1

Pythagoras Bukan Cuma Ahli Matematika.

Siapa yang tak kenal rumus Pythagoras untuk menghitung sisi miring (hipotenusa) sebuah segitiga. Lahir tahun 569 SM di Samos Iona, Pythagoras mempelajari banyak hal dalam hidupnya. Pernah mendirikan sekolah agama di Croton dan kemudian pengikutnya membuat aliran mathematikoi (mathesis = ilmu pengetahuan). Penganut mathematikoi mengutamakan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pasti.

Sebagai seorang filsuf, Pytahoras tidak berhenti disitu, beliau mempelajari matematika, musik dan astronomi. Dalam bidang matematika penemuan rumus Pythagoras semakin menguatkannya sebagai bapak bilangan. Pythagoras juga menemukan kaitan musik dengan bilangan dengan menyatakan bahwa getaran sebuah string (dawai) akan menghasilkan nada harmonis bila rasio dari panjang strings adalah nomor/angka, dan bahwa berbagai bentuk rasio dapat meluas ke instrumen lainnya. Pythagoras juga mengemukakan teori bahwa bumi itu bulat tidak seperti yang dinyatakan oleh masyarakat pada saat itu bahwa bumi datar .

Pythagoras bukan hanya matematikawan namun beliau menyatakan adanya harmoni dalam ketidak beraturan di alam karena menurut pandangannya bahwa harmoni terjadi karena angka (Conny R Semiawan dalam buku Spirit Inovasi Dalam Filsafat Ilmu tahun 2011).

  • Pratiwi ( Dosen FTI Perbanas Jakarta)