Presentation experience

Pengalaman diwawancarai oleh para asesor menunjukkan bahwa jika semua materi dibuat dan disiapkan sendiri oleh interviewee akan sangat terlihat oleh asesor (interviewer). Jika kita bertindak sebagai pemantau maupun sebagai interviewee maka akan sangat terlihat jika asesor bertanya sangat rinci berarti asesor mencurigai (menginvestigasi) terdapat keanehan dalam pemaparan materi yang akan diverifikasi. Ketepatan dalam menjawab sesuai dengan materi (borang) yang diberikan membuat asesor yakin bahwa materi yang dipaparkan memang benar dibuat dan dijalankan sendiri oleh interviewee. Jika interviewee tidak dapat menjawab pertanyaan konfirmasi yang diajukan asesor, maka pertanyaan asesor semakin menjadi-jadi ke segala arah. Hal  tersebut mengakibatkan penilaian yang dibuat dalam bentuk kesimpulan oleh asesor menjadi semakin berkurang.

Jika kita bertindak sebagai dosen, akan mengalami hal yang sama pada saat kita menguji skripsi mahasiswa. Dosen hanya mengkonfirmasi apakah skripsi tersebut memang seluruhnya dibuat oleh mahasiswa. Jika mahasiswa tidak dapat menjawab, dosen akan langsung mencurigai (menginvestigasi) bahwa skripsi tersebut tidak dibuat oleh mahasiswa. Pertanyaan tentang skripsi menjadi melebar kemana-mana. Jika skripsi seluruhnya memang dibuat oleh mahasiswa, pada saat presentasi maupun sesi pertanyaan, mahasiswa dapat menjawab dengan lancar tanpa halangan apapun. Nilai terbaikpun akan diberikan secara sukarela oleh penguji (dosen).

Kebetulan asesor selalu seorang dosen sehingga asesor mempunyai pengalaman sebagai penguji skripsi/tesis/disertasi, secara otomatis memiliki indra investigasi atau sebagai auditor.

Kesimpulannya. Pembuatan borang selanjutnya tidak boleh BOhong dan mengaRANG.




Customer Service Excellence

http://www.stieperbanas.ac.id/index.php/en/news-archives/1475-customer-service-excellence-training-for-perbanas-institute-employees

http://perbanas.id/index.php/id/berita/1471-pelatihan-customer-service-excellence-untuk-karyawan

Service Excellence
1. An ever cahanging world  1. An ever changing world

2. Service mindset  2. Service Mindset

3. Service communication  3. Service Communication

4. Sevice with personality types understanding  4. Personality Understanding

5. Telephon skill  5. Telephone Skill




Clean Your Body’s Drains….

Clean Your Body




Belanja Online

Buat yang punya hobi belanja dan tidak mau repot untuk ke mal, maka berikut beberapa toko online yang bisa untuk menyalurkan hobi belanja tanpa perlu meninggalkan rumah atau kantor 🙂

  1. Qoo10 adalah perusahaan hasil kerja sama antara eBay dengan marketplace asal Korea Selatan Gmarket. Perusahaan ini baru saja merayakan ulang tahun keduanya di Indonesia, dan sudah berhasil memperoleh USD 2,5 juta tiap bulannya di tahun 2013, yang menandakan pertumbuhan sebesar 500 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
  2. Blibli menamai dirinya sebagai sebuah mall dan hanya menerima perusahaan yang terdaftar secara resmi untuk menggunakan platform-nya. Diluncurkan di bulan September tahun 2012.
  3. Bhinneka adalah salah satu pelaku e-commerce pertama yang muncul di Indonesia dengan menjual gadget sebagai produk utamanya. Website ini sudah bertahan selama lebih dari 14 tahun dan sekarang memasukkan kategori produk lain seperti instrumen musik dan mainan.  Di bulan Februari, Bhinneka melaporkan memiliki rata-rata 21 juta pageview per bulan di tahun 2013 dan mendapatkan omzet Rp 600 miliar di tahun yang sama, dan 70 persen di antaranya berasal dari toko online-nya. Bhinneka sekarang punya lebih dari 500 pegawai dan enam toko fisik di Jakarta.
  4. Lazada milik Rocket Internet baru-baru ini merayakan ulang tahun keduanya di Indonesia, dan dalam waktu singkat tersebut, website ini sudah berkembang menjadi pelaku e-commerce B2C terbesar di Indonesia.  Dalam sebuah event belanja online nasional di bulan Desember tahun lalu, Lazada Indonesia melaporkan bahwa mereka menerima ribuan pesanan per jam. Lazada sekarang memiliki 300 orang pegawai di Indonesia dan berniat menguasai tren besar berikutnya: mobile commerce dan penjual pihak ketiga.
  5. Zalora adalah website e-commerce berusia dua tahun, yang mirip dengan Lazada Indonesia.  Website ini dibantu oleh Rocket Internet dan punya sangat banyak uang. Selain itu, Zalora juga tidak pernah mengungkapkan datanya.  Zalora cabang Indonesia sudah menjadi cabang dengan pendapatan terbesar di antara sepuluh cabang Zalora di Asia.
  6. Groupon masuk ke Indonesia dengan mengakuisisi website daily deal Disdus di tahun 2011, dan sampai saat ini mereka masih menjadi pemimpin di bisnis ini. Di ulang tahun ketiganya di bulan September lalu, Groupon Indonesia mengungkapkan bahwa mereka memiliki 500.000 visit dan rata-rata transaksi sebesar Rp 300 juta tiap harinya.
  7. Elevenia adalah salah satu nama baru yang muncul di ranah marketplace Indonesia. Perusahaan ini merupakan hasil kerja sama antara XL Axiata dengan perusahaan layanan online dan mobile asal Korea Selatan SK Planet. Keduanya memasukkan total USD 18,3 juta sebagai modal awal untuk proyek ini dan optimis akan bisa menguasai pasar Indonesia dalam jangka panjang.
  8. Rakuten adalah anak perusahaan dari raksasa e-shopping Jepang, Rakuten masih yakin bahwa mereka masih bisa mendapatkan sesuatu dari pasar Indonesia – tapi mereka harus menghadapi pesaing-pesaing baru untuk mencapai itu.

Selamat Berbelanja 🙂




Snowden: Passphrases bukan Passwords

Masih ingat Edward Snowden? Pendiri Wikileaks ini baru-baru ini diinterview oleh John Oliver dalam acara TV.
Salah satu topik yang menarik adalah soal passwords di dunia maya. Menurutnya passwords dengan 8 karakter hanya membutuhkan waktu kurang dari satu detik untuk dibobol. Passwords dengan kata-kata alay seperti nama grup band kesayangan: limpbiscuit4eva juga tidak banyak membantu.
Saran Snowden jangan gunakan passwords, tetapi passphrases. Gunakan passphrases yang panjang yang menurut kita masuk akal dan tidak ada dalam kamus. Menggunakan nomor, huruf besar dan tanda baca juga sangat membantu. Contohnya? Margaretthatcheris110%SEXY.
Selamat mengubah passwords anda di weekend ini.




Tidak Punya Hati?

Sempat mati langkah ketika melewati seorang mahasiswa yang tengah curhat kepada temannya ” kesel banget gue sama tu dosen, gue tuh bener-bener kehujanan makanya telat…eh tetep juga gue ga boleh masuk padahal kan uts…huh dasar ga punya hati..”

Tidak punya hati?, tentu ini dimaksudkan bukan hati dalam artian lever tapi hati dalam arti qolbu…dua hal yang penyebutannya sama tetapi sangat jauh berbeda pengertiannya. Al Ghazali mengatakan bahwa qolbu seperti raja bagi anggota tubuh. Qolbu yang mengontrol perbuatan indra ketika berbuat atau tidak berbuat sesuatu sementara anggota indra bisa jadi merupakan prajuritnya. Jadi jika sang raja buruk maka tidak mungkin sang prajurit melakukan suatu kebaikan yang berbeda dengan perintah sang raja (kurang lebih seperti itu maksudnya).

Hati dalam arti qolbu memang memegang peranan penting dalam aktivitas badan. Oleh karena itu Aa gym sampai membuat lagu…jagalah hati.. atau bimbo menyenandungkan kalimat…hati adalah cermin..Nah, semakin yakin betapa pentingnya hati (qolbu) ini. Bahkan dilukiskan hati itu seperti sebuah misykat yaitu sebuah lekukan di dinding/tembok (sebagian besar bangunan untuk ibadah agama apapun di dunia ini bentuknya dominan seperti lekukan ini/baskom yang terbalik) dimana di dalamnya terdapat misbah atau lentera yang bercahaya, cahaya misbah tersebut berasal dari minyak (zaitun) yang juga sudah bercahaya (cahaya diatas cahaya),..jadi demikian terangnya misbah tersebut. Cahaya yang demikian terang ibarat hati yang secara fitrah oleh Tuhan telah diciptakan untuk menuntun dan mampu membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang haq dan batil, namun cahaya yang secara fitrah telah bersifat terang dapat menjadi memudar cahayanya atau bahkan tidak bercahaya atau tidak dapat menembus dinding misykat yang terbuat dari kaca yang sangat bening karena ternyata begitu banyak titik hitam yang menempel di dinding misykat tersebut. Titik hitam tersebut berasal dari kemaksiatan, kedzoliman dan kemungkaran yang dilakukan. Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa setiap kemaksiatan yang dilakukan maka akan menjadi titik hitam yang menempel di dinding hati, kemudian jika kemaksiatan dilakukan lagi maka akan menempel lagi satu titik hitam dan demikian seterusnya, akhirnya tidak mustahil dinding misykat yang begitu bening akan berubah menjadi hitam gelap/pekat sehingga cahaya misbah tidak dapat menembus keluar, dan ketika kondisi seperti inilah terkadang kita melihat ada orang yang tidak memiliki kepekaan lagi untuk mampu membedakan mana perbuatan yang baik atau buruk , mana perbuatan dzolim atau kebajikan.

Dalam suatu kisah, ketika seorang hakim pada sebuah Pengadilan “terpaksa” menyidangkan sebuah kasus dimana pesakitannya adalah seorang nenek yang didakwa melakukan pencurian kayu di tanah milik Negara (kayu yang dicuri sebanyak yang mampu dipikul oleh nenek tersebut untuk dijual ke pasar membeli makanan kebutuhan hariannya). Hakim tersebut dikatakan “terpaksa” karena ada adagium di dalam hukum yang berbunyi ius curia novit (hakim tidak boleh menolak suatu perkara dengan alasan tidak ada/tidak ditemukan hukumnya). Hakim itu (dengan mata yang berkaca-kaca ) membacakan putusannya, bahwa nenek ini bersalah telah mengambil kayu tanpa hak sekalipun dengan jumlah yang tidak ada artinya dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, oleh karena itu nenek dihukum untuk membayar denda sebesar sekian rupiah. Putusan kedua, nenek melakukan pencurian karena tidak ada seorangpun yang menanggung hidupnya dan semua yang hadir dipersidangan ini ikut bertanggungjawab membiarkan seorang nenek sebatang kara sampai melakukan pencurian, maka kepada semua yang hadir di dalam persidangan diperintahkan untuk menyedekahkan uang-nya masing-masing sebesar 100 ribu untuk disumbangkan kepada nenek (dan ternyata sumbangan yang diperintahkan oleh hakim lebih besar jumlahnya daripada denda yang harus dibayar sang nenek). Kisah ini mengisyaratkan kepada kita tentang putusan yang lahir dari beningnya misykat hati. Wallahu a’lam.




Fasilitas Mesin Pencari Google (part 2)

Menyambung tulisan mengenai Fasilitas Mesin Pencari Google (part 1), maka berikut 5 fasilitas lain yang bisa digunakan di Google:

  1. Melacak jadwal penerbangan. Ketik nama maskapai dan nomor penerbangan untuk mengetahui status lokasi pesawat kini berada, juga kapan akan mendarat.
  2. Mencari file tertentu. Misalnya mencari file pdf mengenai “jurnal teknologi informasi” filetypd:pdf
  3. Konversi unit pengukuran dapat dilakukan dengan mudah hanya dengan mengetikkan kata kunci pada kolom search. Contohnya kita dapat mengetikkan “20 C in F”, atau “15 inch in cm” maka kita akan mendapatkan hasil secara insta.
  4. Menterjemahkan kata asing cukup dengan mengetikkan “translate to ” sebagai contoh “translate cengkeh to english” maka akan muncul hasil clove, jika kita ketikkan “translate cengkeh” to spanish maka akan muncul clavo.
  5. Main game pacman 🙂 , ketik pacman maka akan muncul gambar game tersebut dan tulisan “click to play”, klik pada tulisan tersebut untuk memainkan game pacman.

Semoga bermanfaat 🙂




SK Gaya Selingkung

Ketentuan-ketentuan yang relevan untuk penanggulangan plagiat

Permen17-2010-Plagiat

PLAGIAT Kemendikbud 2012

SK Gaya Selingkung 005-SK.P-III-IKPIA-2015

 

Batas kemiripan kutipan pada karya ilmiah terhadap sumber kutipannya adalah 25% untuk karya ilmiah bidang ilmu/topik non-eksakta




Mengintip hakekat kebenaran

Kata “Kebenaran” merupakan suatu kata yang sangat spesial dan mewah apalagi bagi orang-orang yang sudah apatis atau putus asa terhadap suatu keadaan tertentu yang menekannya, misalnya merasa tidak mendapatkan keadilan bagi suatu sengketa yang diputuskan Pengadilan. Seringkali kita mendengar satu kalimat “mana ada kebenaran yang sesungguhnya saat ini”, lalu jika demikian keadaannya apakah berarti jika ditemukan suatu kebenaran maka itu berarti bukan kebenaran yang sesungguhnya? Jika bukan kebenaran yang sesungguhnya bukankah itu berarti bukan suatu kebenaran. Nah, apa pula ini?.

Berbicara pesoalan kebenaran seringkali dikatakan sebagai bicara filosofis, bikin pusing aja! padahal kebenaran adalah suatu keniscayaan yang setiap manusia mendambakannya (boleh tidak setuju atas pernyataan ini). Pendidikan dan ilmu pengetahuan dalam hal ini mengemban tugas utama untuk menemukan, mengembangkan, menjelaskan, menyampaikan nilai-nilai kebenaran. Oleh karena itu, lembaga pendidikan sebenarnya sangat istimewa karena di lembaga pendidikanlah kebenaran itu adanya (mestinya,) dan dengan demikian orang-orang yang berkecimpung dilembaga pendidikan adalah orang-orang yang mencintai kebenaran dan selalu bertindak benar (mestinya).

Andai dikatakan bahwa sepanjang hidup manusia senantiasa berusaha menggali dan menemukan hakekat kebenaran, rasanya bukan suatu hal yang berlebihan. Para filosof dari masa kemasa melahirkan banyak teori sekedar untuk mengungkapkan makna kebenaran, namun sebenarnya yang lebih utama disadari adalah kecenderungan yang ada pada manusia yaitu apabila telah mengetahui suatu kebenaran maka secara asasi terdorong untuk melakukan kebenaran tersebut (ini suatu asumsi, apakah benar demikian?) jika ini benar, maka apabila manusia telah memahami dan mengetahui suatu kebenaran namun tidak dilaksanakan maka tentu konsekuensinya adalah terjadinya pertentangan batin.

Salah satu hal yang dibutuhkan dalam kerangka menegakkan kebenaran adalah diperlukannya suatu lembaga dan hakim merupakan orang (yang kata anak-anak muda adalah manusia setengah dewa) yang memiliki amanah bukan saja untuk menegakkan kebenaran tetapi juga mengemban tanggungjawab untuk menemukan kebenaran, menggali kebenaran yang hakiki dan membela yang benar. Oleh karena itu manusia setengah dewa ini diberi iming-iming oleh Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai manusia yang memiliki peluang sangat besar untuk langsung masuk surga dengan syarat jika ia adil, karena sesungguhnya keadilan adalah ruh kebenaran itu sendiri.

Sebagaimana disebut di atas bahwa penggalian atas hakekat kebenaran dilakukan oleh para filososf dari masa ke masa, berikut disampaikan kesimpulan suatu kajian atas teori kebenaran yang dikemukakan oleh dua orang filosof Islam yaitu Al Ghazali dan Ibnu Khaldun (kajian telah dimuat di dalam Jurnal Komunike, jurnal komunikasi dan penyiaran Islam, volume 6, nomor 1, juni 2014).

Al Ghazali dan Ibn Khaldun adalah dua tokoh di dalam filsafat yang berasal dari dunia Islam, namun diakui keberadaannya oleh barat. Al Ghazali sebagai seorang filosof yang hidupnya hampir 300 tahun lebih dahulu daripada Ibn Khaldun, telah memberikan inspirasi dalam banyak pemikiran-pemikiran Ibn Khaldun. Sejarah mencatat bahwa kebesaran Al Ghazali pada zamannya dimana tengah berlangsung pertumbuhan pemikiran yang luar biasa pesat telah memberikan pengaruh kepada para filosof, termasuk Ibn Khaldun. Sekalipun demikian, pengaruh pemikiran Al Ghazali bagi Ibn Khaldun tidak mengurangi orisinalitas pemikiran Ibn Khaldun. Di dalam memandang suatu kebenaran, kedua filosof ini memiliki sudut pandang yang sama, yaitu bahwa kebenaran hakiki hanyalah kebenaran yang bersumber dari agama dan dalam hal ini melalui wahyu yang disampaikan oleh Tuhan dengan perantaraan Nabi.

Selanjutnya Al Ghazali meyakini bahwa kebenaran hakiki yang bersumber dari Tuhan tidak mengurangi pentingnya keberadaan akal sebagai instrument atau sebagai salah satu alat untuk menemukan kebenaran hakiki tersebut. Namun menurut Al Ghazali yang pemikirannya telah berevolusi dari rasionalisme kemudian empirisme akhirnya mistisisme lewat tasawuf dan sufisme, beranggapan bahwa kebenaran hakiki tersebut diperoleh melalui cara penyinaran dan penyingkapan tabir oleh Tuhan secara langsung karena kebenaran hakiki itu milik Sang Kebenaran itu sendiri atau al haqq, inilah kebenaran mutlak menurut al Ghazali

Sementara itu, Ibn Khaldun lebih “membumi”. Ibn Khaldun seperti halnya Al Ghazali meyakini bahwa kebenaran itu bersumber dari agama, namun pemahamannya yang mendalam tentang filsafat sejarah menyebabkan Ibn Khaldun mampu secara cerdas menerapkan hakekat kebenaran yang bersumber dari agama di dalam teori-teori kemasyarakatan. Ibn Khaldun beranggapan bahwa kebenaran mutlak yang bersumber pada Agama dapat terimplementasi dengan baik dalam kehidupan sosial bila dipadukan dengan kebenaran yang merupakan olah pikir akal.




Kampus di luar Domisili

Apakah boleh perguruan tinggi swasta memiliki kampus di luar kota dalam wilayah kopertis yang sama?

1. Permendikbud no. 20 tahun 2011 tentang penyelenggaraan prodi di luar domisili Perguruan Tinggi (baca pasal 1 butir 1 dan 2 tentang yg termasuk wilayah domisili)
Permen20-2011ProdiDiluarDomisili
2. Edaran Dirjen Dikti no. 1017/E /T/2011 tentang Perijinan dan Pelarangan Proses Pembelajaran di Luar Domisili
SEDirjen1017-E-T-2011PembelajarandiLuarDomisili

Dalam Permendiknas No 20 Tahun 2011, yang ada adalah pendidikan di luar kampus. Apakah “luar kampus” dapat disetarakan dengan “luar domisili”. Di UU No 12 batas-batasnya adalah provinsi sedangkan pada Permendiknas No 20 batasnya adalah kabupaten.

Di pasal 34 UU no.12 tahun 2012 dijelaskan Prodi bisa diselenggarakan di luar kampus utama dalam satu Provinsi sayangnya sampai saat ini Permendikbud yang mengatur pasal ini belum lahir (walau dijelaskan semua peraturan pelaksana UU no.12 tahun 2012 harus ditetapkan paling lambat 2 tahun setelah UU PT ditetapkan), sementara Permendiknas no. 20 tahun 2011 yang merupakan turunan dari UU sisdiknas belum dinyatakan batal atau dianggap masih berlaku. Ini seperti keadaan L2PT (pengganti Kopertis yang sekalian mengatur PTN), rumpun ilmu dll yang diatur dalam UU 12 tahun 2012 sudah ada pasal tapi sampai hari ini masih berlaku yang lama.

Seharusnya kalo Pasal 34 ayat 1 UU no. 12 tahun 2012 direalisasikan domisili kampus bisa menjadi lebih luas karena rujukan menjadi provinsi seperti screenshot ini:

Domisili

Penyelenggaraan prodi di luar domisili harus memiliki SK ijin Menteri setelah memenuhi persyaratan yang diatur Permendibud no. 20 tahun 2011. Penyelenggaraan program studi di luar domisili tanpa ijin Mendikbud (Menristek Dikti) itulah program kelas jauh yang dilarang pemerintah.

Holy Chaniago