Knowledge Management And Informal Learning Part 1 : Knowledge Management Component

 

Pengetahuan adalah membuat keputusan, mengubah sudut pandang, atau mengambil beberapa tindakan lainnya berdasarkan data yang dikumpulkan oleh sebuah organisasi. Data tersebut dapat berupa data pelanggan, data keuangan, data karyawan, data produk, dan data pasar. Rosenberg (2012) menterjemahkan manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) merupakan sebuah revolusi dalam mengelola informasi dan cara kita membagikan dan menggunakan informasi tersebut. Dalam definisi lainnya, manajemen pengetahuan adalah penciptaan, berbagi dan pengarsipan informasi berharga (pengetahuan eksplisit dan tacit) dalam kelompok orang yang memiliki kepentingan atau kebutuhan yang sama dan tidak memiliki pengetahuan yang diperlukan. Manajemen Pengetahuan membutuhkan proses, manajemen dan kepemimpinan organisasi, dan software yang unik. Ketiganya ibarat kaki kursi, yang jika salah satunya tidak ada maka kursi itu tidak akan bisa berdiri.

Dalam kebanyakan organisasi, pengetahuan terdiri dari 4 jenis, sebagai berikut :

  1. Explicit Knowledge

Pengetahuan yang dapat dikodefikasi dan didokumentasi dalam buku teks , majalah, koran, website, buku petunjuk, dan panduan pengguna.

     2. Tacit Knowledge

Pengetahuan yang berasal dari pengalaman dan wawasan. Tacit knowledge sulit untuk diidentifikasi, diartikulasi dan dikelola. Pada hakikatnya lebih banyak tacit knowledge dalam suatu organisasi dibandingkan dengan explicit knowledge

       3. Common Knowledge

Common Knowledge adalah explicit knowledge yang perlu dan selayaknya diketahui oleh setiap orang

       4. Undiscovered Knowledge

Ide yang belum tergambar yang memiliki benefit bagi organisasi tertentu, yang merupakan tantangan terbesar setiap orgnisasi untuk menemukannya. Misalnya ide-ide yang tersembunyi di dalam ribuan email pelanggan, inovasi yang terselip di dalam tumpukan data pelanggan dan lainnya. Terkadang, undiscovered knowledge ada di depan mata kita tapi tidak disadari.

 

Knowledge Management Component

Manajemen pengetahuan yang komprehensif dibangun oleh tiga komponen yang saling berhubungan: codification, collaboration, dan access.

Codification adalah mendokumentasikan pengetahuan eksplisit untuk memudahkan pengambilan pengetahuan. Komponen collaboration, bertujuan untuk menyediakan cara bagi mereka yang memiliki pengetahuan tacit untuk berbagi. Sedangkan komponen access, membuat pengetahuan mudah ditemukan dengan cara menggunakan satu gerbang universal yang mudah digunakan terhadap semua sumber daya informasi dan kolaborasi.

 

Manajemen pengetahuan memiliki peluang yang sangat besar untuk diimplementasi dalam semua tipe organisasi dan semua fungsi. Kapan saja seseorang ingin membagi pengetahuannya, bekerja dalam tim, atau meningkatkan efisiensi sebuah pekerjaan, maka manajemen pengetahuan akan menjadi tool yang sangat bermanfaat. Beberapa contoh pemanfaatan manajemen pengetahuan, yaitu pada call center, customer relationship management, e- commerce, government, human resources, information technology, partner-supplier relationships, professional services, sales, dan training.

 

Sumber :

Robert A Reiser, John V Dempsey, (2012). Trends And Issues In Intructional Design And Technology Third Edition.

 

Ditulis oleh Pratiwi dan Dian Syafitri