berharga, mereka harus dididik dengan baik agar menjadi tenaga handal dibidang komputer yang profesional.

  1. Biaya yang tinggi untuk kerusakan komputer

Saat ini pemakaian komputer sudah sangat meluas dan dilakukan juga terhadap fungsi kritis pada kehidupan kita. Kesalahan yang terjadi pada komputer memberikan implikasi yang luar biasa, sebagai contoh data error mengakibatkan jatuhnya pesawat di Antartika yang menyebabkan 257 orang meninggal atau seseorang divonis masuk penjara karena kesalahan data di komputer.

  1. Kerahasiaan data atau informasi yang dimiliki perusahaan

Informasi di dalam sebuah organisasi bisnis sangat beragam, mulai data karyawan, pelanggan, transaksi dan lainya adalah amat riskan bila tidak dijaga dengan benar. Seseorang dapat saja memanfaatkan informasi untuk disalahgunakan. Sebagai contoh bila data pelanggan yang rahasia, dapat digunakan oleh pesaing untuk memperoleh manfaat dalam persaingan.

  1. Pengontrolan pengembangan / evolusi komputer

Perkembangan Teknologi computer harus diantisipasi oleh organisasi agar dalam persaingan usaha dapat selalu diantisipasi dan kebutuhan untuk pengolahan data yang tepat dan cepat dengan teknologi yang berkesesuaian juga dapat dilakukan, jika perkembangan teknologi ini tidak diansipasi, kemungkinan gagal atau kalah bersaing menjadi lebih besar.

Sedangkan empat tujuan utama mengapa perlu dilakukannya audit sistem informasi yaitu:

  1. Mengamankan asset

Asset (aktiva) yang berhubungan dengan instalasi sistem informasi mencakup: perangkat keras, perangkat lunak, fasilitas, manusia, file data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya. Sama halnya dngan aktiva – aktiva lainnya, maka aktiva ini juga perlu dilindungi dengan memasang pengendalian internal. Perangkat keras bisa rusak karena unsur kejahatan ataupun sebab-sebab lain. Perangkat lunak dan isi file data dapat dicuri. Peralatan pendukung dapat dihancurkan atau digunakan untuk tujuan yang tidak diotorisasi. Karena konsentrasi aktiva tersebut berada pada lokasi pusat sistem informasi, maka pengamanannya pun menjadi perhatian dan tujuan yang sangat penting.

  1. Menjaga integritas data

Integritas data merupakan konsep dasar audit sistem informasi. Integritas data berarti data memiliki atribut: kelengkapan (completeness), sehat dan jujur (soundness), kemurnian (purity), ketelitian (veracity). Tanpa menjaga integritas data, organisasi tidak dapat memperlihatkan potret dirinya dengan benar akibatnya, keputusan maupun langkah-langkah penting di organisasi salah sasaran karena tidak didukung dengan data yang benar.

3.  Menjaga efektivitas sistem

Sistem informasi dikatakan efektif hanya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya. Untuk menilai efektivitas sistem, auditor sistem informasi harus tahu mengenai kebutuhan pengguna sistem atau pihak-pihak pembuat keputusan yang terkait dengan layanan sistem tersebut. Selanjutnya, untuk menilai apakah sistem menghasilkan laporan / informasi yang bermanfaat bagi penggunanya, auditor perlu mengetahui karakteristik user berikut proses pengambilan keputusannya.

4.  Mencapai efisiensi sumber daya

Suatu sistem sebagai fasilitas pemrosesan informasi dikatakan efisien jika ia menggunakan sumber daya seminimal mungkin untuk menghasilkan output yang dibutuhkan. Efisiensi sistem pengolahan data menjadi penting apabila tidak ada lagi kapasitas sistem yang menganggur.

Dari alasan dan tujuan tersebut sangat jelas bahwa penting bagi sebuah organisasi untuk melakukan audit sistem informasi guna melihat kembali apakah sistem yang berjalansudah tepat dan terpenting sistem mampu untuk mendukung tercapainya tujuan organisasi.

