SPIRIT OF ENTREPRENEURSHIP

image_print

erna@perbanas.id

Entrepreneurship itu berkembang berdasarkan naluri, personal dan secara alamiah karena jaman dahulu belum ada suatu konsep yang jelas tentang kewirausahaan. Entrepreneurship  berasal dari bahasa Perancis, sehingga terjemahannya sangat multiarti. Ada yang berpendapat  mengartikan jiwa yang bebas atau berani memutuskan untuk dirinya sendiri . Namun kalau diterjemahkan secara literature  entrepreneur berarti”Between Taker” atau “Go Between” (Hirich, Robert D: Michael P.Peters &Dean A. Shepherd, 2004. Entrepreneurship. 6 Edition. Boston:McGraw Hill).

Terjemahan bebasnya adalah orang yang berani memutuskan dan mengambil risiko dari suatu pekerjaan, proyek, idea tau lebih pada pilihan dimana semua pilihannya memiliki manfaat dan risiko yang berbeda. Berfikir berbeda adalah keinginan untuk keluar dari keadaan yang monoton sehingga terus mencari sesuatu yang berbeda dan baru, berimajinasi bahwa ada suatu tempat yang bisa memenuhi harapannya saat ini yang diwujutkan  dalam bentuk visi.

Pada abad ini, kewirausahaan sudah lebih dari sekedar mengorganisasi karena bisa terdiri dari pencipta (creator) , pemodal (investor) dan pelaku inovasi (innovator) .

Pada jaman ini yang menjadi yang menjadi tulang punggung kesuksesan  dari sebuah bisnis adalah kreativitas seorang wirausaha itu sendiri (creativepreneur). Kewirausahaan adalah sebuah  ilmu yang menggabungkan seni, filosofi, keterampilan dan naluri dalam sebuah benang merah kemampuan untuk mengoptimalkan dan memberdayakan sumber daya yang dimiliki. Sumber daya yang dimiliki itu adalah pengalaman hidup, latar belakang pendidikan, jaringan pertemanan (network), informasi yang diterima, kejadian-kejadian setiap hari dan dana berupa uang maupun aset.

Bila disimpulkan, kewirausahaan itu adalah seorang manajer risiko (risk manager) yang dengan kemampuan kreativitasnya bisa mengoptimalkan segala sumber daya yang ada, baik itu sumber daya materiil, kapasitas intelektual, maupun waktunya untuk menghasilkan suatu produk atau usaha yang berguna bagi dirinya dan bagi orang lain. Faktor yang mempengaruhi seseorang  untuk memilih jalur berusaha mandiri sebagai jalan kehidupannya karena dari faktor individual/personal misalnya pengaruh masa kanak-kanaknya yang menemukan kegiatan yang berhubungan dengan bisnis, saat dewasa karena pergaulan , suasana kampus dan teman-temannya yang sering berkecimpung  dalam bisnis, perspektif atau cita-citanya.

Selain faktor individual seperti suasana kerja, tingkat pendidikan, kepribadian, prestasi pendidikan, dorongan keluarga, lingkungan dan pergaulan, ingin lebih dihargai atau  self esteem  dan keterpaksaan oleh karena keadaan , itu semua yang menjadikan semangat berwirausaha muncul justru menjadi suatu kekuatan untuk mewujudkan impian menjadi entrepreneur .

Menjadi pengusaha atau pekerja itu tidak ada bedanya , yang pasti menjadi manusia yang mempunyai pilihan hidup untuk meraih sukses.

Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin kecil pengaruhnya terhadap keinginan untuk memilih pengusaha sebagai jalan hidupnya. Rata-rata justru mereka yang tingkat pendidikannya tidak terlalu tinggi mempunyai hasrat yang kuat untuk memilih karir menjadi seorang pengusaha, karena itu jalan satu-satunya untuk kaya dan sukses. Demikian juga prestasi pendidikan dilihat dari rata-rata orang yang mempunyai prestasi akademis yang tidak tinggi justru mempunyai keinginan yang lebih kuat  untuk menjadi  seorang pengusaha. Hal itu di dorong oleh sesuatu  keadaan yang memaksa  ia berfikir  bahwa menjadi pengusahaadalah salah satu pilihan terakhir untuk sukses, sedangkan untuk berkarya di dunia kerja dirasakan sangat berat, mengingat persaingan yang sangat ketat dan masih banyak lulusan  yang berpotensi yang belum mendapatkan pekerjaan. ( Hendro, , 2011,63 ).

Dari latar belakang masalah yang disampaikan adalah peneliti ingin mengukur seberapa kuat keterlibatan mahasiswa diukur dalam suatu minat untuk menjadi wirausahawan yang mencerminkan bahwa lulusan perguruan tinggi tidaklah tergantung pada kesempatan di dunia kerja yang dimaksud adalah bekerja di kantor yang mempunyai waktu teratur dan terstruktur. Wirausaha adalah pekerjaan mulia yang kadang terabaikan yang berkesan kerja sambilan karena kepepet, maka banyak hal yang diabaikan untuk meniti karir yang berprofesi sebagai salah satu pelaku bisnis yang sebetulnya sebuah alternative untuk  membaca peluang meraih sukses. Peran perguruan tinggi disini  juga sangat dibutuhkan dalam rangka memberikan motivasi dan memberikan semangat untuk mendidik dan mengubah paradikma berfikir dalam mencapai kesuksesan. Dukungan penyajian kurikulum yang berhubungan dengan kebutuhan untuk bercita-cita menjadi wirausaha juga mempunyai andil yang sangat besar dan dilengkapi dengan praktikum bisnis agar mahasiswa tidak  disajikan dalam bentuk simulasi saja. Bisnis riil yang diajarkan agar membangun watak bisnis dan pengetahuan dari pengalaman apa yang pernah dirasakan akan menjadikan modal keyakinan diri bahwa bisnis itu bisa dan kemungkinan ada kegagalan adalah sebagai proses belajar dan dianggap biaya belajar.

 

Pengertian Kewirausahaan

Perkembangan zaman yang sangat pesat membuat masyarakat memiliki banyak kebutuhan. Untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut, banyak suatu cara yang dilakukan dari  yang memproduksi produk-produk yang dibutuhkan oleh masyarakat sampai bagaimana menyalurkan suatu produk ke konsumen melalui kegiatan pemasaran. Pelau-pelaku bisnis  harus memiliki keahlian dalam memasarkan produk-produk mereka, Hal ini menjadikan sebuah tantangan yang dilakukan oleh para pelaku bisnis atau entrapreneur.

Hendro,(2011, 29) menjelaskan bahwa Wirausaha melakukan sebuah proses yang disebut creative destruction untuk menghasilkan suatu nilai tambah (added value)  guna menghasilkan nilai yang lebih tinggi. Untuk itu keterampilan wirausaha (entrepreneurial skill)  berintikan kreativitas. Oleh sebab itu bisa dikatakan bahwa the core of entrepreneurial skill is creativity.

Banyak yang berpendapat bahwa kewirausahaan itu merupakan kegiatan  bisnis yang  ber ilmu pengetahuan , berketerampilan dan sebagai seni.

Menurut Lambing dan Charles Kuehl  dalam buku Entrepreneurship (1999), kewirausahaan adalah suatu usaha yang kreatif yang membangun suatu value dari yang belum ada menjadi ada dan bisa dinikmati oleh orang  banyak.

Setip wirausahawan yang sukses memiliki empat usur pokok, yaitu:

  1. Kemampuan (hubungan dengan IQ dan Skill)
  2. Membaca Peluang
  3. Berinovasi
  4. Mengelola
  5. Menjual
  6. Keberanian ( hubungan dengan EQ dan mental)
  7. Mengatasi ketakutan
  8. Mengendalikan Risiko
  9. Keluar dari Zona kenyamanan
  10. Keteguhan Hati (hubugan dengan motivasi diri)
  11. Persistence (ulet), pantang menyerah
  12. Determinasi (teguh akan keyakinannya)
  13. Kekuatan akan pikiran .

Kewirausahaan adalah sebuah pengetahuan  yang merupakan hasil uji di lapangan, dikumpulkan, diteliti dan dirangkai sebagai sumber informasi yang berguna bagi orang lain yang membutuhkannya sehingga kewirausahaan bisa dimaksukkan ke dalam disiplin ilmu baik itu yang bersifat teori ataupun yang bersifat empiris (hasil uji lapangan).

Sedangkan Seni  dalam menemukan ide, inspirasi dan peluang bisnis dibutuhkan imajinasi, visualisasi dan pemikiran yang terkadang harus berlawanan dengan logika. Berfikir berbeda untuk menemukan ide-ide brillian . Semua itu membutuhkan kreativitas , inovasi yang benar-benar baru sehingga unsur dan kekuatan seni utnuk menemukan ide dalam cara mengatasi kesulitan, mengendalikan sumber daya manusia(SDM) juga pelanggan memiliki peran yang cukup besar. Oleh sebab itu pengaruh kekutan seni  dalam ilmu kewirausahaan  sangat besar. Layaknya seorang samurai tanpa seni beladiri, ia akan sulit untuk menjadi menang. Hingga ketika seorang menjadi mahir akan muncul sebuah predikat sebagai bentuk profesi. Kewirausahaan merupakan sebuah profesi, sebuah pilihan hidup yang harus dilakukan secara profesional (dalam arti jujur, trbuka, berkomitmen, konsisten, tepat janji, tanggung jawab, mengerti batas hak-haknya, mengerti etika profesi dan berdisiplin). Semuanya bisa dilakukan karena wirausahawan membutuhkan intuisi atau daya nalar dalam menjalankan usahanya dan semuanya itu bisa di peroleh karena pada dasarnya manusia diberikan kepekaan di dalam berpikir.

