1

Filsafat Ilmu

Baik dalam ilmu sosial maupun ilmu alam, filsafat diperlukan sebagai peletak prinsip dasar dalam berpikir teoritis, sudut pandang, pemahaman, serta kesadaran diri, yang semuanya diperlukan untuk memperoleh pengetahuan tentang realitas.

Ada dua cabang filsafat penting. Yang pertama yaitu ontologi (mempelajari yang-ada): apa yang sebetulnya ada di dunia yang dapat diketahui oleh manusia. Apa yang dimaksud dengan ada, perlu dipahami melalui pemahaman terhadap obyek dan sifat-sifatnya serta bagaimana kemiripan dan perbedaannya satu sama lain. Yang kedua adalah epistemologi (mempelajari pengetahuan). Para filsuf membedakan antara ada dan berpikir, sehingga ontologi berurusan dengan sesuatu yang-ada (eksistensi) yang perlu diketahui oleh manusia, dan epistemologi berkenaan dengan bagaimana manusia menciptakan pengetahuan dan apa yang mungkin untuk diketahui.

Ontologi dan epistemologi saling berkaitan satu sama lain, dan bahkan ada yang mengatakan tak terpisahkan. Berbicara tentang makna berarti berbicara tentang realita. Dari ontologi dan epistemologi tumbuhlah perpektif filsafat yang merupakan suatu sistem pandangan dunia secara umum, yang membentuk keyakinan yang memandu tindakan. Dengan demikian pilihan metode oleh para peneliti mencerminkan keterikatannya pada cara memandang dunia dan bagaimana peneliti dapat mengetahui dunia itu.