PENELITIAN KUALITATIF : PENDEKATAN ETNOGRAFI

image_print

A.  ETNOGRAFI

1.      Pengertian Etnografi

Etnografi merupakan suatu metode penelitian ilmu sosial. Penelitian ini sangat percaya pada ketertutupan, pengalaman pribadi,dan partisipasi yang mungkin, tidak hanya pengamatan, oleh para peneliti yang terlatih dalam seni etnografi. Para etnografer ini sering bekerja dalam tim yang multidisipliner. Di mana titik fokus penelitiannya dapat meliputi studi intensif budaya dan bahasa, bidang atau domain tunggal, ataupun gabungan metode historis, observasi, dan wawancara.

Pada awalnya etnografi berakar pada bidang antropologi dan sosiologi. Namun para praktisi dewasa ini melaksanakan penelitian etnografi dalam segala bentuk. Ahli etnografi melakukan studi persekolahan, kesehatan masyarakat, perkembangan pedesaan dan perkotaan, konsumen dan barang konsumsi, serta arena manusia manapun.

Perlu dicatat bahwa penelitian etnografi ini juga dapat didekati dari titik pandang preservasi seni dan kebudayaan, dan lebih sebagai suatu usaha deskriptif daripada usaha analitis. Biasanya para peneliti etnografi memfokuskan penelitiannya pada suatu masyarakat, namun tidak selalu secara geografis saja, melainkan dapat juga memerhatikan pekerjaan, pangangguran, dan aspek masyarakat lainnya. Beserta pemilihan informan yang mengetahui dan memiliki suatu pandangan  atau pendapat tentang berbagai kegiatan masyarakat.

Beberapa ahli mengemukakan pengertian tentang penelitian etnografi salah satunya adalah Emzir (2011: 143) yang menyatakan Etnografi adalah suatu bentuk penelitian yang berfokus pada makna sosiologi melalui observasi lapangan tertutup dari fenomena sosiokultural. 

Sementara Harris (dalam John W. Creswell; 2007) menjelaskan bahwaethnography is a qualitative design in which the researcher describes and interprets the shared and learned patterns of values, behaviors, beliefs, and language of a culture-sharing groupAs both a process and an outcome of research (Agar, 1980), ethnography is a way of studying a culture-sharing group as well as the final, written product of that research.yang berarti penelitian etnografi merupakan sebuah penelitian kualitatif dimana seorang peneliti menguraikan dan menafsirkan pola bersama dan belajar nilai-nilai, perilaku, keyakinan, dan bahasa dari berbagai kelompok. Baik sebagai proses dan hasil penelitian, etnografi adalah sebuah cara belajar kelompok pada suatu budaya baik sebagai akhir, dalam hasil penulisan penelitian.

Beberapa definisi lain tentang penelitian etnografi :

1.  “When used as a method, ethnography typically refers to field work (alternatively, participant-observation) conducted by a single investigator who ‘lives with and lives like’ those who are studied, ussually for a year or more”. (John Van Maanen, 1996). Dalam hal ini, penelitian etnografi dilakukan ketika digunakan sebagai metode, etnografi biasanya mengacu kepada kerja lapangan (alternative-partisipan-pengamatan) dilakukan oleh seorang peneliti tunggal yang hidup dengan dan hidup seperti orang-orang yang diteliti, biasanya dilakukan kurang lebih satu tahun atau lebih.

2.   “Ethnography literally means ‘a portrait of a people’. An ethnography is a written description of particular culture – the customs, beliefs, and behavior – based on information collected through fieldwork.” (Marvin Harris and Orna Johnson, 2000).Secara harfiah penelitian etnografi berarti gambaran sebuah masyarakat. Yang berarti etnografo adalah gambaran umum suatu budaya atau kebiasaan, keyakinan, dan perlikau yang berdasarkan atas informasi yang telah dikumpulkan melalui penelitian lapangan.

