Open Trip #1 Pulau Tunda

  • 13174094_10156830596360401_1140671786690024276_n
  • 13177536_10156830605485401_3848344927830447258_n
  • 13254153_10156830596470401_9010189063530232579_n
  • 13254421_10156830604685401_225145153761429403_n
  • 13254907_10156830597465401_3090079418571088428_o
image_print

Pulau Tunda terletak di Serang, Banten. Untuk sampai kesana, kita perlu menggunakan beberapa moda transportasi. Kami berangkat dari daerah Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, menggunakan Taksi, Bus, Angkot dan Kapal untuk sampai disana. Secara keseluruhan, Pulau tunda sangat mengesankan.

 

catatan:

  1. Setiap ganti kendaraan, masing-masing menempuh waktu yang cukup lama. Amankan pinggang dan pantat anda dengan mencari tempat bersandar ternyaman.
  2. Selalu sedia snack selama perjalanan. Perut kenyang, hati tenang.
  3. Survivor kit: tolak angin. maklum, banyak angin.
  4. Gerak seperlunya aja, disana gerah banget..biar ga terlalu panas =)
  5. Nyebrang pakai kapal kayu, jangan dibayangkan kecepatannya seperti speed boat. Nanti kecewa.
  6. L istrik nyala 18.00-06.00

 

Hari pertama:

05.00-05.30 Perjalanan menuju tempat pertemuan dengan tour leader dan pelancong lainnya, Slipi Jaya.

05.30-06.00 haha-hihi-chit-chat-kenalan dan breafing.

06.00-08.00 naik Bus Slipi Jaya menuju terminal Pakupatan, Serang, Banten.

08.00-09.00 naik angkot Terminal Pakupatan ke Dermaga Karangantu.

09.00-11.00 nyebrang dari dermaga ke Pulau Tunda

11.00-13.00 check in penginapan dan makan siang

13.00-17.00 melaut dan snorkeling 2 spot

17.00-19.00 bilas, bebersih, makan malam

19.00-21.00 lampion night

Hari kedua:

05.00-06.00 mengejar sunrise di dermaga dekat penginapan

06.00-07.00 sarapan

07.00-08.00 persiapan melaut

08.00-11.00 melaut dan snorkeling 2 spot

11.00-13.00 makan siang, bilas dan packing

13.00-15.00 menuju Demaga Karang Antu menggunakan kapal kayu

15.00-16.00 naik angkot dari dermaha Karang Antu menuju Terminal Pakupatan, Serang.

16.00-19.00 ngetem, nunggu bus penuh, lanjut jalan ke jakarta

19.00-dst uda di Jakarta sih, tapi nyasar karena diturunin sembarangan sama kenek busnya

 

 

 

About tifanoer
researcher

tifanoer

researcher

You may also like...

1 Response

  1. Mardiana Sukardi says:

    hihihi…, bisa bayangin deh kapal kayu ini, suaranya sih oke, tp jalannya ya begitu, tp kata kuncinya cm nikmati ajalah 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *