Kemudahan mencari lokasi Pariwisata di Indonesia berbasis Android denganTeknologi Location Based Service(LBS)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “wisata” merupakan kata kerja yang berarti: (a) bepergian bersama-sama, (b) Pariwisata dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan “bepergian bersama-sama”. Wisatawan berarti orang yang melakukan wisata, atau orang yang bepergian. Tourisme berasal dari kata Inggris “tourism” yang digunakan sebagai padanan kata “pariwisata”. Objek wisata menyangkut tempat, lokasi, atau segala sesuatu yang menjadi daya tarik untuk dikunjungi, dipelajari atau dilihat oleh wisatawan.

Indonesia memiliki potensi untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu andalan pendapatan untuk pembangunan nasional. Hal ini mengingat Indonesia memiliki beberapa keunikan yang disukai oleh para touris, baik local maupun manca negara, antara lain:

  1. keragaman dan keindahan alam
  2. keragaman suku dan adat istiadat
  3. keragaman seni dan hasil kerajinan rakyat
  4. Budaya dan wisata kulinernya.

Pada zaman modern ini teknologi informasi sudah banyak berkembang. Mobile phone merupakan  salah satu teknologi yang sangat mendukung kemudahan bagi penggunanya untuk mengakses informasi secara online di internet. Salah satunya adalah teknologi LBS (Location Based Service). LBS (Location Based Service) adalah layanan pada aplikasi mobile yang tergantung pada posisi geografis atau lokasi sebuah mobile phone berada yang dapat mengirimkan informasi dengan fungsi tertentu yang diakses dengan perangkat mobile phone melalui jaringan mobile phone.

Salah satu mobile phone yang mendukung teknologi LBS (Location Based Service)adalah yang menggunakan Sistem Operasi Android karena didukung dengan adanya perangkat GPS (Global Positioning System). Hal ini didukung oleh  Sistem Operasi Android memiliki dua hal penting yang berhubungan GPS (Global Positioning System)yaitu Location Manager atau API (Application Programming Interface) Maps dan Location Providers atau API Location.

Aplikasi android yang menggunakan teknologi LBS (Location Based Service) yang menyajikan informasi wisata sudah banyak ditemukan, contohnya aplikasi Nusantara Beta. Aplikasi ini menyajikan informasi wisata nusantara beserta informasi rute menuju lokasi wisata.

Untuk membantu penyebaran  informasi wisata yang dimiliki Indonesia ada juga aplikasi pencarian dan penyebaran wisata nusantara berbasis android dengan teknologi LBS (Location Based Service). Aplikasi ini dapat memberikan informasi objek wisata yang dimiliki Indonesia beserta lokasinya. Pengguna dapat mengetahui objek wisata yang terdapat disekitar lokasi pengguna berada dan juga dapat melihat rute menuju objek wisata tersebut. Selain mendatkan informasi objek wisata, pengguna juga dapat menambahkan data dengan mendaftarkan lokasi wisata kedalam aplikasi sehingga pengguna lain dapat mengetahui objek wisata tersebut. Kemudian pengguna juga dapat melihat foto, video dan keterangan dari objek wisata. Aplikasi ini juga akan menyediakan fitur bahasa sehingga pengguna dapat memilih menggunakan bahasa Indonesia atau Inggris. Dengan begini, wisatawan lokal dan  luar negeri dapat menerima dan juga dapat menyebarkan informasi wisata sehingga seluruh objek wisata Indonesia dapat diekspos dan diketahui oleh para wisatawan.

Location Based Service (LBS) adalah  kumpulan aplikasi yang memanfaatkan ilmu posisi geografi perangkat mobile. LocationBasedService (LBS) atau layanan berbasis lokasi adalah sebuah layanan informasi yang dapat diakses dengan perangkat bergerak melalui jaringan dan mampu menampilkan posisi secara geografis keberadaan perangkat bergerak tersebut. LocationBasedService (LBS) atau layanan berbasis lokasi ini diterapkan dalam sebuah platform android. Android adalah sistem operasi bergerak (mobileoperatingsystem) yang mengadopsi sistem operasi Linux, namun telah dimodifikasi”. Dua metodologi yang diimplementasikan pada LBS adalah:

  • Memproses lokasi data pada server dan memberikan informasi lokasi tersebut pada klien.
  • Mencari lokasi data sebuah perangkat mobile yang dapat digunakan secara langsung.

Dua unsur utama LBS adalah :

  1. Location Manager (LM) : Menyediakan tools/source untuk LBS, Aplication Programming Interface (API) Maps menyediakan fasilitas untuk menampilkan, memanipulasi peta beserta feature lainnya seperti tampilan satelit, street (jalan), maupun gabungannya. Paket ini berada pada com.google.android.maps.
  2. LocationProviders (API Location) : Menyediakan teknologi pencarian lokasi yang digunakan oleh device/perangkat. API Location berhubungan dengan data GPS (Global Positioning System) dan data lokasi real-time. API Location berada pada paket android yaitu android.location. Lokasi dan rute menuju suatu lokasi tertentu dapat ditentukan dengan menggunakan Location manager.

      Global Possitioning System (GPS) adalah sistem satelit navigasi dan penentuan posisi yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat, dengan nama resminya NAVSTAR GPS (Navigation Satellite Timing and Ranging Global Possitioning System). GPS dikembangkan pertama kali oleh Departemen pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1978 dan secara resmi GPS dinyatakan operasional pada tahun 1994.

Cara kerja sistem ini menggunakan sejumlah satelit yang berada di orbit bumi, yang memancarkan sinyalnya ke bumi dan ditangkap oleh sebuah alat penerima. Ada tiga bagian penting dari sistim ini, yaitu bagian kontrol, bagian angkasa, dan bagian pengguna. Bagian kontrol bertugas untuk mengontrol setiap satelit navigasi yang beredar di luar angkasa. Antara bagian kontrol dan baagian angkasa dapat saling komunikasi, sedangkan untuk bagian pengguna hanya bersifat sebagai receiver.

Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang terus berkembang dan diberi nama serialnya dengan nama makanan, yang terakhir saat ini diberi nama nougat, yang dirancang untuk perangkat seluler layar sentuh seperti telepon pintar dan komputer tablet, sama fungsinya seperti Symbian di Nokia, ios di Apple, blackberry , & windows phone. Android awalnya dikembangkan oleh Android .Inc, dengan dukungan finansial dari google, yang kemudian mengakuisisinya pada tahun 2005, yang saat ini sudah digunakan oleh sebagian besar masyarakat yang ada d dunia.