Cara Menulis Bab Diskusi dalam Thesis/Disertasi

image_print

Misalnya dalam bab 4 dituliskan mengenai hasil penelitian dan bab 5 tentang pembahasannya. Maka di bab 4 hasil temuan disajikan secara sistematik dalam bentuk tabel, grafik dan lain-lain, agar mudah dipahami. Adapun pada bab 5 diperlukan kekuatan argumentasi dalam diskusi. Setelah menyampaikan pernyataan masalah, pertanyaan masalah, kajian pustaka serta hasil pengolahan data, maka diperlukan upaya lebih arif dan mendalam mendiskusikan temuan penelitian, dan ingat bagaimana “contribute to knowledge” dalam penelitian yang sedang dibuat.

Disini harus ditunjukkan kepiawaian peneliti, diferensiasi ataupun perbedaan temuan yang diperoleh yang membawa pada sumbangan terhadap ilmu pengetahuan. Inilah yang ingin dibaca examiner/penguji, inilah yang membedakan antara kajian yang sekarang dengan kajian terdahulu.  Hasil temuan didiskusikan dengan menunjukkan pengetahuan yang dalam terhadap hasil temuan, menginterpretasikan temuan tersebut dan menggarisbawahi sumbangannya terhadap pengetahuan.

Dalam diskusi ini juga peneliti agar menyampaikan gagasan dari perspektif yang baru, dari berbagai sudut pandang, dengan ide yang lebih segar dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu. Dikemukakan pula mengapa hasil temuan ini dapat memantapkan teori yang digunakan. Justifikasi mengenai pengokohan suatu teori yang ada disampaikan dengan pemahaman yang lebih dalam, menjelaskan aspek yang tidak terbahas dalam riset terdahulu misalnya…

Pertama
Pendahuluan bab 5 diawali dengan ulasan ringkas keseluruhan hasil kajian untuk merefresh pembaca mengenai apa yang ditemukan dalam proses penelitian, yang menjurus pada persoalan penelitian dalam rangka menjawab tujuan penelitian.

Kedua
Diikuti dengan mengemukakan secara ringkas temua-temuan yang penting dan signifikan.

Ketiga
Temuan-temuan yang penting dan signifikan ini perlu dikupas lebih lanjut dalam paragraf selanjutnya, dan bagaimana temuan-temuan ini menyumbang pada bidang kajian peneliti.

Keempat
Janganlah mengacu pada riset terdahulu yang sudah ketinggalan jaman. Misalnya, “penelitian ini menghasilkan pemrosesan chip yang mendukung chip pentium oleh AA (1996)”.  Padahal sekarang jamannya dual core…
Atau. “Temuan dalam penelitian ini sejalan dengan temuan AA (2007) … Temuan ini didukung oleh temuan pada penelitian oleh AA (2009) dan BB (2008)… Temuan ini mengokohkan temuan penelitian BB (2003)…”
Kalimat-kalimat tersebut tidak menunjukkan sumbangannya pada pengetahuan bidang kajian si peneliti.

Kelima
Walaupun memang terdapat temuan yang secara umum sama dengan hasil penelitian terdahulu, aspek-aspek khusus dalam kajian peneliti  yang berbeda dengan penelitian terdahulu perlu didiskusikan.

Keenam
Diskusi yang mendalam terhadap temuan penelitian akan memudahkan peneliti membuat justifikasi dan implikasi-implikasi pada bab selanjutnya.

Ketujuh
Bagaimana dengan temuan yang tidak signifikan? Hal ini masih bisa didiskusikan pula agar temuan tersebut mendapatkan ruang dalam memperkaya bidang yang diteliti. “U need some sort of critical thinking here”. Agar supaya penelitian yang sudah dilakukan dengan susah payah memiliki arti. Tidak mustahil peneliti memperoleh sesuatu yang bermakna dari hasil temuan yang tidak signifikan tersebut.

DR. Othman Talib

 

 

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.