 

Referensi :

https://may9946.wordpress.com/2013/03/02/pentingnya-audit-sistem-informasi-bagi-perusahaan/

http://silfisulfiyah.blogspot.co.id/2010/11/mengapa-perlu-audit-sistem-informasi.html

http://www.kompasiana.com/blekutupuwol/pentingnya-audit-teknologi-informasi




Jurnal Terindex Scopus Bidang Manajemen Bisnis – April 2017

Berikut ini adalah daftar jurnal terindeks Scopus per bulan April 2017 untuk bidang-bidang:

  1. Business & Management
  2. Entrepreneurship
  3. Marketing
  4. Human Resource Management

Daftar ini memuat lebih banyak jurnal dibandingkan daftar sebelumnya.

Jurnal Terindex Scopus Bidang Manajemen Bisnis –  April 2017

Informasi tentang pembayaran dapat dilihat pada website jurnal yang bersangkutan. Meski beberapa jurnal diberi keterangan “free”, mungkin saja mereka meminta pembayaran setelah naskah direview dan diterima, atau penulis diminta untuk ikut dalam membership jurnal.

Untuk memeriksa peringkat jurnal, sila kunjungi http://www.scimagojr.com/

Sumber: SBM UUM

Daftar Journal Q3 dan Q4




5 Jenis Research Gap & 7 Jenis Research Gap

Ada 5 jenis research gap
1. Theoretical
2. Conceptual
3. Empirical
4. Methodological
5. Practical

1. Theoretical gap

  • Secara teoritis berkaitan dengan teori-teori dan kerangka pemikiran pada riset-riset sebelumnya.
  • Terdapat kelemahan, keterbatasan atau sesuatu yang kurang pada teori maupun kerangka pemikiran sebelumnya.
  • Kemudian Anda bermaksud untuk menambah sesuatu yang baru serta memperbaiki teori atau kerangka pemikiran yang ada.

    Strategi mengatasi theoretical gap

  • Tambah variabel pada kerangka pemikiran berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu (dapat berupa mediator maupun moderator).
  • Menggunakan satu teori yang banyak digunakan di bidang lain, kemudian diuji pada kajian peneliti Terangkan bagaimana hal tersebut dapat dikaitkan bidang kajian peneliti.
  • Menggunakan kerangka pemikiran yang sama dengan penelitian-penelitian sebelumnya tetapi menerangkannya dengan menggunakan teori lain.
  • Ambil satu kerangka pemikiran dan diuji pada bidang kajian peneliti.
  • Uji dengan mediator atau moderator yang berbeda berdasarkan ajian penelitian sebelumnya, atau tambah mediator/moderator baru.
  • Buat kerangka pemikiran yang baru (kontribusi yang tinggi).

2. Conceptual gap

  • Berkait dengan konsep atau istilah yang digunakan dalam kajian oleh
  • Terdapat banyak konsep yang sama tetapi didefinisikan secara berbeda.
  • Terdapat pengembangan konsep yang dibangun secara jelas atau tidak dikaitkan dengan suatu teori.

    Strategi mengatasi conceptual gap

  • Meneliti tujuan dari konsep tersebut, bagaimana konsep itu dikembangkan. Apakah ada hal-hal yang tidak jelas atau meragukan?
  • Konsep dari bidang ilmu yang terdekat atau yang relevan digunakan dalam penelitian. Berikan alasan yang kuat.
  • Apabila terjadi keraguan, berikan definisi yang lebih jelas pada konsep yang dibahas.
  • Jika perlu, kembangkan konsep baru.

3. Empirical gap

  • Berkaitan dengan kajian sebelumnya.
  • Temuan-temuan pada penelitian-penelitian terdahulu tidak konsisten. Ada yang terbukti dan ada yang tidak terbukti.
  • Terdapat bias, kelemahan atau keterbatasan pada metode penelitian pada penelitian terdahulu.
  • Sampel yang digunakan tidak dapat digeneralisasikan pada situasi atau tempat yang berbeda.

    Strategi mengatasi empirical gap

  • Menguji lagi hipotesis dengan menggunakan sampel yang sama untuk mengidentifikasi konsistensinya dengan kajian terdahulu.
  • Lihat kelemahan dan keterbatasan metode yang digunakan pada penelitian-penelitian sebelumnya. Atasi kelemahan dan keterbatasan tersebut dengan metode yang lebih baik.

4. Methodological gap

  • Keterbatasan dalam metodologi yang digunakan (kualitatif maupun kuantitatif).
  • Kelemahan justifikasi pada penelitian-penelitian sebelumnya.
  • Apabila yang digunakan pada penelitian-penelitian sebelumnya adalah metodologi kuantitatif saja atau kualitatif saja, mungkinkah untuk penelitian berikutnya menggunakan metodologi campuran (mixed method)?
  • Instrumen yang berbeda tapi menggunakan konsep yang sama mungkin saja menghasilkan temuan yang berbeda.

    Strategi mengatasi methodological gap

  • Gunakan metode yang lebih baik dalam menjawab masalah penelitian. Apakah hasil penelitian perlu dikaji lebih dalam?
  • Jika terdapat kekurangan dalam analisis atau aspek statistik pada penelitian terdahulu, diskusikan secara mendalam.
  • Tambahkan metode penelitiannya. Misalnya pada penelitian sebelumnya metodenya kuantitatif, kemudian ditambah dengan metode kualitatif.
  • Gunakan instrumen yang berbeda dengan menggunakan konsep yang sama. Diskusikan secara kritis dengan membuat perbandingan beberapa instrumen sebelum menentukan instrumen yang akan digunakan.
  • Gunakan sampel yang berbeda, misalnya sektor yang berbeda atau jenis kelamin yang berbeda.
  • Kembangkan instrumen baru.

5. Practical gap

  • Diskusikan adanya kesulitan dalam menerapkan praktik mengerjakan sesuatu dari latar belakang berbeda dalam hal budaya bangsa, budaya organisasi, agama, kepemimpinan maupun kepribadian.
  • Identifikasi kelemahan dalam praktik yang berlaku.

Sumber: 5 Research Gap

7 Jenis Research Gap

Prosemantic

D. A. Miles, ‘‘A taxonomy of research gaps: Identifying and defining the seven research gaps,’’ in Proc. Doctoral Student Workshop, Finding Res. Gaps-Res. Methods Strategies, Dallas, TX, USA, Aug. 2017, pp. 1–10.




Metodologi, metode dan teknik penelitian

Metode penelitian adalah perilaku dan alat yang digunakan untuk memilih dan merancang teknik penelitian.
Teknik penelitian adalah perilaku dan alat yang digunakan untuk menjalankan penelitian seperti observasi, pencatatan data, pemrosesan data dan sebagainya.
Dalam prakteknya, kedua istilah itu digunakan secara bergantian, sehingga ketika disebutkan metode penelitian, yang dimaksud bisa saja termasuk teknik penelitian.

metodeteknik-riset

Metodologi penelitian adalah cara sistematik untuk memecahkan suatu masalah. Ia dapat dipahami sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana riset digunakan secara ilmiah. Didalamnya dipelajari berbagai langkah yang biasanya digunakan oleh peneliti dalam mempelajari masalah riset beserta logika dibalik itu. Peneliti perlu memahami asumsi yang mendasari berbagai teknik dan memahami kriteria-kriteria untuk memutuskan teknik dan prosedur apa yang tepat untuk memcahkan suatu masalah.
Dengan demikian metodologi penelitian cakupannya lebih luas, tidak hanya meliputi metode-metode penelitian, tapi juga mempertimbangkan logika dibalik pemilihan metode dalam konteks penelitian yang dibuat, serta menjelaskan alasan penggunaan metode atau teknik tersebut, sehingga dapat dievaluasi baik oleh peneliti ataupun pihak lain.

C R. Kothari, Research Methodology: Methods and Techniques (New Delhi: New Age International (P) Ltd., 2004).




Metodologi, metode dan teknik penelitian (Kothari, 2004)

Metode riset adalah perilaku dan alat yang digunakan untuk memilih dan merancang teknik riset.
Teknik riset adalah perilaku dan alat yang digunaan untuk menjalankan riset seperti observasi, pencatatan data, pemrosesan data dan sebagainya.
Dalam prakteknya, kedua istilah itu digunakan secara bergantian, sehingga ketika disebutkan metode riset, yang dimaksud bisa saja termasuk teknik riset.

metodeteknik-riset

Metodologi riset adalah cara sistematik untuk memecahkan suatu masalah. Ia dapat dipahami sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana riset digunakan secara ilmiah. Didalamnya dipelajari berbagai langkah yang biasanya digunakan oleh peneliti dalam mempelajari masalah riset beserta logika dibalik itu.
Metodologi riset cakupannya lebih luas, tidak hanya meliputi metode-metode riset, tapi juga mempertimbangkan logika dibalik pemilihan metode dalam konteks riset yang dibuat, serta menjelaskan alasan penggunaan metode atau teknik tersebut, sehingga dapat dievaluasi baik oleh peneliti ataupun pihak lain.

Kothari, C. R. (2004). Research methodology: methods and techniques. New Delhi: New Age International (P) Ltd. 




E – BOOK SELF PUBLISHING

Buku Self publishing ini disusun untuk dapat memberikan informasi tentang bagaimana
menerbitkan buku secara self publishing atau secara mandiri. Dan juga dapat memberikan semangat kepada calon penulis berbakat yang ada diseluruh indonesia.

Buku Self Publishing membuat Langkah Mudah Menerbitkan Buku Secara Mandiri yang dipublish oleh PENERBIT DEEPUBLISH.

Ebook-Self-Publishing

 

Semoga bermanfaat…

Sumber : Penerbit Deepublish




FREE E-BOOKS & E-JOURNALS…..

FREE E-BOOKS & E-JOUTNALS FOR DOWNLOADED

If anyone needs  Research paper or Books
Please search  the following websites:

1) http://gen.lib.rus.ec
2) http://sci-hub.org
3) http://sci-hub.cc
4) http://sci-hub.bz
4) http://search.crossref.org
5) http://booksc.org/
6) http://libgen.io/
7) http://gen.lib.rus.ec/scimag/
8) http://airccj.org/csecfp/library/index.php

for text books , these are the links :

1) http://libgen.org/
2)http://gen.lib.rus.ec/
3) http://en.bookfi.org/
4) http://lib.freescienceengineering.org/
5) http://bookza.org/
6) http://bookzz.org/

Free Download Fulltext Articles From Journals and Ebooks……

Untuk yang open akses, terdapat beberapa pilihan yang bagus :

1. Directory of Open Access scholarly Resources (ROAD)
http://www.kopertis12.or.id/2016/03/13/directory-of-open-access-scholarly-resources-road.html
Terdapat 13.745 open access resources dari 150 Negara siap diunduh, terdiri dari: 13.062 journal diantaranya 2.625 yang terindex Scopus 240 Academic Repositoriies 202 Monographic Series 126 Conference Proceeding 103 Scolarly Blogs.

2. Indonesia OneSearch by The National Library of Indonesia, 2016
http://www.kopertis12.or.id/2016/02/12/indonesia-onesearch-by-the-national-library-of-indonesia-2016.html
Terhimpun Journal dan ebook dari berbagai institusi dalam dan luar negeri.
Terdapat 2.734 Journal reputasi berbagai bidang ilmu, sebanyak 21.473.752 artikel jurnal full text avaiable SIAP DIUNDUH, tanpa perlu login.

3. Journals with Open Access options
http://journalfinder.elsevier.com
Dengan mengisi kata kunci title dan abstrak dan conteng kotak Filter : Limit to journals with Open Access options.

4. OAJ terindex Scopus yang dikelola Elsevier/Sciencedirect
http://www.sciencedirect.com/science/journals/all/all-open-access
Kelihatannya terdapat 2.282 jurnal, namun hanya Edisi tertentu dari jurnal tsb yg free.

5. OMICS Open Access Journals
http://www.omicsonline.org/open-access-journals-list.php
OMICS Internasional is current managing 700 + Open Access Journals in field of Clinical, Medical, Life Science, Pharma, Environmental, …

6. IEEE Xplore Digital Library
http://ieeexplore.ieee.org/Xplore/home.jsp

7. Browse Journals-Wiley Open Access
http://www.wileyopenaccess.com/view/journals.html

8. Directory of Open Access Journals
https://doaj.org

9. Open Access Journals Search Engine (OAJSE)
http://www.oajse.com

10. BookSC
The world’s largest scientific articles store. 50,000,000+ articles for free.
http://booksc.org/

11. Portal e-journal langganan Kemristekdikti
ProQuest: http://search.proquest.com
Cengage: http://infotrac.galegroup.com/itweb
– Untuk Pencarian Terpadu: http://ristekdikti.summon.serialssolutions.com
Untuk peroleh username dan password ikuti ini:
http://simlitabmas.dikti.go.id/ejournal/Default.aspx

Semoga bermanfaat

Sumber : Forum ADI




Jenis-jenis Penelitian (Kumar, 2005)

types-research-kumar2005

Kumar, R. (2005). Research methodology: Step by step guide for beginners (2nd ed.). London: SAGE Publications Ltd.