Spirit of Entrepreneurship

Awalnya kewirausahaan didefinisikan secara sederhana. Pada zaman dahulu orang sering memutuskan untuk pergi ke suatu tempat yang berbeda dalam rangka melakukan pertukaran atau perdagangan  yang biasa disebut go-between (Robert . Entrepreneurship. 6 Edition. Boston:McGraw Hill). Ia melakukan kesepakatan kontrak kerja atas permintaan suatu barang, pada saat itu rempah-rembah dengan seseorang yang akan menukar  yaitu pembeli dengan sejumlah uang atas jerih payahnya. Awal dari kewirausahaan adalah contractor yaitu orang yang melakukan kesepakatan kontrak kerja atas sejumlah pekerjaan yang ditentukn sebelumnya dengan kompensasi sejumlah uang yang segala risikonya ditanggung oleh penerima kontrak. Oleh sebab itu , kewirausahaan pada zaman dahulu disebut risk taker (pengambil risiko).

Pada era industri  kewirausahaan adalah orang yang berani  mengambil risiko dan tidak memiliki modal yang selalu diukur oleh uang yang melakukan kesepakatan dengan pemilik modal untuk mengerjakan proyek-proyek tertentu atas sumber dayanya namun tidak memiliki pengetahuan yang cukup. Mereka-mereka yang berani mengambil risiko pada zamannya disebut sebagai kewirausahaan berbasis join venture capital (satu pihaknya adalah intelectual capital, pihak lainnya adalah equety capital). Pada abad ini yang menjadi tulang punggung kesuksesan dalam sebuah bisnis adalah  kreativitas seorang wirausahawan itu sendiri (Creativepreneur).

Munculnya Spirit of Entrepreneurship sehubungan dengan Perkembangan Ekonomi.

        Perkembangan ilmu pengetahuan , sosial,ekonomi, politik, budaya, teknologi dan kesejahteraan telah menciptakan gap diantara faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan tersebut . Misalnya gap yang terjadi akan menciptakan perubahan status sosial, perilaku, gaya hidup, kebutuhan, keinginan, selera sehingga bisa membangkitkan sebuah inspirasi bisnis yang pada akhirnya memunculkan peluang bisnis.

Munculnya peluang bisnis yang baru akan akan menstimulus munculnya entrepreneur muda. Hal inilah yang mendorong timbulnya wirausaha seiring dengan perubahan dan perkembangan ekonomi. Menurut Ir. Hendro, M.M .,ada beberapa yang menstimulus spirit of entrepreneurship, yaitu:

  • Evolusi roduk

Perubahan produk akan menimbulkan perubahan kebutuhan yang memunculkan sebuahpeluang baru.

2.Evolusi ilmu pengeyahuan.

Perubahan ilmu pengetahuan akan menimbulkan keinginan akan produk yang berbeda.

3.Perubahan gaya hidup, selera dan hobi.

Perubahan gaya hidup yang akan mempengaruhi keinginan produk yang berbeda

4.Perubahan teknologi.

Berkembangnya teknologi dan semakin canggihnya teknologi akan menciptakan produk , suasana dan gaya hidup yang berbeda.

5.Perubahan budaya.

Berkembangnya gaya hidup, pendapatan, selera , teknologi dan sebagainya akan mengubah budaya seseorang, sehingga hal ini mempengaruhi kebutuhan akan produk yang berbeda di setiap tempat.

6..Perubahan struktur pemerintahan dan politik.

Perubahan politik akan mempengaruhi perubahan struktur pemerintahan yang berujung pada perubahan peraturan, kebijakan dan arah perekonomian, sehingga muncullah sebuah gap kebutuhan akan produk yang lalu dan pasca perubahan.

           7.Intrapreneurship

Kemampuan intrapreneurship yang semakin baik dan kuat akan memunculkan gairah entrepreneur. Hal ini disebabkan karena kreativitas, inovasi, ketatnya persaingan, hasrati ingin tantangan  yang lebih baru, perubahan organisasi dan lain-lain. Jadi organisasi secara tidak langsung mengembangkan jiwa  kewirausahaan seseorang. (Ir. Hendro,M.M.)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *