Kepemimpinan

image_print

Kepemimpinan selalu memberikan kesan menarik dan senantiasa memberikan daya tarik yang kuat serta senantiasa bersikap dan bergaya dalam situasi tertentu.
Suatu ungkapan yang mulia mengatakan bahwa pemimpin selalu mendudukan perkara – perkara kecil maupun besar pada porsinya masing – masing.

Pemimpin biasanya digambarkan sebagai penggembala dimana yang digembalakan akan selalu menuruti perintah – perintah pimpinannya. Dalam kehidupannya penggembala selalu berorientasi bagaimana yang digembalakan berjalan menuju tempat yang telah ditentukan.
Sejarah mencatat bahwa Iskandar Zulkarnaen adalah seorang penggembala yang agung dan tangguh pada masa lalu di Mosedomia.

Iskandar yang agung ini mampu menggerakkan rakyatnya membangun Negara dengan falsafah yang sederhana dan cukup ampuh. Pada saat tentaranya mau berontak karena kehausan di tengah padang pasir, tentara yang jumlahnya ribuan tidak bisa menahan dahaga. Pada saat itu ditemukan sebuah kendi yang berisi air, bagaimana mungkin satu kendi bisa memberikan kepuasan pada tentaranya yang jumlahnya ribuan ????

Iskandar yang agung mengambil langkah yang kontroversial dimana air tersebut hanya dituangkan saja karena beliau tidak mungkin memberikan secara adil kepada para tentara perangnya. Karena tindakan tersebut para tentaranya sadar dan tidak jadi memberontak dan justru meneruskan perjuangan.
Kisah yang menarik dan patut diteladani oleh setiap orang adalah kisah khalifah Umar bin Chattab. Suatu malam beliau berjalan – jalan melihat keadaan rakyatnya, dan sampailah dalam perjalannya kesuatu desa yang sangat jauh dari istananya. Di desa itu Umar bin Chattab mendengar suara tangis bocah kecil yang menyayat hati, suara itu didekatinya ternyata hanya sebuah “gubuk” reot ditinggali oleh seorang ibu dan dua anaknya yang masih kecil – kecil. Betapa terkejutnya beliau dari sela – sela dinding perempuan tersebut duduk di depan tungku. Umar lalu masuk dan ibu itu ditanya mengapa anaknya menangis dan apa yang sedang ditanak oleh ibu tersebut ??? ibu itu memberitahu bahwa yang ditanak adalah butiran – butiran kerikil dan anak – anaknya menangis karena kelaparan karena dia tidak dia tidak punya apa – apa untuk makanan anaknya. Si ibu menjelaskan dengan berpura – pura menanak makanan anak – anak akan lupa pada laparnya dan kalaupun menangis terus dia akan tertidur karena kelelahan. Setelah mengetahui apa yang terjadi Umar bin Chattab permisi pulang dan malam itu juga dia langsung ke gudang mengambil satu karung gandum dan langsung dipanggulnya untuk diberikan pada ibu yang kelaparan. Saat dijalan Umar akan ditolong oleh sahabatnya yang menyertai perjalanan tersebut ditolaklah oleh Umar bin Chattab dan dia berucap “ Apakah kau sanggup memikul dosaku kelak dihadapan Tuhan” ????

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.