“You don’t have to be rich to travel well.” – Eugene Fodor

  • Ayer1
  • Ayer2
  • Ayer3
  • Tidung1
  • Tidung2
  • Tidung3
  • Tidung4
  • Tidung5
  • Tidung6
image_print

Tulisan saya kali ini masih seputar piknik. Karena menurut saya piknik itu perlu banget. Apalagi buat bapak ibu dosen ya, setelah berkutat dengan tenggat waktu penyelesaian laporan penelitian dan jurnal, perlu recharge baterai sehingga siap untuk kegiatan berikutnya :D. Gak perlu jauh-jauh yang penting happy. Paling tidak pulau-pulau yang akan saya tulis ini, bisa jadi alternatif piknik kalau dana dan waktu terbatas, have fun :D.

Pulau Ayer
Dari data di web jakarta.go.id, wilayah administratif Kepulauan Seribu memiliki 110 pulau, nah loh terus yang 890 pulau lainnya kemana ya hihihi… Dari 110 itu sekitar 24 pulau memiliki luas lebih dari 10 Ha, jadi sebenarnya pulau-pulau ini bisa dikelilingi seharian.

Pulau pertama yang saya kunjungi adalah Pulau Ayer bulan April kemarin. Perjalanan dari Dermaga Marina Anyer ke Pulau Ayer ditempuh dengan waktu kurang lebih 20 menit dengan kondisi laut yang tenang. Tidak ada penduduk di pulau ini, karena dikelola secara pribadi oleh salah satu resort disana. Karena itu suasananya lebih nyaman, penginapan juga lebih bagus. Bahkan memiliki beberapa resort yang dibangun di atas laut. Sebenernya sih dari awal mupeng bisa dapat kamar di laut, tapi ya sudah karena jatahnya dapat di darat. Tapi tetep bisa jalan-jalan dan foto-foto (penting banget ini) di penginapan laut.

Kegiatan yang bisa dilakukan di Pulau Ayer selain jalan-jalan muterin pulau atau sepedaan, sedangkan kegiatan airnya bisa banana boat atau jetski. Gak ada jajanan ato warung jadi lebih baik perlu bw cemilan, klo belanja di toko yang dikelola resort ya siap-sia aja dengan harga yang berbeda :D.

Pulau Tidung
Sebenarnya popularitas pulau Tidung ini sudah sangat lama, gw aja yang telat kesana hihihi… Eh mendadak ada tawaran gratis, jadi deh awal Agustus kemarin kita nginep semalam di Tidung. Perjalanan dari Dermaga Marina ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam. Perjalanan ke Tidung sekitar pukul 9 pagi, dengan kondisi laut tenang, hanya ada 1x jadwal kapal per hari dari Marina ke Pulau Tidung.

Sampai di Pulau Tidung, kondisi sangat beda dengan Ayer, karena Tidung ada penduduknya juga. Lumayan riweh keluar dari dermaga, dengan jalan yang tidak cukup lebar, penuh dengan pejalan kaki, sepeda, dan bentor, plus ada tenda kawinan. Ada banyak operator yang menyiapkan tour di Tidung, atau mau langsung cari penginapan sendiri pun bisa. Namun ternyata perlu banget untuk memastikan kontrak isi klo kita ambil paket dari Jakarta. Kejadian kemarin penginapan yang kita terima tidak sesuai dengan kontrak. Yang harusnya di tepi pantai, dapatlah kita penginapan ditengah-tengah pemukiman penduduk. Awalnya sedikit diskusi alot dengan operator disana, tapi pada akhirnya semua sepakat dengan penginapan terakhir setelah sempat pindah sekali penginapan. Itulah intinya jalan-jalan, harus siap dengan risiko, jaga mood, karena masih sampe besok. Sayang banget klo udah capek-capek pe sana trus bete, ntar fotonya gak cakep hihihi….

Abis makan siang, istirahat bentar, tim sudah siap dengan kegiatan pertama yaitu snorkeling. Biar gak bisa renang (kan ada pelampung), ini kegiatan yang sangat gw tunggu. Dari dermaga kita menuju lokasi dengan perahu nelayan bermotor. Disana sudah disiapkan peralatan snorkeling dan pelampung. Sampai di tujuan, langsung deh pada nyemplung. Untung pendamping snorkelingnya sabar. Gw yang masih kadang kesulitan nafas pake alat snorkeling, kali ini sukses. Mereka juga menyiapkan foto underwater-nya.

Kondisi koral disini sudah banyak yang rusak sih. Ikannya sih masih banyak ya, jadi foto underwater masih cukup baguslah hasilnya. Sekitar 1,5 jam kemudian semua tim naik. Barulah sampe kapal gw ngerasa perih-perih karena ternyata sempat kegores-gores karang selama snorkeling. Tapi itu mah biasa, di Raja Ampat luka jauh lebih besar dan meninggalkan kenang-kenangan sampe sekarang hikkss….

Sore abis snorkeling, lanjut dengan banana boat, tapi karena memang gw gak begitu suka (dan sudah pernah nyoba juga) gw pilih jalan-jalan aja seputaran Jembatan Cinta. Jembatan Cinta ini menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Jembatannya bagus, ada beberapa gazebo untuk istirahat dan menikmati laut yang bening airnya. Terapi buat matalah…., biasanya jarak pandang hanya 2 meter, sekarang biasa leluasa. Sore balik penginapan, mandi, makan malam, lanjut barbeque plus karaoke.

Besok paginya, abis subuh sambil gowes kita menyusuri pulau Tidung. Dari Ujung Jembatan Cinta, sampe Cemara Kasih (kata temen gw kenapa bukan Aura Kasih laahh….apa hubungannya ya). Cukup jauh sih, lewat pinggir pantai, alang-alang, lumayan membakar kalori dan sun bathing disana.
Puas sepedaan dan main di pantai, balik penginapan, bersih-bersih, makan siang, jam 2 kita sudah siap di dermaga untuk kembali ke Jakarta. Cuma perjalanan pulang kali ini ada sedikit cerita. Ombak yang cukup besar membuat sebagian penumpang pucat pasi dan nyaris (sebagian sudah sih) mabok laut. Apalagi pake acara mati mesin 2x hihihihi…..seru ya.

Alhamdulillah sekitar 1,5 jam kapal bersandar di Dermaga Marina Ancol. Sebagian turun dengan wajah pucat tapi happy. Toh setelah ini kita sibuk dengan rencana abis ini kemana lagi ya. Nah, sekian dulu ceritanya yaa.., moga-moga abis ini ada lanjutan ke pulau-pulau berikutnya.

About Mardiana Sukardi
I have several middle names, including: shopping and travelling 😀

Mardiana Sukardi

I have several middle names, including: shopping and travelling :D

You may also like...

2 Responses

  1. adelina says:

    Kalau saya pernahnya ke Pulau Pramuka, Mba kalau untuk bermalam. Dengar-dengar sih Pulau Pramuka masih lebih bersih dibandingkan Pulau Tidung. coba nanti saya ke Pulau Tidung dan Mba Anna ke Pulau Pramuka ya, sama sama kita bandingkan heheheh 🙂

  2. Mardiana Sukardi says:

    miss Adele, katanya pulau Pramuka lbh bagus buat snorkelling, jd suatu saat patut dicoba thx 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *