SETIAP PERMULAAN PASTI SULIT (dalam melakukn penelitian)

image_print

Ketika seorang melakukan sesuatu pertama kali, besar kemungkinan ia akan tersasar, gagal dan hasilnya belum optimal. seperti kisah pembuatan flexi car generasi pertama di Brasil yang dirintis sejak awal dekade 1970-an. mobil itu akan menjadi mobil hebat karena konsumen bisa memilih mengisi gas, bensin, atau alkohol. pada tahap awal, semua orang frustasi. mobil itu boros, cepat rusak, dan lain-lain. namun begitu kesalahan diterima dan mereka diperkenankan memperbaikinya, flexi car generasi berikutnya sudah jauh lebih baik. dan sekarang Brasil adalah produsen flexi car dan alternatif energy (bio) terbesar didunia.

Demikian pula halnya mahasiswa yang saya lepas untuk mencari pengalaman baru di luar negeri, dengan hanya melakukan 3-4 hari perjalanan, mereka mungkin tidak banyak mendapatkan informasi penting. tetapi pada diri mereka mulai terbentuk myelin, dan jika mereka terus melatihnya mereka akan mendapat keahlian, keberanian, dan kekuatan.

Didalam perusahaan, perkenalan para pekerja dengan hal-hal yang bersifat praktis yang membuat mereka mau mencoba sesuatu yang baru akan melahirkan keahlian. disini hal-hal seperti itu seringkali kita serahkan kepada ahli yang menggunakan cara kerja otak dan membongkarnya di laboratorium dari pada kita membongkar dan mencobanya sendiri. di Jepang dan Jerman, lebih banyak inovasi yang ditemukan atau dipilih oleh para pekerja dari pada oleh para ilmuwan. sedangkan para scientist lebih banyak melakukan pengujian atau testing data atas apa yang telah dikerjakan orang-orang itu. kalaupun melakukan penemuan, scientist lebih banyak mendapatkannya melaui basic research dari pada practical research. (ditulis kembali dari Rhenald Kasali dalam Myelin).

Pada awalnya kegiatan menulis hasil penelitian sangat berat karena memulai sesuatu banyak hambatan, ragu, takut gagal, hasilnya tidak memuaskan , berhenti ditengah jalan terus hasil penelitian tidak ada manfaatnya, itulah yang selalu menghantui. Pengalaman baru dalam menulis karya besar awalnya sebagai pelengkap adalah suatu proses belajar dimana secara tidak langsung kita akan terbawa dan terpaksa harus bisa.

Setelah kita mengenal kegiatan penelitian dari pengalaman awal selanjutnya kita ada hasrat untuk melakukan penelitian karena dorongan:

1. Setiap menemukan obyek apa saja bisa dicari permasalahannya

2. Apa yang menjadi ketertarikan obyek tersebut

3. Apakah obyek itu pernah disentuh oleh orang lain untuk diteliti

4. Kalau sudah pernah diteliti, kita cari celah mana yang belum disentuh untuk obyek penelitian.

5. Tujuan harus jelas hasil penelitian itu untuk apa dan akan dibawa kemana serta adakah manfaatnya.

6. Tujuan akhir tentu harapannya hasil penelitian bisa menjadikan keluaran misalnya tentang kebijakan, teori, terapan yang merupakan hasil

    kebaruan.

Masa sulit akan berakhir dengan kesenangan, pekerjaan yang dilakukan dengan rasa senang tidak menjadikan beban dan apa yang menjadi tanggungjawab akan mengalir begitu saja secara alami seperti air mencari dataran yang lebih rendah.

 

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.