KESALAHAN FATAL BERWIRAUSAHA

image_print

Menjawab permasalahan yang sering dihadapi oleh pebisnis baru dalam usaha yang dirintisnya tidak semudah yang dibayangkan bahwa keberhasilan selalu didepan mata. Sebaiknya kita bicara kemungkinan buruknya terlebih dahulu agar kita siap apabila terjadi suatu kegagalan. Pepatah “kegagalan adalah suatu keberhasilan yang tertunda ” benar adanya untuk menyemangati para wirausaha baru.

Alasan karena keterbatasan sumber daya, kurangnya pengalaman manajemen  dan kurang stabilnya pengelolaan keuangan, tingkat kematian bisnis kecil yang lebih tinggi alias mudahnya bangkrut bagi pebisnis kecil  dibandingkan dengan bisnis  yang lebih besar dan mapan.

Inilah Sepuluh kesalahan yang sering terjadi:

  1. Ketidakmampuan manajemen: Manajemen yang buruk menjadi penyebab utama, manajer perusahaan kecil tidak memiliki kemampuan  untuk menjalankan dengan baik. Pemilik minim jiwa leadership , kurang peka terhadap pertimbangan yang menjadikan dasar keputusan karena minimnya pengetahuan bisnis yang sebenarnya.
  2. Kurang Pengalaman: pengalaman praktis dan mengenai seluk beluk  bisnis tidak pernah ditemukan. misalnya pernah menjadi jurumasak rumah makan, pernah bekerja di bengkel, pernah kerja di toko ritel pakaian dan lain-lain. Pengalaman akan memberikan sentuhan tersendiri karena pernah merasakan bekerja atau mengelola dari kecil dan obsesi memiliki sendiri akan lebih baik dari pada orang yang melakukan bisnis hanya mengandalkan karena punya modal.
  3. Pengendalian Keuangan yang buruk : Manajemen yang sehat  adalah kunci  keberhasilan perusahaan kecil, dan manajer yang efektif menyadari  bahwa semua keberhasilan bisnis memerlukan kendali  keuangan yang layak. Keberhasilan bisnis juga memerlukan  modal dalam jumlah yang cukup pada awalnya . Kurangnya modal  merupakan penyebab umum kegagalan bisnis karena kekurangan modal sebelum mereka mampu  menghasilkan arus kas yang positif.
  4. Lemahnya Usaha Pemasaran: Walaupun ide bisnis  bisa mendatangkan  alur cerita film yang hebat , hal tersebut hampir tidak pernah terjadi di dalam bisnis. Membangun basis pelanggan yang terus akan dikembangkan  memerlukan usaha pemasaran  tanpa kenal lelah dan kreatif. Mempertahankan pelanggan yang kita dapat suatu tindakan yang tidak mudah agar mereka terus kembali  diperlukan  usaha keras.  Nilai, kualitas, kenyamanan pelayanan  dan tulus melayani , melakukan dengan segera merupakan keharusan untuk mencapai keberhasilan.
  5. Kegagalan mengembangkan perencanaan strategis:  Tanpa strategi yang  ditentukan dengan jelas , perusahaan tidak memiliki dasar yang berkesinambungan untuk menciptakan dan memelihara  keunggulan bersaing di pasar. Membangun perencanaan strategis memaksa wirausahawan  untuk menilai  secara realistis potensi bisnis yang direncanakan. Kebanyakan perusahaan kecil mengabaikan perencanaan strategis, karena mengira hanya perusahaan besar saja yang mempunyai rencana strategis.
  6. Pertumbuhan yang tak terkendali: Pertumbuhan merupakan yang alamiah, sehat dan didambakan oleh semua kegiatan bisnis, tetapi pertumbuhan haruslah terrencana dan terkendali. Idealnya  ekspansi usaha  harus ada dana dari laba yang mereka hasilkan (Laba ditahan) atau dari tambahan modal pemiliknya, tetapi sebagian besar perusahaan mengambil pinjaman paling tidak sebagian dari investasi modal.
  7. Lokasi yang buruk: Pemilihan lokasi yang tepat  merupakan seni dan juga ilmu. Lokasi usaha seringkali dipilih tanpa penelitian, pengamatan dan perencanaan yang layak. Kegagalan usaha karena memilih lokasi secara kebetulan  ada yang kosong tanpa melihat potensi pasar yang sebenarnya  yang merupakan denyut jantung bisnis- penjualan yang menjanjikan.
  8. Pengendalian Persediaan yang tidak tepat: Tingkat persediaan yang tidak mencukupi akan  mengakibatkan  kekurangan dan kehabisan stok , mengakibatkan pelanggan kecewa  dan pergi. Saat pergi pasti akan mencari tempat lain yang menyediakan produk yang dicari dan untuk selanjutnya mungkin pelanggan  tidak kembali lagi. Sebaliknya persediaan barang yang terlalu banyak tanpa mempertimbangkan terjadinya penumpukan barang  berarti menyia-nyiakan  uang yang  dimilikinya  menimbun persediaan yang tidak bermanfaat , terjadilah kerugian.
  9. Penetapan harga yang tidak tepat: Menetapkan harga yang akan menghasilkan  laba berarti bahwa pemilik usaha harus memahami besarnya  biaya  untuk membuat, memasarkan serta mendistribusikan produk dan jasa mereka. Seringkali wirausaha dengan mudah menetapkan harga berdasarkan  harga yang ditetapkan pesaing  atau berdasarkan ide yang samar-samar alias “ngawur ” sampai menjual dengan harga terendah.
  10. Ketidakmampuan membuat “Transisi Kewirausahaan”  : berhasil melewati tahap awal kewirausahaan tidak menjamin kesuksesan perusahaan. Setelah  berdiri , pertumbuhan biasanya memerlukan perubahan drastis gaya manajemen, satu hal yang tidak dapat dilakukan dengan baik oleh para pelaku bisnis . Pertumbuhan usaha untuk mendelegasikan wewenang dan melepaskan kegiatan pengendalian sehari-hari yang tidak mampu dilakukan banyak wirausahawan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.