3.   “Ethnography is the art and science of describing a group or culture. The description may be small tribal group in an exotic land or a classroom in middle-class suburbia.” (David M. Fetterman, 1998), (Genzuk, 2005:1). Etnografi adalah seni dan ilmu yang menggambarkan tentang sebuah kelompok atau budaya. Penggambaran mungkin mengenai tentang kelompok suku kecil dalam sebuah daerah yang menarik atau sebuah kelas menengah maupun pinggiran kota

4.   “Etnographic designs are qualitative research procedures for describing, analyzing, and interpreting a culture-sharing group’s shared patterns of behavior, beliefs, and language that develop over time.” (John W. Creswell, 2008:473).” Rancangan penelotian etnografi adalah prosedur penelitian kualitatif untuk menggambarkan, menganalisis, dan menafsirkan suatu pola kelompok berbagai budaya yang dilakukan bersama baik perilaku, keyakinan dan bahasa yang berkembang dari waktu kewaktu.

Dari beberapa definisi di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa penelitian etnografi adalah sebuah penelitian kualitatif yang berfokus pada makna sosiologi dengan menggambarkan, menganalisa dan memberi penafsiran dari sebuah pola budaya tertentu.

2.      Asumsi Dasar Penelitian Etnografi

     Karena cakupan penelitian etnografi yang bersumber pada budaya dan observasi serta melakukan wawancara merupakan standar dasar pada penelitian etnografi maka perlu kiranya dikembangkan beberapa asumsi yang menjadi dasar utama peneliti sebelum melakukan penelitian. 

     Beberapa asumsi dasar penelitian etnografi yang dikemukakan oleh Emzir (2011: 148-149) adalah sebagai berikut : 1) Etnografi mengasumsikan kepentingan penelitian yang prinsip utamanya dipengaruhi oleh pemahaman kultural masyarakat. 2) Penelitian etnografi mengasumsikan suatu kemampuan mengidentifikasi masyarakat yang relevan dengan kepentingannya.  3) Dengan penelitian etnografi peneliti diasumsikan mampu memahami kelebihan kultural dari masyarakat yang diteliti, meguasai bahasa atau jargon teknis dari kebudayaan tersebut dan memiliki temuan yang didasarkan pada pengetahuan komprehensif dari budaya tersebut. 

     Lebih lanjut, Gall, Gall and Borg dalam bukunya “Educational Research an Introductioní” menyatakan peneliti etnografi setidaknya memiliki beberapa pandangan tentang lintas budaya yang menjadi obyek penelitiannya diantaranya : 1) Ethnology: mencakup teori-teori dasar budaya yang merupakan data pembanding dari beberapa budaya yang berbeda. 2) Pemerolehan budaya: yang memfokuskan diri pada konsep, nilai-nilai budaya, kemampuan dan tingkah laku yang merupakan budaya umum yang terjadi pada masing-masing kebudayaan. 3) Pergeseran budaya: yang fokus pada penelitian tentang seberapa besar struktur sosial mengintervensi kehidupan seseorang dalam suatu kasus tertentu.

3.         Prinsip-Prinsip Metodologi Penelitian Etnografi

Penelitian etnografi merupakan penelitian terperinci yang dapat menggambarkan suatu kegiatan, kejadian yang biasa terjadi sehari-hari pada suatu komunitas tertentu. Ini merupakan dasar kekuatan penelitian etnografi yang memberikan gambaran utuh tentang apa yang terjadi di lapangan. Berbeda halnya dengan penelitian kuantitatif yang menangkap kebenaran hakikat perilaku sosial di masyarakat dengan sandaran studi latar artifisial atau pada apa yang dikatakan orang bukan melihat dan terjun secara langsung mempelajari apa yang dilakukan oleh obyek penelitian tersebut.

     Hammersley (1990) dalam Genzuk (2005: 3) yang tersaji dalam buku Emzir“Metodologi Penelitian Pendidikan Kualitatif dan Kuantitatif” (2011: 149-152) menyatakan 3 prinsip metodologis yang digunakan dalam corak metode etnografi diantaranya:

a. Naturalisme : ini menggambarkan bahwa penelitian etnografi yang dijalankan bertujuan untuk menangkap suatu karakter yang muncul secara alami dan didapatkan melalui kontak langsung, bukan melalui interfensi atau rekayasa eksperimen.

b. Pemahaman: yang menjadi landasan utama disini adalah bahwa tindakan manusia berbeda dari perilaku objek fisik. Tindakan tersebut tidak hanya tanggapan stimulus namun juga interpretasi terhadap suatu stimulus. Untuk itu meneliti latar budaya yang lebih dikenal lebih baik dari pada meneliti yang masih asing agar terhindar dari resiko kesalahpahaman budaya.

c. Penemuan: Penelitian etnografi merupakan penelitian yang didasari oleh penemuan sang peneliti. Ini merupakan bentuk otentik sebuah penelitian dimana suatu fenomena dikaji tidak hanya berdasar pada serangkaian hipotesis yang mungkin bisa saja terjadi kegagalan namun menjadi nyata setelah dibutakan oleh asumsi yang dibangun ke dalam hipotesis tersebut.

4.         Karakteristik Penelitian Etnografi

Creswell dalam bukunya “Educational Research, planning, conducting and evaluating quantitative and qualitative research” menyebutkan beberapa karakter penelitian etnografi diantaranya:

a.  Cultural themeMerupakan suatu budaya yang terimplementasikan atau tergambarkan pada suatu grup atau komunitas tertentu (Spradley:1980b.)

b.   A Culture –sharing group: merupakan penelitian yang dapat dilaksanakan pada 2 orang atau lebih yang memiliki kesamaan sikap, perilaku dan bahasa. 

c.   Fieldwork: Dalam penelitian etnografi Fieldwork  bermakna tempat dimana peneliti dapat menggabungkan data pada seting tempat dan lokasi yang dapat dipelajari .

d.   Description in etnography: Merupakan gambaran terperinci dari obyek yang dilakukan penelitian.

e.   A Context: merupakan seting tempat, situasi atau lingkungan yang melingkupi kelompok budaya yang dipelajari.

f.   Researcher Reflexivity: Mengacu pada sebuah kondisi dimana seorang peneliti dalam kondisi yang sadar dan terbuka atas perannya sebagai peneliti yang dengannya dapat timbul rasa saling mempercayai antara peneliti dan obyek yang ditelitinya.

5.         Jenis – Jenis Penelitian Etnografi

Menurut Creswell, para ahli banyak menyatakan mengenai beragam jenis penelitian etnografi, namun Creswell sendiri membedakannya menjadi 2 bentuk yang paling popular yaitu Etnografi realis dan etnografi kritis. Penjelasannya sbb : 

a.          Etnografi realis

Etnografi realis mengemukakan suatu kondisi objektif suatu kelompok dan laporannya biasa ditulis dalam bentuk sudut pandang sebagai orang ke -3. Seorang etnografi realis menggambarkan fakta detail dan melaporlan apa yang diamati dandidengar dari partisipan kelompok dengan mempertahankan objektivitas peneliti

b.         Etnografi kritis

Dewasa ini populer juga etnograi kritis. Pendekatan etnografi kritis ini penelitian yang mencoba merespon isu-isu sosial yang sedang berlangsung.misalnya dalam masalah jender/emansipasi, kekuasaan, status quo, ketidaksamaan hak, pemerataan dsb.

Jenis-Jenis etnografi lainnya diungkapkan Gay, Mills dan Aurasian sbb:

–        Etnografi Konfensional: laporan mengenai pengalaman pekerjaan lapangan yang dilakukan etnografer

–        Autoetnografi: refleksi dari seseorang mengenai konteks budayanya sendiri

–        Mikroetnografi: studi yang memfokuskan pada aspek khusus dari latar dan kelompok budaya

–        Etnografi feminis: studi mengenai perempuan dalam praktek budaya yang yang merasakan pengekangan akan hak-haknya.

–        Etnografi postmodern: suatu etnografi yang ditulis untuk menyatakan keprihatinan mengenai masalah-masalah sosial terutama mengenai kelompok marginal.

–        Studi kasus etnografi: analisis kasus dari seseorang, kejadian, kegiatan dalam perspektif budaya.

6.         Prosedur Penelitian Etnografi

Menurut Creswell, walau tidak ada satu cara saja dalam menititi etnografi namum secara umum prosedur penelitian etografi adalah sbb:

a.       Menentukan apakah masalah penelitian ini adalah paling cocok didekati dengan studi etnogafi. Seperti telah kita bahas sebelumnya bahwa etnografi menggambarkan suatu kelompok budaya dengan mengekloprasi kepercayaan, bahasa dan  perilaku (etnografi realis); atau juga mengkritisi isu-isu mengenai kekuasaan, perlawanan dan dominansi (etnografi kritis).

b.      Mengidentifikasi dan menentukan lokasi dari kelompok budaya yang akan diteliti. Kelompok sebaiknya gabungan orang-orang yang telah bersama dalam waktu yang panjang karena disini yang akan diteliti adalah pola perilaku, pikiran dan kepercayaan yang dianut secara bersama.

c.       Pilihlah tema kultural atau isu yang yang akan dipelajari dari suatu kelompok. Hal ini melibatkan analisis dari kelompok budaya.

d.      Tentukan tipe etnografi yang cocok digunakan untuk memlajari konsep budaya tersebut. Apakah etnografi realis ataukah etnografi kritis.

e.       Kumpulkan informasi dari lapangan mengenai kehidupan kelompok tersebut. Data yang dikumpulkan bisa berupa pengamatan, pengukuran, survei, wawancara, analisa konten, audiovisual,pemetaan dan penelitian jaringan. Setelah data terkumpul data tersebut dipilah-pilah dan dianalisa.

f.       Yang terahir tentunya tulisan tentang gambaran atau potret menyeluruh dari kelompok budaya tersebut baik dari sudut pandang partisipan maupun dari sudut pandang peneliti itu sendiri.

Siklus penelitian etnografi

1)             Pemilihan suatu proyek etnografi

Siklus dimulai dengan pemilihan suatu proyek etnografi kemudian peneliti etnografi    mempertimbangkan ruang lingkup dari penyelidikan mereka.

2)             Pengajuan pertanyaan etnografi

Dalam sebuah etnografi seseorang dapat mengajukan sub-sub pertanyaan yang berhubungan dengan (1) suatu deskripsi tentang konteks, (2) analisis tentang tema-tema utama, dan (3) interpretasi perilaku cultural.

3)             Pengumpulan data etnografi

Cara pengumpulan data adalah denngan cara observasi partisipan, anda akan mengamati aktivitas orang, karakteristik fisik situasin social, dan apa yang akan menjadi bagian dari tempat kejadian selama pelaksanaan pekerjaan lapangan, apakah seseorang mempelajari sebuah desa suku tertentu untuk satu tahun atau pramugari pesawat udara untuk beberapa bulan, jenis observasi akan berubah.

4)             Pembuatan Rekaman Etnografi

Tahap ini mencakup pengambilan cacatan lapangan, pengambilan foto, pembuatan peta, dan penggunaan cara-cara lain untuk merekam observasi anda.

5)             Analisis data Etnografi

Terdapat Empat Jenis Analisis:

a)      Analisis domain

b)      Memperoleh gambaran umum dan menyeluruh dari objek penelitianatau situasi social.

c)      Analisis Taksonomi

d)     Menjabarkan domain-domain yang dipilih menjadi lebih rinci untuk    mengetahui struktur internalnya.

e)      Analisis komponensial

f)       Mencari ciri spesifik pada setiap struktur internal dengan cara  mengontraskan antarelemen.

g)      Analisis tema budaya

h)      Mencari hubungan di antara domain dan hubungan dengan keseluruhan, yang selanjutnya dinyatakan ke dalam tema-tema sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian.

6)             Penulisan sebuah Etnografi

        Penulisan sebuah etnografi memaksa penyelidik ke dalam suatu jenis analisis yang lebih intensif. Peneliti etnografi hanya dapat merencanakan dari awal perjalanan penyeledikan mereka kedalam pegertian yang paling umum.

Rizal Mawardi About Rizal Mawardi

You may also like...

2 Responses

  1. Avatar Kak Rasyid says:

    Alhamdulillah ..

    Bertambah satu lagi ilmu tentang metode penelitian, etnografi ..

    Terima kasih maa. Rizal sharing ilmunya ..

    Artikelnya bagus sekali …

    Salam
    Penulis tolongtangtugas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *