1

Pendapatan Investasi Saham (2)

Melanjutkan tulisan terdahulu, pada kesempatan ini dibahas tentang penentuan pendapatan dengan metode yang lainnya.

Arithmetic mean atau AMR merupakan perhitungan rata-rata pendapatan dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan kemudian membagi dengan total periodenya. Metode ini disebut juga simple average.

            Pendapatan1 + Pendapatan 2 +…+ Pendapatan n

AMR  = —————————————————————–

n

dimana,

AMR = pendatan rata-rata selama jangka waktu investasi

n = jangka waktu investasi

Hasil perhitungan pendapatan dengan metode aritmatik ini lebih mencerminkan sebaran pendapatan selama jangka waktu investasi.

Tahun

Pendapatan A (%)

Pendapatan B (%)

2016

2015

20 14

2013

2012

Arithmetic mean

15,25

20,32

-15,25

-12,50

18,20

7,28

9,00

7,00

6,30

6,00

5,00

6,66

Kelemahan metode ini adalah nilai rata-rata pendapatan sering bias terutama jika pendapatan selama investasi berfluktuasi secara signifikan seperti contoh di atas. Dari tabel di atas terlihat bahwa aset A memiliki pendapatan (arithmetic mean) yang lebih baik dibandingkan aset B, namun jika dilihat fluktuasi pendapatannya maka aset B lebih baik daripada aset A, pendapatan aset B lebih stabil. Jadi aset mana yang lebih baik pendapatannya, aset A atau aset B?

Untuk menjawab hal tersebut dapat digunakan geometric mean return atau GMR dengan formulasi sebagai berikut.

GMR = [(1 + Pendapatan1) x (1 + Pendapatan 2) x … x (1 + Pendapatann)]1/n – 1

dimana,

GMR = pendapatan rata-rata selama jangka waktu investasi

n = jangka waktu investasi

Maka GMR A adalah [(1+15,25%) + (1+20,3%) + (1-15,25%) + (1-12,50%) + (1+18,20%)]1/5 – 1 = 3,98%

dan GMR A adalah [(1+ 9,0%) + (1+7,0%) + (1+6,3%) + (1+6,0%) + (1+5,0%)]1/5 – 1 = 6,65%

Berdasarkan GMR atau CR, maka pendapatan aset A lebih kecil daripada pendapatan aset B, namun kedua aset tersebut menghasilkan pendapatan yang lebih kecil dari perhitungan AMR sebelumnya.

Perbedaan terjadi karena GMR mempertimbangkan keterkaitan pendapatan dari waktu ke waktu. Misalnya, jika pendapatan tahun ini -100% maka kemampuan investasi menghasilkan pendapatan yang kita inginkan pada tahun depan menjadi lebih berat, demikian juga sebaliknya.

Geometric Mean Return disebut juga metode CR (compounded return) atau CAGR (Compound Annual Growth Rate), sedikit modifikasi model untuk penentuan CAGR seperti persamaan beriktu ini.

CAGR tn = (Dana tn / Dana t0) (1/n)  – 1

dimana,

CAGR tn = persentase pendapatan tahunan

Dana tn   = total dana diperoleh sampai dengan tahun ke n

Dana tn   = nilai investasi awal

n = lama waktu investasi

Misalnya Zulham membeli saham UNTR pada akhri Januari 2007 seharga Rp6.585,78 perlembar, dan dijual pada akhir Januari 2017 dengan harga Rp22.075 perlembar. Selama 10 tahun, Zulham menerima dividen total Rp4030,5 perlembar. Jika menggunakan AMR total pendapatannya = ((Rp22.075+Rp4.030,5-Rp6.585,78)/ Rp6.585,78) = 296,39 %, jadi pendapatannya = 296,39 %/10 tahun = 29,39% pertahun.

Jika menggunakan CAGR, maka pendapatannya = ((Rp22.075 + Rp4.030,5)/Rp6.585,78) (1/10)  – 1 = 14,77% pertahun. Inilah pendapatan yang riil atau sebenarnya.

Kapan kita memakai AMR atau GMR? Jika beranggapan pendapatan investasi tidak berhubungan dari waktu ke waktu maka gunakan AMR untuk menghitung rata-rata pendapatan investasi. Namun jika ingin menghitung rata-rata pendapatan tahunan yang sebenarnya atau riil maka gunakan GMR, karena lebih akurat.

Salam

ADM