Uji Normalitas

image_print

Uji Normalitas? Sebenarnya apa sih uji normalitas itu? Istilah ini (uji normalitas) biasa digunakan pada pengolahan data statistik. Ada yang menganggap uji normalitas sebagai suatu bentuk normal atau tidaknya data yang digunakan, bahkan ada pula yang menganggap ini adalah “uji kenormalan” suatu model.

Sebenarnya istilah “normalitas” dalam statistik itu biasa digunakan untuk menjelaskan jenis distribusi dari sebuah data. Suatu data memiliki kecenderungan terhadap suatu jenis distribusi, seperti : distribusi binomial, hypergeometri, poisson, normal, weilbul, dll. Jenis distribusi data dapat ditentukan dari karakteristik data itu sendiri, dapat pula dilakukan pengujian apakah data tersebut memiliki kecenderungan terhadap suatu distribusi (salah satunya distribusi normal).

Guna menguji sebuah data terdistribusi normal atau tidak dapat menggunakan beberapa cara (uji). Ada Uji Kolmogorov Smirnov (KS test), Jaque Berra Test, Anderson Darling Test, dll. Uji normalitas  (sebutan untuk menguji apakah sebuah data terdistribusi normal atau tidak) biasanya dilakukan sebagai persyaratan atas sebuah metode tertentu, misalnya dalam regresi linier sebagai salah satu persyaratan asumsi klasik, penentuan apakah menggunakan statistik parametrik nonparametrik, dll.

Bagaimana jika sebuah data tidak terdistribusi normal? Apakah data tersebut perlu dibuat (sedemikian rupa sehingga) menjadi terdistribusi normal? Pada beberapa metode, penggunaan distribusi normal bagi sebuah data merupakan suatu keharusan, tapi bagi metode lainnya tidak. Salah satu yg menjadi keharusan sebuah data (residualnya, bukan variabelnya) terdistribusi normal adalah dalam Regresi Linier (dengan OLS), dimana salah satu asumsi klasik (dalam Regresi Linier) mengharuskan residual model terdistribusi normal.

About Muhammad Iqbal

You may also like...

4 Responses

  1. adhiyatma subahan says:

    pak saya mau bertanya, kalau data saya berbentuk data panel apakah data harus terdistribusi normal? melihat dari tulisan bapak di atas tidak semua metode, data harus terdistribusi normal, Pada beberapa metode, penggunaan distribusi normal bagi sebuah data merupakan suatu keharusan, tapi bagi metode lainnya tidak. Salah satu yg menjadi keharusan sebuah data (residualnya, bukan variabelnya) terdistribusi normal adalah dalam Regresi Linier (dengan OLS), dimana salah satu asumsi klasik (dalam Regresi Linier) mengharuskan residual model terdistribusi normal. apakah penjelasan ini cukup saya cantumkan di hasil uji normalitas saya mengingat data saya merupakan data panel bukan regresi linear? mohon respon nya pak. terimakasih

    • Muhammad Iqbal says:

      Uji normalitas masih bisa/relevan digunakan dalam regresi data panel (terutama kalau model regresi yang terpilih pakai OLS). Salah satu tujuan terpenuhinya asumsi normalitas adalah agar uji t dan uji F yang digunakan tepat adanya. Meskipun demikian, ada satu teori/teorema yang terkenal untuk meng-“klaim” bahwa sebuah data terdistribusi normal, yaitu Teori Limit Terpusat (Central Limit Theorem) yang intinya menyatakan bahwa jika sebuah data berasal dari jumlah yang besar maka data tersebut dapat dikatakan terdistribusi normal. Teori ini dapat dijadikan salah satu jalan keluar pemenuhan uji normalitas, walaupun demikian regresi yang memiliki residu yang terdistribusi normal tentunya akan lebih meyakinkan dalam hal pemenuhan syarat-syarat metode regresi. Pada akhirnya proses pengambilan kesimpulan juga akan lebih diyakini kebenarannya.

  2. Metta says:

    Pak apakah menggunakan analisis SEM di AMOS harus berdistribusi normal? Karena data saya tidak berdistribusi normal baik dari segi variable di liat dari sisi C.R maupun multivative nya.

  3. Yulia Tri Cahyani says:

    Pak saya mau tanya. Kalau residual data saya tidak terdistribusi normal. Apakah menyakinkan hasil uji regresi dan uji F maupun T nya. Mengingat sampel berasal dari purposive sampling. Saya perlu email Bapak bisa kah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *